IIMS Lebih Pede dari GIIAS

IIMS Lebih Pede dari GIIAS
Gelaran IIMS 2018 dibuka dan dihadiri oleh Presiden Jokowi. dok. Mobil123.com

Jakarta, Motoris – Langkah Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) tidak merilis angka transaksi penjualan selama pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018, seolah mengingkari tradisi mereka sendiri. Dalam beberapa tahun terakhir, pihak Gaikindo selalu mengumumkan nilai transaksi yang selalu tumbuh setiap periode, tapi sepertinya hasil serupa gagal diperoleh dalam pameran tahunan yang dihelat Agustus 2018 lalu.

Dari pantauan dan pengalaman langsung Motoris di lapangan, pameran GIIAS tahun ini memang terasa lebih lenggang teruma pada akhir pekan yang biasanya jalan saja sulit di selasar lantai pameran. Dari obrolan beberapa pihak merek peserta pameran juga menyatakan, terjadi penurunan sekitar 30 persen jumlah pengunjung.

“Saya dapat laporan dari penyelenggara pameran turun 30%, karena jumlah pengunjung di stan kita juga turun segitu. Merek lain juga,” kata salah satu kolega Motoris yang juga eksekutif ATPM Jepang, di Banten, belum lama ini.

Pihak Gaikindo hanya menyatakan kalau jumlah pengunjung dan transaksi penjualan GIIAS 2018, kurang lebih sama seperti tahun lalu, tanpa menyebut angka pastinya berapa.

Baca juga: Kritik Pedas Peserta Pameran Buat GIIAS 2018

GIIAS jadi pameran resmi yang dimiliki asosiasi otomotif, Gaikindo. dok. SevenEvents

Berbeda dengan Dyandra Promosindo, sebagai penyelenggara Indonesia International Motor Show (IIMS), malah psywa,r sudah menyebutkan target transaksi untuk IIMS 2019 yang akan berlangsung 25 April hingga 5 Mei tahun depan.

Hendra Noor Saleh, Project Director IIMS 2019 mengatakan bahwa untuk target transaksi IIMS 2019 diharapkan mencapai Rp 4,6 triliun. “Kalau IIMS 2018 pencapaian kita Rp 4,4 triliun, jadi untuk tahun depan kurang lebih naik sedikit,” ungkap Hendra di Jakarta belum lama ini.

Menurut pria yang kerap disapa Kohen itu, target yang dicanangkan untuk tahun depan cukup realistis dengan keadaan dan juga kondisi. Paling penting, yaitu terjadi peningkatan antar setiap tahunnya.

“Kami melihat realistis saja, tidak terlalu berekspetasi tinggi tetapi nanti hasilnya mengecewakan, tetapi yang wajar-wajar saja,” tutur Kohen.

Baca juga: Ada Jokowi Effect, Sembilan Hari IIMS Raup Rp 2,5 Triliun

FOLLOW IG @MotorisIndonesia, buat grafis otomotif terkini lainnya. “Daftar Mobil Impor Terbaik di Indonesia”.

Kohen juga optimistis dengan IIMS tahun depan. Apalagi setelah melihat respons dari para agen pemegang merek (APM) yang begitu luar biasa, ketika Dyandra memaparkan program atau tentang IIMS 2019.

“Penyelenggaraan IIMS setiap tahunnya selalu bertumbuh baik. Tahun depan bisa jadi titik puncak IIMS atau keberhasilan IIMS selama beberapa tahun terakhir,” kata dia.

Perlu diingat bahwa sejak 2015, terjadi semacam persaingan antar pihak IIMS dan juga GIIAS. Alhasil, tahun itu ada dua pameran otomotif yang keduanya mengklaim sebagai pameran otomotif berskala internasional, bahkan diadakan di bulan sama, yaitu Agustus.

Tahun depan, sama seperti 2018, waktunya berbeda, IIMS bergeser menjadi April, sementara GIIAS tetap Agustus. (kpr)

CATEGORIES
TAGS
Share This