Soal Ekspor, Data Toyota dan Daihatsu Dinilai Rancu

Soal Ekspor, Data Toyota dan Daihatsu Dinilai Rancu
Emblem Daihatsu - dok.Penasulsel.com

Jakarta, Motoris – Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyebut sepanjang Januari-September lalu jumlah ekspor mobil dari Indonesia ke sejumlah negara sebanyak 187.752 unit, dengan kontributor terbesar Daihatsu yang sebanyak 84.387 unit. Namun, data ini dipertanyakan mengingat sebagian model yang diekspor Daihatsu itu ternyata juga ada produk Toyota.

“Kita tidak masalah apakah itu Toyota atau Daihatsu yang bikin. Tetapi kalau saling klaim atas dasar merek ya itu urusan internal mereka. Ini kelihatannya memang sepele, tetapi memang perlu klarifikasi. Siapa yang mengekspor dan siapa yang produksi. Tapi sejauh ini tidak ada laporan dobel kok,” papar kolega Motoris di Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri, Kementerian Perdagangan, Jumat (19/10/2018).

Menurutnya, Gaikindo perlu memberikan penegasan kepada industri yang melakukan ekspor, bahwa ekspor yang dilaporkan itu sesuai merek atau bukan. Sedangkan, jika sebuah merek memproduksi suatu produk dan produknya diekspor dengan label merek lain, maka dia hanya cukup melaporkannya sebagai data produksi saja ke Asosiasi dan Kementerian Perindustrian.

Seperti diketahui, PT Astra Daihatsu Motor (ADM) juga memproduksi sejumlah varian mobil yang diberi label Toyota. Produk- produk Toyota  yang dibuat oleh Daihatsu itu antara lain Avanza, Rush, Agya (Wigo), TownAce, dan LiteAce. Produk ini juga diekspor oleh Daihatsu

Logo Toyota – dok.Istimewa

Jika semua model itu – ditambah Toyota Fortuner, Vios, Yaris, Sienta, sertaAvanza – dilaporkan Toyota sebagai produknya, maka sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini ekspor Toyota akan sebanyak 187.752 unit. Total ekspor Toyota pun jauh di atas Daihatsu.

Namun, nyatanya, data Gaikindo menyebut di rentang waktu Januari – September itu Daihatsu adalah merek pengekspor terbanyak. Jumlahnya, 84.387 unit. Jumlah itu naik 42,1% ketimbang periode sama tahun lalu yang sebanyak 59.012 unit.

Padahal, jika produk Toyota Avanza, Rush, Agya (Wigo), TownAce, dan LiteAce dikeluarkan dari daftar produk Daihatsu, maka merek ini tercatat hanya mengekspor GranMax yang jumlahnya hanya 1.189 unit.

Soal produksi
Sementara itu, Ketua I Gaikindo yang dikonfirmasi Motoris, Jumat (19/10/2018) mengaku tidak tahu persis dengan data di luar asosiasi itu, termasuk yang dirilis secara internal di masing-masing merek. Begitu pun dengan kebijakan di Toyota Group secara global, apakah memasukan produk Toyota ke Daihatsu dan sebaliknya dalam ekspor.

“Saya tidak tahu datanya seperti apa. Jadi saya tidak bisa berkomentar tentang itu. Setahu saya, Gaikindo hanya menerima laporan dari APM (Agen Pemegang Merek) dan merekapnya saja,” kata dia.

Menurut Jongkie, secara bisnis global Daihatsu Motor merupakan bagian dari Toyota Motor Corporation karena sebagian sahamnya telah dibeli. Daihatsu Indonesia atau Astra Daihatsu Motor, lanjutnya, selama ini juga diketahui memproduksi produk-produk yang penjualan dan pemasarannya dilakukan oleh Toyota.

Kendati begitu, dia tidak tahu persis kebijakan di grup tersebut. “Sebaiknya ditanyakan langsung ke Toyota Motor dan Daihatsu Motor (Corporation) saja,” ucapnya.

Tak dobel
Kepala Subdirektorat Otomotif, Direktorat Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan (ILMATAP) Kemenperin, Togu Sihombing menepis dugaan adanya laporan ganda soal laporan ekspor yang diserahkan oleh Toyota yang juga diklaim Daihatsu.

“Data yang masuk ke kami adalah data produksi. Sedangkan data ekspor impor, laporannya dari masing-masing automaker yang mereka kirim ke Gaikindo ditembuskan ke kemenperin,” tuturnya saat dihubungi Motoris, Jumat (19/10/2018).

Menurutnya, data yang diserahkan ke Gakindo itu sudah dipilah dan dipilih antara produksi Daihatsu dan Toyota. Begitu pun dengan produk hasil kolaborasi antara keduanya.

“Pastinya tidak ada double count. Yang masuk ke kami justeru total produksi, mana untuk domestik dan mana untuk ekspor,” kata dia.

Sementara, Public Relation Manager PT Toyota Astra Motor (TAM) Rouli Sijabat saat dikonfirmasi Motoris, tidak bersedia berkomentar soal ini. Begitu pun dengan salah seorang petinggi PT Astra Daihatsu Motor. (Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This