Ketika Avanza Geram dan Xpander Jadi Sasaran Tembak

Ketika Avanza Geram dan Xpander Jadi Sasaran Tembak
Avanza geram, terlihat dari keputusannya mempertahankan harga plus diskon demi mengalahkan Xpander di pasar LMPV. dok. TAM/MMKSI

Jakarta, Motoris PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) memang lagi bahagia karena keberhasilan Xpander merenggut penjualan sang pimpinan pasar Toyota Avanza, medio 2018 lalu. Tapi, awal tahun ini sang raksasa, Avanza geram, mulai melancarkan serangan balik dengan jurus yang langsung menusuk ke konsumen yakni lewat disparitas harga.

Motoris tak perlu muluk-muluk bicara fitur dan level kenyamanan mobil sekelas low multi purpose vehicle (LMPV), karena sesuai segmennya yang pasti minim. Kalau mau punya mobil yang terasa mewah dengan kelengkapan fitur yang di atas rata-rata, ya pilih saja segmen di atasnya.

Segmen LMPV juga menjadi pasar dengan karakter volatilitas besar terhadap harga jual. Toyota yang sudah memasarkan Avanza selama 15 tahun, tentu sudah paham betul soal karakteristik konsumennya ini. Dasar ini juga yang akhirnya, last minute, manajemen Toyota memutuskan untuk menahan banderol New Avanza dan New Veloz, alias sama dengan harga model lawas.

“Dari awal rencananya seperti itu (harga naik), cuma pabrikan (PT Astra Daihatsu Motor) ada cost (ongkos produksi) yang harus dipertimbangkan. Terakhir, jadinya seperti itu (tidak naik),” kata kolega Motoris dari internal Toyota Indonesia, belum lama ini.

Baca juga: Strategi Jebakan Avanza yang Bisa Bikin Keder Xpander

Click me for more cool graphics…

Buat kompetitor, mungkin bakal melontarkan komentar kalau keputusan ini biasa saja. Tapi, Motoris yakin, ini bukti konkret kalau Avanza geram, memberikan peringatan keras kepada Xpander yang sudah terlalu mengusik sepanjang 2018. Keputusan Toyota menahan harga New Avanza dan New Veloz dilakukan di awal tahun, kondisi ketika hampir seluruh model mobil yang dipasarkan naik harga.

Momen penghitungan Pajak Bea Balik Nama (BBN) kerap jadi alasan masing-masing merek untuk bersama-sama mengerek banderol di awal tahun, biasanya setiap Januari. Begitu juga dilakukan oleh Mitsubishi, yang baru saja mengerek banderol semua varian Xpander, Rp 3 juta lebih mahal dari posisi harga Desember 2018. Pun, juga dilakukan Suzuki yang mengerek Rp 3 juta untuk semua varian Ertiga-nya.

Beda Rp 30 Jutaan

Strategi Toyota dengan mempertahankan harga jual Avanza dan Veloz baru juga belum berakhir. Lebih gila lagi, pihak diler yang secara terang-terangan menyatakan bakal menawarkan diskon untuk kedua model terbaru ini, lebih murah Rp 8 juta-Rp 12 juta.

Ini artinya, bakal ada disparitas harga yang cukup jauh antara Xpander dengan Avanza atau Veloz di pasar. Mengutip harga varian termahal Mitsubisi Xpander Ultimate A/T, punya price-list Rp 258,9 juta. Sedangkan, varian termahal New Veloz A/T, banderolnya hanya Rp 239,45 juta. Ada selisih Rp 19,45 juta.

Bayangkan, kalau ditambah dengan iming-iming diskon diler, maksimal Rp 12 juta, artinya perbedaan banderol antara keduanya sudah menyentuh Rp 31,45 juta. Seberapa besar logika berpikir konsumen di Indonesia, di segmen LMPV, ketika memutuskan membeli mobil baru. Rasanya, angka Rp 30 juta lebih, bisa sangat berguna untuk kebutuhan hidup yang lain.

Baca juga: Masa Bulan Madu Mitsubishi Xpander Mulai Berakhir

FOLLOW IG @MotorisIndonesia, TWITTER @MotorisID, dan FB Page @MotorisIndonesia, buat info dan grafis otomotif terkini lainnya. “Masih Larus, Harga Mitsubishi Xpander Naik Terus.”

Di sisi lain, masa bulan madu Xpander sudah berakhir. Meski tidak kecil, namun inden sudah tidak tampak lagi bagi konsumen yang hendak membeli LMPV andalan Mitsubishi ini, terlihat dari melandainya penjualan di pengujung 2018. Faktanya, data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat, periode Januari-November, total penjualan Avanza mencapai 75.493 unit, sedangkan Xpander hanya 71.219 unit. Model lainnya, Suzuki Ertiga terjual 29.249 unit, disusul Daihatsu Xenia 27.078 unit, dan Honda Mobilio 22.788 unit

Soal penurunan penjualan di akhir tahun, Presiden Direktur MMKSI Naoya Nakamura, menuturkan, ada dua alasan penurunan penjualan Xpander. Pertama, keterbatasan kapasitas produksi varian otomatis. Hal ini jelas mengganggu penjualan Xpander, lantaran porsi varian ini terhadap penjualan sangat besar, sekitar 80%.

“Pada titik ini, untuk merangsang penjualan varian manual, kami memberikan diskon, kendati tak besar,” ujar Nakamura di Jakarta, Rabu (16/1/2019), mengutip Investor Daily.

Honda juga Mengincar

Tekanan belum berakhir buat Xpander tahun ini, karena baru saja dimulai. Xpander yang sepanjang 2018 jadi mesin uang bagi prinsipal di Jepang, karena berhasil menjadikan Indonesia pasar kendaraan penumpang terbesar di dunia, paruh pertama tahun fiskal 2018, bisa menyusut.

Baca juga: Penjualan Mobilio Ketinggalan, Honda Masih Saja Kepedean

FOLLOW IG @MotorisIndonesia, TWITTER @MotorisID, dan FB @MotorisIndonesia, buat informasi dan grafis otomotif terkini lainnya. “Tanpa Diskon Jumbo, Honda Susah Jual Mobilio dan BR-V.”

Merek Jepang lainnya, Honda juga lagi menyiapkan generasi terbaru Mobilio, yang rasanya tidak lama lagi juga meluncur ke pasar. Loyalitas konsumen Honda memang sudah terbukti kuat, meski melewati pasang-surut penjualan, tetapi Mobilio masih mampu bertahan.

Dari informasi yang diperoleh Motoris, generasi terbaru Honda Mobilio bakal melantai di Indonesia International Motor Show, April 2019 mendatang. Meski pihak Honda Prospect Motor enggan berkomentar soal ini, namun gelagat kemunculannya sudah terlihat. Bukti otentik adalah lahirnya generasi baru Brio di 2018, model yang menggunakan platform produksi sama dengan Mobilio. Siklus serupa juga terjadi  pada peluncuran-peluncuran sebelumnya.

Dengan posisi penjualan Mobilio tercatat paling buncit di segmen LMPV selama 2018, tentu Honda tidak mau diam saja. Lewat status all new, Mobilio tentu mau melejit juga penjualannya di awal kemunculannya. Belum lagi, Nissan Livinia mau dipasarkan dengan rebadge Xpander, bersaing di segmen yang sama.

“Kita lihat kepiawaian Mitsubishi dalam tekanan balik dari pemain-pemain lain. Pasti seru segmen LMPV tahun ini,” kata kolega tadi. (sna)

CATEGORIES
TAGS
Share This