Taring Jepang Mulai Kelihatan di Era Kendaraan Listrik Indonesia

Taring Jepang Mulai Kelihatan di Era Kendaraan Listrik Indonesia

Tokyo, Motoris – Jepang sebagai penguasa utama pasar otomotif di Indonesia, mulai menunjukkan taringnya memasuki era baru, revolusi kendaraan listrik (electric vehicle/EV). Meski semangat nasionalisme punya kendaraan listrik nasional, baik motor, skutik, atau mobil tengah membara, pihak ‘merah putih bulat’ tak mau kehilangan pasar begitu saja.

Buktinya, dua perusahaan raksasa asal Jepang, Honda Motor Company dan Panasonic Corporation, baru saja mengumumkan kerja sama, mulai menjajaki konsep sharing baterai, di Tokyo, Jepang (13/7/2018). Kedua perusahaan, juga menggandeng konsultan, Pacific Consultants Company, juga dari Jepang, kemudian membuat perusahaan gabungan bertiga, dengan nama PT HPP Energy Indonesia.

Jadi, Honda dan Panasonic akan mulai melakukan riset sepeda motor listrik, menggunakan baterai kemasan, bernama Mobile Power Pack (MPP), yang sudah diperkenalkan bersamaan ketika Honda PCX EV muncul perdana pada ajang Tokyo Motor Show, November 2017 lalu.

PT HPP Energy Indonesia akan mencatat perilaku pengguna, melakukan penelitian mendalam, soal gaya hidup baru dengan MPP dan skutik EV Honda.

Baca juga: Merek Jepang Siap Caplok Mobil Listrik di Indonesia

FOLLOW IG @MotorisIndonesia, buat grafis otomotif terkini lainnya-Toyota Merayu Pemerintah Indonesia Melalui Riset Mobil Listrik.

Penelitian ini rencananya mau digulirkan di beberapa kota di Indonesia, yakni Bandung (Jawa Barat), Denpasar, dan Kuta (provinsi Bali), mulai Desember 2018. Upaya ini juga menjadi bagian dari strategi baru Jepang dalam mengembangkan teknologi ramah lingkungan, termasuk EV, di bawah naungan organisasi Japan’s New Energy and Industrial Technology Development Organization (NEDO).

Mengapa Indonesia?

Indonesia tercatat sebagai negara dengan pasar sepeda motor terbesar ketiga di dunia, setelah China dan India. Kalau merujuk Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), setiap tahun 6 juta unit lebih sepeda motor Jepang dikonsumsi warga Indonesia.

Dalam keterangan resminya, Honda dan Panasonic menuliskan, Indonesia tengah menghadapi masalah polusi udara, seiring terus bertambahnya volume lalu lintas. Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah Indonesia telah mengumumkan kebijakan untuk mendorong dan mengembangkan penggunaan kendaraan berteknologi listrik.

Meskipun, produk EV dianggap ramah lingkungan, tetapi masih banyak isu yang wajib diselesaikan, salah satunya terkait jarak tempuh dan waktu cas ulang baterai. Lewat MPP, baik Honda maupun Panasonic berharap bisa mulus menjamah pasar motor listrik nantinya di Indonesia.

Baca juga: Gesits Bikin Motor Jepang Gerah di Indonesia

FOLLOW IG @MotorisIndonesia, buat grafis otomotif terkini lainnya-Seberapa Nasional Kandungan Lokal Gesits?

Mekanismenya, Honda dan Panasonic akan membangun puluhan stasiun pengecasan baterai MPP di berbagai lokasi. Di lokasi ini, pengecasan akan dilakukan secara simultan, dan siap memasok kapanpun MPP dibutuhkan konsumen pengguna PCX EV. Jadi calon konsumen atau pengguna skutik EV ini bisa langsung mampir menggantikan baterai kemasan yang sudah tiris tenaganya, ke stasiun pengecasan ini, dan jalan lagi.

Lewat hasil riset ini, konsep MPP bisa jadi akan digunakan pada mobil-mobil listrik Jepang lain, selain hanya pada PCX EV saja. Jadi, ‘sebegitu’ serius Jepang tak mau kehilangan pasar utama (Indonesia) di pasar ASEAN di era EV. (Sna)

CATEGORIES
TAGS
Share This