Sudah Ganti Juragan, Jualan Mazda Masih Segitu Aja

Sudah Ganti Juragan, Jualan Mazda Masih Segitu Aja
Mazda CX-5 Anniversary Edition, dengan beberapa sentuhan pembeda- dok. Eurokars/Mazda

Jakarta, Motoris – Berita menghenyak pubik Indonesia terjadi di pertengahan Oktober 2016 lalu, ketika PT Mazda Motor Indonesia (MMI) menyatakan hengkang dari Indonesia dan segala urusan yang menyangkut distribusi dan penyediaan suku cadang mobil Mazda diambil alih oleh PT Eurokars Motor Indonesia (EMI). Kini, setelah dua tahun berselang ternyata penjualan merek ini masih belum berubah, masih segitu-gitu saja, bahkan malah lebih rendah.

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukan, sepanjang Januari-November lalu, EMI membukukan penjualan dari pabrik ke diler (wholesales) mobil Mazda sebanyak 5.244 unit. Memang, dibanding rentang waktu yang sama tahun 2017, jumlah ini naik 47,55%.

Namun, dibanding target yang dipatok untuk tahun ini yang sebanyak 8.000 unit, masih jauh. Kendati, angka ini sudah terbilang ‘menggembirakan’ karena melampaui penjualan tahun 2017 yang hanya 3.861 unit saja.

Bahkan sejak di awal-awal tahun, Presiden Direktur PT EMI Roy Arman Arfandy sudah optimistis target 8.000 unit bisa tercapai. “Target di Indonesia 8.000 unit,” tutur Roy di sebuah acara yang berlangsung di Jakarta Selatan, Rabu (23/5/2018).

Roy Arman Arfandy, Presiden Direktur PT EMI bersama Ricky Thio, Direktur Sales, Marketing & PR di depan Mazda CX-9 terbaru dalam acara Mazda Power Drive 2018 – dok.Istimewa

Tapi, jangan hanya melihat hanya membandingkan keadaan saat ini dengan tahun lalu saja. toh tahun lalu manajejen juga sudah di tangan EMI. Tapi, ada baiknya juga dilihat di beberapa saat dan menjelang MMI hengkang dan kemudian digantikan EMI.

Selisih jauh
Kondisi saat itu ternyata masih lebih bagus. Walau sejatinya terus mengalami kemerosotan sejak tahun 2013. Data berbicara, pangsa pasar Mazda di Indonesia memang hanya di kisaran 1% atau lebih sedikit dari total penjualan mobil secara keseluruhan.

Tapi, volumenya masih jauh di atas yang dibukan saat ini. Tercatat, pada tahun 201, dari total penjualan mobil di Tanah Air yang sebanyak 894.180 unit, 8.933 unit di antaranya merupakan mobil Mazda atau sekitar 1%-nya.

Lantas di tahun berikutnya – atau 2012 – dari 1.116.224 unit penjualan mobil dari seluruh merek, 12.931 unit atau 1,11%-nya adalah mobil Mazda. Artinya, di tahun itu terjadi peningkatan besar tetapi sekaligus titik balik.

Sebab, di tahun 2013, meski total penjualan mobil mengalami peningkatan menjadi 1.229.904 unit, namun volume penjualan Mazda malah mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya, atau hanya 11.239 unit yang setara dengan 0,91% dari seluruh penjualan.

Ilustrasi, Mazda CX-3 – dok.Istimewa

Tren penurunan terus terjadi. Tahun 2014 hanya 9.230 unit atau 0,76%, kemudian di tahun 2015 turun lagi menjadi 8.895 unit (atau 0,88%). Sedangkan sepanjang Januari-September 2016 atau di masa transisi sebelum MMI menyatakan cabut dari Indonesia, penjualan merek ini sebanyak 4.564 unit.

Jadi, jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelum MMI pergi, penjualan Mazda saat ini sejatinya masih terpaut jauh. (Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This