Euro 4 Sudah Berlaku, BBM Pertamina Masih Terbatas

Euro 4 Sudah Berlaku, BBM Pertamina Masih Terbatas
Ilustrasi standar Euro4

Jakarta, Motoris – Meski peraturan tentang penerapan standar Euro 4 bagi mobil baru yang dijual di Indonesia telah berlaku efektif sejak 1 Oktober lalu, ternyata PT Pertamina (Persero) selaku perusahaan penyedia Bahan Bakar Minyak (BBM) masih belum mendistribusikan BBM berstandar Euro 4 ke seluruh wilayah. Bahkan, hingga saat ini BBM standar itu baru bisa ditemui di wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten.

Kolega Motoris di Direktorat Pengendalian Pencemaran Udara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyebut, semestinya Pertamina yang diberikan wewenang dan tanggung jawab produksi dan distribusi BBM juga sejalan dengan pemberlakuan aturan standar Euro 4 itu.

“Kami dapat informasi penyebaran BBM standar Euro 4 masih terbatas. Padahal, mestinya, jauh sebelum aturan ini berlaku sudah siap baik dari sisi produksi maupun distribusi. Karena aturan itu sudah menjadi keharusan di kita. Jangan karena alasan, kilang yang memproduksi hanya satu di Balongan, dan masih baru. Ya kita kan enggak bisa dengan alasan itu produksi dan distribusi terbatas seterusnya. Harus ada upaya lebih,” ungkap sang kolega saat dihubungi Senin (29/10/2018) malam.

Baca juga: Euro IV Belum Jelas, Pertamina Sudah Bicara Euro V

Truk pengangkut Pertamax Turbo, salah satu BBM yang memenuhi standar emisi Euro IV di Indonesia. dok. SinarHarapan.net

Sebelumnya, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Adiatma Sardjito menyebutkan pihaknya akan menyediakan semua jenis bahan bakar bakar (bensin dan solar) berstandar Euro 4 pada tahun 2021. Untuk saat ini, baru Pertamax Turbo yang bisa memenuhi standar Euro 4, dihasilkan oleh kilang Pertamina di Balongan, Cepu, Jawa Tengah.

Sebaran ketersediaan BBM ini juga masih terbatas di wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, serta Banten. “Jadi kalau sekarang memang masih itu. Penyebarannya juga akan coba kami perluas lagi ke seluruh SPBU kami,” kata dia seperti dikutip Kompas.com, akhir pekan lalu.

Tanggapan industri
Sampai saat ini, dari 798 unit Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang dimiliki Pertamina, baru 329 yang sudah menyediakan Pertamax Turbo berstandar Euro 4. Lantas bagaimana dengan masyarakat yang memiliki mobil berstandar Euro 4 dan harus diisi BBM standar itu tetapi di luar ketiga wilayah tersebut? Bagaimana tanggapan kalangan industri mobil?

“Kendaraan bermotor mobil atau KBM dengan standar Euro 4 memang harus diisi dengan BBM yang cocok. Kalau tidak, tentu dalam waktu cepat atau lambat akan mengalami masalah. Pemilik bisa menghadapi persoalan,” tutur Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Jongkie Sugiarto dalam pesan elektronik kepada Motoris, Senin (29/10/2018).

Padahal, lanjut Jongkie, Gaikindo telah meminta kepada Pertamina agar mulai Oktober tahun ini BBM berstandar Euro 4 sudah ada di seluruh Indonesia. “Meskipun tidak harus di setiap SPBU ya. Tetapi, setidaknya di setiap kota sudah tersedia di beberapa SPBU,” kata dia.

Kantor pusat PT Pertamina (Persero) – dok.Istimewa

Hanya, sampai saat ini Gakindo belum mendapatkan laporan soal perkembangan ketersediaan BBM Euro 4 tersebut di seluruh Indonesia. Lantaran itulah, Gakindo akan menggelar rapat dengan para agen pemegang merek (APM) kendaraan bermotor mobil, termasuk untuk mendapatkan masukan apakah ada keluhan dari masyarakat terkait dengan BBM tersebut.

“Kita tunggu saja laporannya bagaimana,” imbuhnya. (Ara)

FOLLOW IG @MotorisIndonesia, TWITTER @MotorisID, dan FB @MotorisIndonesia, buat informasi dan grafis terkini otomotif lainnya. “Rush Malaysia Lebih Wah dari Indonesia.”

CATEGORIES
TAGS
Share This