Gegara Ini, Indomobil dan Renault Pecah Kongsi

Gegara Ini, Indomobil dan Renault Pecah Kongsi
Renault Duster - dok.IndiaCarNews

Jakarta, Motoris – Mulai hari ini, Senin (21/1/2019) Renault Asia Pasifik mengumumkan keputusannya menggandeng PT Nusantara Maxindo dengan membentuk PT Maxindo Renault Indonesia memulai kongsi menjalankan bisnis penjualan dan layanan purna jual mobil-mobil besutan Renault di Indonesia. Dengan kebijkan itu, maka impor, pendistribusioan, dan layanan purna jual layanan purna jual yang dilakukan oleh Indomobil Group juga berakhir.

Selama ini kinerja penjualan mobil-mobil Renault yang dijajakan bersama Indomobil Group melempem. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukan, sepanjang 2018 kemarin mobil Renault hanya laku 273 unit. Jumlah ini antara lain dari Renault Duster 1.5 dCi 15 unit, Duster 1.5 dCi RXL 1 unit, Duster 1,5 dCi RXL rakitan lokal 122 unit, dan Renault Kwid 49 unit.

Semua model tersebut, kecuali yang rakitan lokal diimpor dari India secara utuh. Model Renault lainnya adalah Koleos 2.5 Bose Edition laku 1 unit. Kemudian New Koleos 2.5 CVT (4×2) A/T terjual 38 unit, dan New Koleos 2.5 CVT (4×2) A/T Standar laku 13 unit. Ketiganya diimpor secara utuh dari Korea Selatan.

Penjualan Renault di tahun 2018 itu ambrol dibanding tahun 2017 yang sebanyak 511 unit. Namun, lebih bagus ketimbang penjualan tahun 2016 yang sebanyak 134 unit.

Renault kwid outsider. dok. Motor1.com

Kolega Motoris di internal Indomobil Group menolak keras jika disebut kini Renault akan memulai bisnis di Indonesia dari nol besar. “Jaringan yang dibuat Indomobil harus dilihat dong Terobosan yang dilakukan Indomobil dalam membangun jaringan juga terus dilakukan. Artinya infrastruktur penjualan sudah ada. Terakhir di Surabaya awal 2018, kita resmikan diler baru di Jalan Basuki Rachmat. Itu yang kedua, karena sebelumnya sudah ada di Jalan Gubeng,” ungkapnya saat dihubungi Senin (21/1/2019) pagi.

Bahkan, sebelumnya, di Februari 2017, Indomobil-Renault juga membuat terobosan dengan menggabungkan toko aksesoris yang menjual produk Autobacs Jepang dengan penjualan mobil Renault di kawasan Karawaci, Tangerang. “Indomobil itu juga banyak terobosan. Kita punya jaringan yang telah dibangun,” kata dia.

Meski tak menyebut secara tegas, namun secara tersirat sang kolega tak menyanggah beberapa informasi yang masuk ke redaksi Motoris. Diantaranya, masalah investasi pengembangan jaringan. Indomobil meminta agar Renault juga ikut menyokong dengan saweran investasi dalam pengembangan jaringan dan pengembangan sumberdaya manusia.

Tapi Renault terkesan ogah-ogahan, sebaliknya justeru minta Indomobil lebih agresif. Alasannya, fakta juga menunjukan, penjualan Renault selama ini “megap-megap” seolah hidup segan mati tak mau.

Ilustrasi, Renault Clio 2018- dok.Motor Magazine

Sementara, PT Nusantara Maxindo disebut bakal menyediakan jaringan penjualan yang dimilikinya untuk menjual Renault. Jaringan tersebut antara lain bekas diler Ford. Selain itu, melalui Maxindo Renault Indonesia, Maxindo akan memilik hak untuk mengimpor, memasarkan, mendistribusikan serta mengadakan layanan purna jual mobil Renault.

Kendati begitu, kata kolega Motoris di Indomobil, sejumlah diler yang dibangun atas kerjasama investor lokal dengan Indomobil tetap memiliki hak beroperasi seperti sediakala. Baik dalam menjual, melayani perawatan dan perbaikan, maupun menyediakan suku cadang.

Jalinan kerjasama antara Indomobil dan Renault sejatinya telah terbangun sejak 2001. Kemudian jalinan tersebut diperkuat dan ditingkatkan pada tahun 2013. Hanya, sejak tahun itu pula perkembangan tak signifikan. (Ara)

 

CATEGORIES
TAGS
Share This