Impor Otomotif Buang Banyak Devisa

Impor Otomotif Buang Banyak Devisa
Ilustrasi, Presiden Jokowi hadir di perayaan ekspor Toyota yang ke-1 juta unit - dok.Setkab

Jakarta, Motoris – Sektor otomotif yang diandalkan untuk menggenjot ekspor nonmigas nasional malah getol membuang devisa. Ini terlihat pada besarnya impor otomotif sepanjang tahun ini.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), belum lama ini, per Agustus 2018, impor kendaraan dan bagiannya alias otomotif melonjak 24% menjadi US$ 5,4 miliar dibandingkan periode sama tahun lalu US$ 4,3 miliar. Impor otomotif berada di posisi empat impor nonmigas di bawah mesin dan pesawat mekanik US$ 17,5 miliar, besi dan baja US$ 6,4 miliar, plastik dan barang darii plastik US$ 5,96 miliar.

Selama periode itu, total impor nonmigas melejit 23,8% menjadi US$ 104,4 miliar, sedangkan ekspor nonmigas US$ 108,6 miliar, sehingga masih ada surplus US$ 4,2 miliar. Sayang, Indonesia bonyok di ekspor impor migas, sehingga akhirnya terjadi defisit perdagangan US$ 4,1 miliar. Ini berkontribusi melemahkan rupiah hingga 10% sepanjang tahun ini dan menyentuh Rp 14.900 dolar per AS.

Kembali ke impor otomotif, nilainya sebenarnya turun pada Agustus 2018 menjadi US$ 671 juta dari Juli sebesar US$ 827 juta. Namun, lantaran pada bulan-bulan sebelumnya tinggi, akhirnya secara kumulatif terjadi lonjakan impor.

Baca juga: Mercedes Indonesia Minta Pembatasan Impor Berlaku Secara Adil

Ilustrasi, ekspor Mitsubishi Xpander – dok.Kompas.com

Sumber di Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyatakan, memprediksi perdagangan otomotif defisit hingga tutup tahun. Alasannya, terjadi peningkatan impor yang sangat tinggi, terutama kendaraan komersial seperti truk dan pikap yang merupakan barang modal. “Selain itu, ada impor excavator dan kendaraan berat untuk sektor konstruksi,” papar dia.

Pabrikan mobil yang punya pabrik di Indonesia, seperti Toyota memang berupaya memacu ekspor, yang tahun ini dibidik 250 ribu unit dari realisasi 2017 sebanyak 231 ribu unit. Tapi, tetap saja pertumbuhan itu tak bisa mengimbangi lonjakan impor. Sebelumnya, pemerintah telah melarang impor supercar berkapasitas mesin 3.000 cc lebih untuk memangkas impor. (Gbr)

FOLLOW IG @MotorisIndonesia dan TWITTER @MotorisID, buat update grafis otomotif lainnya. “Sampai Agustus, Otomotif Masih Ikut Bikin Tekor Perdagangan.”

CATEGORIES
TAGS
Share This