Unggul di Segmen 1.5L, Xpander Tetap “Diasapi” Avanza

Unggul di Segmen 1.5L, Xpander Tetap “Diasapi” Avanza
Mitsubishi Xpander sejak diluncurkan hingga akhir 2018 telah terjual 115.000 unit - dok.MMKSI

Jakarta, Motoris – Penjualan Mitsbishi Xpander sepanjang tahun 2018 lalu tertinggal cukup jauh dibanding pesaingnya di pasar Low MPV, Toyota Avanza dengan selisih 7.092 unit. Namun, sejumlah petinggi PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), memberi penegasan bahwa jagoannya itu unggul di segmen Low MPV 1.5 liter atau 1.500 cc.

Menurut mereka, Xpander adalah entitas yang berbeda, karena menyandang mesin 1.5 liter. Sementara pesaingnya – terutama Avanza –  memiliki varian mesin 1.3 liter selain 1.5 liter. Lantaran itulah, pinta mereka, jika ingin membandingkan juga harus dengan di sub segmen yang sama yakni sama-sama yang bermesin 1.500 cc.

“Penjualan kami di Low MPV, market share (Xpander) 28%. Tapi, perlu kami sampaikan, bahwa penjualan Xpander murni di mesin 1.500 cc. Sedangkan kalau kompetitor kan ada (campuran dengan varian) mesin 1.300 cc,” tutur Head of Sales & Marketing Region 1 Dept PT MMKSI, Budi Dermawan Daulay, di Senayan, Jakarta Pusat, Rabu malam (17/1/2019).

Permintaan terbanyak pesaing (Avanza), kata Budi, merupakan varian mesin 1.3 liter atau 1.300 cc. Walhasil, lanjut dia, dilihat dari fakta tersebut, Xpander menguasai pasar low MPV 1.500 cc.

Toyota Avanza versi ternaru diluncurkan di jakarta, 15 Januari 2019- dok.Motoris

Pernyataan Budi dipertegas Director of Sales & Marketing Division PT MMKSI, Irwan Kuncoro. Dia mengatakan, untuk membandingkan dengan kompetitor harus setara, atau apple to apple.

“Jadi di (segmen) Low MPV di kelas 1.500 cc, Xpander masih jauh lebih besar volumenya (penjualan),” tegas Irwan.

Strategi pemasaran
Bagi Kepala Riset Eternity Marketing Ressearch Specialist, Garibaldy Warnilan, meski klaim MMKSI itu sah-sah saja karena juga berdasar fakta, tapi jurus yang dilakukan Toyota justeru yang tepat. Pasalnya, dengan menawarkan berbagai alternatif pilihan model, Toyota mampu meraup pembeli sebanyak-banyaknya berdasar kemampuan daya beli, keinginan, serta selera mereka.

Menurut pria yang akrab disapa Gery itu, saat ini tidak ada aturan  legal formal yang mengklasifikasi Low MPV berdasar besaran kubikasi mesin. Sehingga jika sebuah merek membuat klasifikasi sendiri mobil yang dimasukan dalam Low MPV juga tidak ada yang salah.

“Justeru pertanyaannya, mengapa merek lain (di luar Avanza dan Xenia termasuk Xpander) juga tidak membuat varian produk yang sama. Cara berpikirnya sederhana sebetulnya. Seperti sebuah toko, semakin lengkap barang yang disajikan maka akan semakin banyak pula kelas pembelinya. Orang yang datang akan banyak karena barang-barang yang dibutuhkan tersedia di situ. Toko itu pun jadi lebih ramai ketimbang toko yang menyediakan ragam barang terbatas,” papar dia saat dihubungi Motoris Selasa, (22/1/2019).

Lantara itu pula, lanjut Gery, jika memetakan dengan klaim sepihak berdasar besaran mesin yang disandang produknya juga boleh-boleh saja. Meski secara umum, masyarakat hanya tahu segmen Low MPV  ya seperti itu – terdiri dari varian bermesin 1.3 L dan 1.5 L – tanpa merinci mesin kecuali dalam hal pilihan.

“Pada saat mau membeli pun orang tahunya Avanza, Xenia, Ertiga, Mobilio, atau bahkan Xpander itu ya mobil keluarga serbaguna. Atau bahasa gampangnya minibus lah, seperti istilah di STNK,. Bahasa kerennya MPV,” ucap Gery.

Ilustrasi Xpander dan Avanza – dok.Istimewa

Soal klaim-klaim berdasar besaran mesin, sejatinya hanya untuk memudahkan pendataan saja. Tak lebih dari itu. Toh tak ada pengaruh terhadap total penjualan yang dibukukan.

“Jadi membahasakan kesimpulan dari fakta penjualan yang ada saat ini, gampangnya adalah secara umum atau di seluruh Low MPV Xpander memang tertinggal dibanding Toyota Avanza. Tetapi, dia unggul di segmen Low MPV 1.500 cc. Itu saya kira yang proporsional,” kata dia.

Sementara itu, baik Public Relation Manager PT Toyota Astra Motor (TAM) Rouli Sijabat maupun General Manager PT TAM Fransiscus Soerjopranoto, enggan berkomentar soal ini.

“Bagi kami soal angka penjualan bukanlah yang paling utama. Kepuasan pelanggan adalah yang menjadi konsentrasi kami,” kata Rouli saat dihubungi Motoris Senin (21/1/2019). (Fer/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This