Raup 7% Pangsa Pasar, Penjualan Sienta Masih Ambles

Raup 7% Pangsa Pasar, Penjualan Sienta Masih Ambles
Toyota Sienta mendapatkan sentuhan ubahan baru di Malaysia, yang diimpor CBU dari Karawang - dok.Istimewa

Jakarta, Motoris –  Penjualan MPV Toyota Sienta kian ambles , setelah di semester pertama anjlok  73%  dibanding periode sama tahun lalu, hingga November lalu  tercatat masih ambles  hingga 68,38%. Kendati begitu, tanda akan adanya pembaruan  di mobil  ini hingga masih remang-remang.

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukan di semester pertama tahun ini, Sienta hanya terjual 2.253 unit. Padahal di rentang waktu yang sama pada tahun 2017, penjualan masih sebanyak 8.580 unit.

Tren penurunan ternyata masih terjadi hingga rentang waktu  lima bulan setelahnya, meski tak sebanyak sebelumnya. Walhasil, dalam kurun waktu sebelas bulan, penjualan MPV ini tercatat sebanyak 14.899.

Jumlah itu ambles 73% dibanding rentang waktu Januari-November tahun lalu. Meski, dalam daftar penjualan MPV di Tanah Air, dia berada di urutan kedua setelah Toyota Innova, namun pangsa pasarnya tak lebih dari 7,0%.

Toyota Sienta versi facelift untuk pasar lokal Jepang – dok.Istimewa

Hanya, PT Toyota Astra Motor (TAM) masih  menutup rapat soal  strategi menghadapi persoalan ini. Agem pemegang merek Toyota di Indonesia itu terkesan ‘jaga image’ dengan berkelit  dan beralibi penjualan masih lumayan. Kendati di negara lain – khususnya di Jepang  – telah ada versi penyegaran.

“Memang, ada tren seperti itu (penurunan). Tetapi, dalam bisnis, naik turun itu sesuatu yang wajar. Nah, terkait improvement atau refreshment, tentu kami masih pelajari produk, dan market-nya seperti apa. Sienta di Indonesia diproduksi Toyota di Indonesia. Sehingga, jika di negara lain sudah perubahan bukan berarti dengan serta-merta kita juga berubah,” papar General Manager TAM, Fransiscus Soerjopranoto, saat ditemui di sela media gathering, di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Pengembangan
Sementara itu, Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Bob Azam di tempat yang sama mengatakan, selaku pihak yang memproduksi produk pihaknya siap melakukan pengembangan. Termasuk penyegaran terhadap produk.

“Tetapi, kapan waktunya dan apa saja yang diubah atau dikembangkan lagi, itu tergantung kebutuhan dan tren keinginan di masyarakat. Kalau TMMIN kan yang memproduksi saja,” ungkap Bob.

Dia lantas mencontohkan salah satu pengembangan Sienta saat ini adalah versi untuk para manula dan penyandang disabilitas. Versi untuk sudah dipamerkan di ajang Indonesia Trade Expo ke-33 di Indonesia Convention Center (ICE), BSD City, Tangerang, Rabu (24/10/2018).

Toyota New Sienta versi khusus yang dipmaerkan di Indonesia Trade Expo 2018 di ICE, BSD City, Tangerang – dok.Motoris

Hanya, Bob mengaku tidak bisa memastikan apakah versi ini akan dipasarkan di dalam negeri. Pasalnya, untuk pemasaran merupakan otoritas PT TAM. “Tetapi, kita akan tawarkan ke luar negeri  karena pasarnya cukup potensial,” kata dia.

Sedangkan Soerjopranoto mengaku masih mempelajarinya. Meski begitu, dia mengakui kehadiran versi itu menarik untuk diperkenalkan sebagai portofolio varian produk untuk emenuhi beragam kebutuhan konsumen.

“Tapi intinya, kami masih mempelajarinya,” ucap dia. (Ara)

 

 

CATEGORIES
TAGS
Share This