Tantangan Berat Xenia Baru Rebut Kembali Posisi Kedua

Tantangan Berat Xenia Baru Rebut Kembali Posisi Kedua
Tampilan Daihatsu Xenia Facelift yang beredar di media sosial- dok.Istimewa

Jakarta, Motoris – Seperti halnya versi facelift dari saudara kembarnya – Toyota Avanza – versi anyar Daihatsu Xenia juga bakal diluncurkan di pertengahan bulan Januari ini, dengan harapan menjadi gebrakan awal di tahun baru 2018. Namun, beban berat yang harus dipikul Xenia lebih besar ketimbang saudaranya itu dalam mengembalikan marwah sebagai mobil laris kedua – setelah Toyota Avanza – di segmen low MPV.

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukan, sepanjang rentang Januari-November lalu penjualan ritel Daihatsu Xenia hanya 27.808 unit atau 16% dari total penjualan. Artinya merosot cukup dalam, mengingat penjualan di kurun waktu yang sama tahun 2017 masih sebanyak 32.728 unit atau 20% dari total penjualan ritel.

Begitu pun dalam hal wholesales atau penjualan dari pabrik ke diler sepanjang 11 bulan pertama itu. Tercatat, sampai akhir November penjualan hanya 27.078 unit atau 15% dari total penjualan. Padahal tahun sebelumnya bisa mencapai 35.501 unit atau 20% dari total penjualan Daihatsu.

Lantas, akankah Xenia versi anyar atau versi facelift yang akan hadir itu mampu mengubah keadaan dan mengembalikan posisi kedua di daftar penjualan Low MPV – di bawah Toyota Avanza – seperti masa-masa awal kehadirannya? Soal kemungkinan, tentu sangat mungkin saja.

Tampilan belakang Daihtasu Xenia facelift – dok.Istimewa

“Tetapi sepertinya berat tantangan yang harus dihadapi. Pertama kehadiran pesaing seperti Mitsubishi Xpander dan Suzuki All New Ertiga. Apalagi jika nanti dua pesaing itu juga melakukan langkah-langkah strategis baik dalam tampilan maupun skema pembelian,” tutur kolega Motoris di Gaikindo saat dihubungi di Jakarta, Senin (7/1/2019).

Menurutnya, memang aspek utama yang dilihat calon pembeli mobil di Indonesia saat akan membeli mobil adalah tampilan. Jika ada tampilan baru atau model baru, masyarakat akan berpaling ke mobil tersebut.

Harga dan citra merek
Tetapi, lanjut sang kolega, aspek kedua dan ketiga yang sering mempengaruhi keputusan konsumen adalah soal harga dan merek, setelah itu teknologi atau fitur. Nah, apakah tampilan Xenia akan jauh lebih menarik ketimbang Xpander? Tentu tergantung subyektifitas konsuen.

Lalu, bagaimana dengan citra merek? Tergantung subyektifitas dan preferensi konsumen yang didasari berbagai variabel pula. Tetapi untuk harga, di sini hitungan lebih rasional terjadi. Terlebih, Toyota Avanza yang merupakan kembarannya juga memiliki banyak tipe yang secara harga juga terpaut sedikit atau bahkan sama dengan tipe-tipe tertentu Xenia.

“Kalau kemudian calon konsumen lebih mengutamakan brand, yang penting Toyota, meski fiturnya tidak sebanyak di tipe yang tinggi. Dengan harga yang sama, mereka tentu akan pilih Avanza. Begitu pun jika dihadapkan pada pilihan Xenia atau Xpander dalam kasus dan konteks serupa,” papar sang kolega.

Ilustrasi, Mitsubishi Xpander saat dipamerkan di IIMS 2018 – dok.Motoris

Terlebih selisih pencapaian kinerja penjualan antara Xenia dengan Xpander yang sepanjang Januari-November 2018 lalu menduduki peringkat kedua di daftar mobil terlaris di Indonesia. Xpander terjual (wholesales) 71.219 unit. Bandingkan dengan penjualan Xenia yang tak sampai setengahnya.

Bagaimana Daihatsu melihat kemungkinan ini? Pertanyaan Motoris yang ditujukan kepada Marketing & CS Division Head PT Astra International Tbk, Daihatsu Sales Operation (DSO), Hendrayadi Lastiyoso, melalui pesan elektronik sejak MInggu (6/1/2019) hingga kini belum mendapatkan penjelasan. “Nanti akan saya jawab,” ucap Hendrayadi. (Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This