Ekspor Raih Primaniyarta Award, Impor Suzuki Jalan Terus

Ekspor Raih Primaniyarta Award, Impor Suzuki Jalan Terus
Ekspor Suzuki meraih penghargaan Primaniyarta 2018, dari Kementerian Perdagangan Indonesia,.

Jakarta, Motoris – PT Suzuki Indomobil Motor (SIM) tahun ini menerima penghargaan Primaniyarta Award atas kiprahnya dalam melakukan ekspor mobil. SIM mengaku telah melakukan kegiatan ekspor sejak tahun 1993.

Selama 25 tahun ekspor yang dicatatkan Suzuki Indonesia ini sebanyak 484.023 unit mobil dan motor 723.670 unit. Jumlah ekspor itu dalam wujud komplit (CBU) maupun terurai (CKD).

“Produk-produk tersebut diekspor ke 109 negara tujuan di berbagai wilayah seperti Afrika, Asia, Timur Tengah, Amerika Latin dan Karibia, Oseania, hingga Eropa,” tutur Managing Director  SIM, Tomio Yoshida, dalam siaran pers, Jumat (26/10/2018).

Dia menegaskan, Primaniyarta Award yang diterima Suzuki Indonesia kali ini juga menjadi bukti bahwa penerapan produk berstandar tinggi diakui nasional maupun global. Suzuki, kata dia, memprioritaskan kepercayaan dan keamanan konsumen, lebih responsif pada pengembangan kualitas sumber daya manusia, manufaktur, hingga pasar.

Baca juga: Toyota Indonesia Bikin Sienta Versi Khusus, Siap Diekspor

Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi, menyerahkan tropi Primaniyarta kepada Tomio Yoshida, di ICE, BSD City, Tangerang, 14 Oktober 2018 – dok.PT SIM

Sepanjang tahun 2017, lanjut Yoshida, 33% pemasukan SIM berasal dari ekspor. Dia berharap kinerja ini mampu memberi sumbangsih bagi perekonomian Indonesia. “Untuk menjawab harapan eskpor tersebut, Suzuki akan melanjutkan produksi kendaraan berstandar global,” ucap dia.

Penghargaan ini diserahkan oleh Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi, kepada Tomio Yoshida, di ICE, BSD City, Tangerang, Rabu (24/10/2018) lalu.

Masih impor
Sementara itu, di sela acara peresmian ekspor perdana Suzuki All New Ertiga di Cikarang, Senin (22/10/2018), Presiden Direktur PT SIS, Seiji Itayama mengakui pihaknya hingga kini masih mengimpor sejumlah produk. Ada tiga produk atau model yang diimpor yakni Suzuki Ignis, Suzuki Baleno hatchback, serta Suzuki SX4 S-Cross

“Iya, kami sampai saat ini masih mengimpor tiga model itu,” ujarnya.

Menurutnya, hingga kini Suzuki telah mempunyai lima pabrik besar di dunia. Selain di Indonesia pabrik itu berada di India, Jepang, Thailand, dan Hungaria. Masing-masing memiliki kehasan produk tersendiri sesuai dengan strategi global.

Begitu pun dengan pabrik yang berada di Asia yakni India, Thailand, dan Indonesia. Oleh karena itu, kata dia, jika tiga model itu – Ignis, Baleno, dan SX4 S-Cross – diproduksi di Indonesia juga akan percuma.

Baca juga: Impor Otomotif Buang Banyak Devisa

Suzuki Ignis, salah satu mobil yang masih diimpor secara utuh oleh Suzuki Indonesia – dok.Motoris

Terlebih, jika pasar tujuan ekspor juga sama di kawasan Asia. Oleh karena itu, lanjut dia, strateginya adalah melakukan persilangan. Konkretnya, Suzuki Indonesia mengimpor produk dari Suzuki Maruti India, tapi mengkespor komponen ke negara itu.

“Sebenarnya Suzuki maunya tiga model yang sekarang sedang kami impor itu, yang dari India itu, tetap impor tapi kami cukup mengerti kondisi indonesia, cukup mengerti arahan pemerintah Indonesia,” kata Itayama.

Meski begitu,  sebut pria yang juga menjabat Presiden Direktur SIM itu, Suzuki Indonesia berusaha untuk melokalkan produksi satu di antara tiga model itu ke Indonesia. Meski, saat ini proses itu baru dalam tahap studi.

Sementara, data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia menunjukan sepanjang Januari-September impor Ignis, Baleno, S-Cross, Ertiga Diesel, dan Grand Vitara mencapai 20.630 unit. Sedangkan ekspornya Januari-September 2018 sebesar 18,202 unit atau turun 9,30%. (Ara)

FOLLOW IG @MotorisIndonesia, TWITTER @MotorisID, FB Page @MotorisIndonesia, buat info dan grafis otomotif terkini lainnya. “Suzuki Kelabakan Penuhi Pesanan Jimny Baru.”

CATEGORIES
TAGS
Share This