Jalan Singkat Wuling Terjun ke Segmen Komersial

Jalan Singkat Wuling Terjun ke Segmen Komersial
Wuling Formo versi Blind Van - dok.Istimewa

Jakarta, Motoris – PT SGMW Indonesia atau Wuling Motors Indonesia, Rabu (7/11/2018) resmi meluncurkan kendaraan komersial ringan pertamanya, Wuling Formo. Model lama kemasan baru ini ditawarkan dalam dua bentuk,  minibus dan blind van dengan basis Confero standar.

Langkah Wuling menciptakan varian kendaraan komersial dengan basis mobil penumpang (passanger car) boleh dibilang sebagai jalan singkat. Meski dibekali mesin baru, tetapi bukan menciptakan kendaraan yang khusus untuk mengangkut barang, tetapi mengeksploitasi kendaraan yang sudah ada.

Meski memiliki sejumlah keunggulan yang ditawarkan mulai dari kapasitas kargo yang besar hingga harga miring, namun blind van Wuling Formo memiliki beberapa bagian yang perlu dikritisi.

Salah satu hal yang patut dipertanyakan adalah, blind van ini tak seperti pesaingnya – yakni Daihatsu Gran Max dan Suzuki APV blind van – ternyata tidak menggunakan pintu geser. Aftersales Director Wuling Motors, Taufik S. Arief boleh saja berdalih bahwa hasi studi Wuling Indonesia menunjukan bahwa hasil studi pihaknya menunjukan akses utama memasukan barang selama ini dilakukan orang dari pintu belakang.

“Sehingga yang kita lakukan fokus atau prioritas dari pemilik kendaraan ini, akses utama untuk memasukan barang itu masih dari belakang. Misalnya bawa barang dengan dimensi panjang seperti kain itu kebanyakan memasukannya dari belakang,” ujarnya di sela acara peluncuran di Jakarta, Rabu (7/11/2018).

Baca juga: Sodokan Wuling di Pengujung Tahun, Confero Blind Van

Kapasitas muat Wuling Formo blind van setara dengan 595 kilogram – dok.Istimewa

Bagi kolega Motoris di Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang paham betul tentang kendaraan komersial jenis ini menyebut pendapat itu tak sepenuhnya keliru. Namun, juga tidak 100% benar.

Sebab, kata sang kolega, yang namanya kendaraan komersial, itu sebaiknya dibuat sangat fleksibel. Jadi, apa pun kegiatan bisnisnya bisa dilakukan dengan pas saat menggunakan kendaraan itu.

“Kan yang disasar oleh kendaraan tersebut bukan hanya penjual kain atau galah, antena, atau lainnya yang panjang-panjang. Tapi juga beragam. Lah, kalau ingin menggarap semua segmen tentunya soal aksesabilitas ini penting. Jadi, kalau hanya berpikir selama ini orang lebih suka dari pintu belakang, bisnisnya apa saja? Kalau pemikirannya seperti itu, kurang luas,” paparnya saat dihubungi, Rabu (7/11/2018).

Sementara pada saat pintu kedua itu dibuka, sudut yang tercipta tidak sampai 90 derajat Sehingga ketika orang memasukan barang bawaan berupa kardus besar juga akan kesulitan.

Tanpa Airbag
Catatan penting kedua di kendaraan komersial ini adalah tidak adanya peranti pendukung keselamatan berkendara yakni airbag atau kantung udara. Padahal, seperti yang diungkapkan oleh kolega Motoris di Gaikindo, peranti itu memang bukan menjamin pengemudi dan penumpang disampingnya bakal pasti selamat saat terjadi kecelakaan.

“Tetapi, yang namanya manusia harus antisipasi terhadap sesuatu yang buruk terjadi. Makanya mobil itu – tidak peduli buat keluarga atau sopir angkutan barang – semestinya dilengkapi airbag. Karena coba lihat hasil penelitian NHTSA, IIHS, EuroNCAP, Asia NCAP, itu menunjukan pentingnya airbag jika terjadi kecelakaan. Fakta selama ini menunjukan, airbag mengurangi risiko fatal hingga 50% jika terjadi kecelakaan. Nah, kalau tidak dilengkapi airbag bagaimana keamanan sopirnya?,” ungkapnya.

Sang kolega menduga, dua hal – pintu geser dan airbag – tidak digunakan di Formo itu dilakukan demi membuat harga jual bisa semiring mungkin. Harga Formo blind van ini Rp 135,8 juta on the road Jakarta.

Baca juga: Wuling Formo Datang, Bisa Bikin Calya dan Sigra Meriang

Wuling Formo blind van belum menggunakan pintu geser seperti para pesaingnya yang ada di Indonesia – dok.Motoris

“Wuling selama ini terkesan memakai strategi harga murah untuk menggaet konsumen. Pricing strategy ini untuk menggedor lawan-lawannya, karena memang konsumen akan melihat harga sebagai aspek utama, apalagi untuk keperluan bisnis,” ucap dia.

Langkah yang dilakukan Wuling ini juga berkebalikan dengan  merek-merek atau produsen lain, yakni membuat kendaraan komersial dengan basis kendaraan penumpang. Padahal, para kompetitor sebaliknya, yakni kendaraan komersial digunakan sebagai kendaraan penumpang. Sebut sebagai contoh Daihatsu Gran Max, Suzuki APV, serta Nissan Evalia.

Meski, itu bisa dipahami saat Vice President Vehicle Sales, Service, and Marketing of Wuling Motors, Cindy Cai, memang sengaja memberikan kenyamanan pada sebuah kendaraan komersial. “Ini sebagai bukti komitmen kami untuk mendukung binis pelanggan, seperti tagline di kendaraan kami ini,  yaitu bikin usaha makin nyaman,” ucap dia.

Formo memang menawarkan beberapa keunggulan. Ukuran bodi yang besar dan ruang kabin yang luas setara 3.200 liter dengan kapasitas angkut 595 kilogram. Formo dibuat dengan basis Confero yang memiliki dimensi panjang 4.493 mm, lebar 1.691 mm, dan tinggi 1.715 mm serta jarak poros roda atau wheelbase 2.720 mm.

Seperti di varian minibus, blind van ini juga dilengkapi electronic power steering (EPS), instrument cluster dengan Multi Information Display (MID), sabuk pengaman, dan AC single blower. Selain itu ada  head-unit internal AM/FM dan koneksi USB, power outlet 12V, serta power window.

Sedangkan mesin bensin 1.206 cc 4-silinder, DOHC, I-VVT diklaim mampu menyemburkan tenaga hingga 77,5 hp di putaran mesin 5.600 rpm dan torsi 110 Nm pada 3.600-4.00 rpm. (Ara)

FOLLOW IG @MotorisIndonesia, TWITTER @MotorisID, FB PAGE @MotorisIndonesia, buat info dan grafis otomotif terkini lainnya. “Cara Toyota Indonesia Ngegas Penjualan Rush.”

 

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS