Hukum Positif Malaysia Mengedukasi Pengendara Ciamik!

Hukum Positif Malaysia Mengedukasi Pengendara Ciamik!
Ilustrasi Speed Camera di Inggris, sistem yang mulai diterapkan di Malaysia. dok. AUTOCAR.co.uk

Kuala Lumpur, Motoris – Maraknya pelanggaran lalu lintas di Indonesia, seolah menjadi pemandangan lazim. Mereka yang berusaha taat pada peraturan, malah terkadang jadi alien di mata pengendara motor maupun mobil yang sudah terbiasa melanggar. Fenomena ini sudah aneh!

Kepolisian Republik Indonesia dan Kementerian Perhubungan sepertinya perlu belajar ke Malaysia. Regulator di negara tetangga itu mencoba mempraktikkan hukum positif terhadap pengendara yang patuh dan taat pada peraturan lalu lintas di jalan.

Alih-alih, sekadar memberikan hukuman yang berat pada pelanggar. Para aparat di sana, juga memberikan penghargaan bagi mereka yang tidak melanggar aturan. Semacam, punishment and reward di perusahaan bagi karyawan.

Menteri Perhubungan Malaysia Anthony Loke, dikutip dari Paultan.org, mengatakan, rencana pemberian penghargaan ini sudah mulai dalam tahap diskusi dengan pihak Asosiasi Asuransi Malaysia (PIAM). Pasalnya, bagi pengendara yang patuh, bakal diberikan poin yang secara akumulatif, bisa menjadi diskon untuk biaya asuransi kendaraan mereka.

Baca juga: Polisi Tunda Rencana Ganti Warna Pelat Nomor Kendaraan

FOLLOW IG @MotorisIndonesia, buat grafis otomotif terkini lainnya. “Honda CR-V Hybrid Segera Dijual.”

“Diskusi dengan PIAM akan dilakukan segera, bahkan ide ini datang dari PIAM, ketika berbincang dengan mereka. Kami tidak mau dilihat hanya memberikan hukuman bagi warga, kami mau orang-orang sadar, kalau tujuan utama kami adalah mengedukasi soal perilaku berkendara mereka,” kata Loke.

Pemerintah Malaysia, baru saja menerapkan sistem lalu lintas baru, berupa Automated Awareness Safety System (AWAS), mulai 1 September 2018. Sederhanya, sistem ini adalah pengoperasian 45 kamera otomatis di jalan secara nasional.

Dari seluruh kamera yang beroperasi, 29 diantaranya adalah pendeteksi kecepatan dan 16 unit lainnya adalah menjaga ketertiban di persimpangan lampu lalu lintas. Kamera ini akan merekam langsung plat nomor pengendaraa. Setiap pelanggar bakal mendapatkan surat cinta dari aparat, berupa denda, dan poin penalti.

Pelanggaran pertama, pengendara bakal mengantongi 20 poin penalty, hanya diberikan peringatan pertama dan terakhir, tetapi wajib membayar denda, maksimal 60 hari setelah surat pelanggaran dikirimkan. Pelanggaran kedua, bakal ada tambahan 20 poin penalti lagi, kondisi ini membuat pengendara harus membayar denda dan SIM-nya disita, mulai 6 sampai 8 bulan.

Kalau, masih melanggar lagi, 20 poin penalti lagi bertambah, dan SIM disita mulai 8-12 bulan (1 tahun). Bagi pelanggar yang mangkir dari sidang dan melakukan pembayaran, bakal masuk daftar hitam (blacklisted), dan jangan harap bisa melakukan transaksi terkait negara. (Sna)

CATEGORIES
TAGS
Share This