Aneh, Astra Malah Kurangi Kredit LCGC 

Aneh, Astra Malah Kurangi Kredit LCGC 
Ilustrasi LCGC Astra (Ist)

Jakarta, Motoris – Astra adalah rajanya mobil murah alias LCGC. Pangsa pasar Astra di segmen ini per Juli 2018 mencapai 72%, melalui empat mobil, Toyota Agya dan Calya, serta Daihatsu Sigra dan Ayla.

Tapi, anehnya, Grup Astra malah mengurangi kucuran pembiayaan ke segmen ini. Alhasil, pembiayaan konsumen Grup Astra turun 6% menjadi Rp 39,7 triliun. Untungnya, laba bersih dari perusahaan pembiayaan mobil Grup Astra meningkat 2% menjadi Rp 512 miliar, disebabkan oleh penurunan provisi. Astra bermain di bisnis ini melalui ACC dan Toyota Astra Financial Services (TAF).

Kinerja perusahaan yang terakhir itu memang terpukul tahun ini, seiring naiknya provisi. Selama semester I tahun ini, TAFS merugi Rp 31 miliar, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 154 miliar, berdasarkan laporan keuangan TAFS yang dirilis di laman BEI, belum lama ini.

Pendapatan TAFS sebenarnya turun tipis dari Rp 1,39 triliun menjadi Rp 1,268 triliun. Namun, provisi TAFS membengkak menjadi Rp 360 miliar dari sebelumnya Rp 292 miliar. Dari keterangan sejumlah analis, TAFS banyak bermain di segmen LCGC, sehingga NPL membengkak. Dalam kondisi ini, provisi harus dinaikkan demi meng-cover kredit yang dihapusbukukan.

Baca Juga: Program Minta Diperpanjang, Transmisi LCGC Masih Impor 

Toyota-Agya-LCGC-Toyota-dok.Istimewa

Astra beruntung memiliki PT Federal International Finance (FIF) yang fokus pada pembiayaan sepeda motor. Laba perusahaan ini meningkat 20% menjadi Rp1,1 triliun, disebabkan portofolio pembiayaan yang lebih besar.

Secara total, laba bersih bisnis jasa keuangan Grup Astra meningkat 5% menjadi Rp 2,1 triliun, didorong peningkatan kontribusi dari bisnis pembiayaan konsumen. Selain pembiayaan konsumen, Astra bermain di pembiayaan alat berat, asuransi, dan bank. (gbr)

 

FOLLOW IG @Motorisindonesia, buat grafis otomotif terkini lainnya. “Akhirnya Ada Innova Facelift”.

CATEGORIES
TAGS
Share This