Penjualan Isuzu D-Max Longsor, Nasib Panther Suram

Penjualan Isuzu D-Max Longsor, Nasib Panther Suram
Ilustrasi, pikap Isuzu D-Max yang juga ditujukan untuk sektor perkebunan dan pertambangan - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – Sepanjang 2018, PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) secara umum membukukan penjualan sebanyak 25.286 unit atau naik 23%. Namun, di balik angka penjualan dan kenaikan itu ada beberapa model yang dijajakan mencatatkan penurunan penjualan. Penjualan Isuzu D-Max longsor, sementara nasib Panther juga makin suram.

Data internal IAMI menunjukan, penjualan segmen Multi Purpose Vehicle (MPV) yang diwakili model lawas Isuzu Panther melorot 17.2%. Jika di tahun 2017 penjualan MPV yang pernah berjuluk “Rajanya Diesel” itu masih 1.147 unit, tapi di 2018, tinggal 950 unit.

Sementara pikap Isuzu penjualannya juga melorot 9% jika di tahun sebelumnya masih laku 1.239 unit, di tahun 2018 menjadi 1.128 unit. Namun, penurunan terparah dibukukan varian Isuzu D-Max.

Kendaraan yang ditujukan sebagai penunjang mobilitas orang di sektor pertambangan, perkebunan, konstruksi, serta “mainan’ para pehobi itu penjualannya anjlok hingga 59,1%. Pada tahun 2017 penjualan yang dibukukannya masih sebanyak 1.291 unit, tapi di tahun 2018 hanya laku 528 unit.

Baca juga: Yang Punya Isuzu Silakan “Tenggak” B20 Sepuasnya

Ilustrasi, peluncuran versi baru Isuzu D-Max – dok.Istimewa

Padahal, sebelumnya, CEO PT Astra International Tbk-Isuzu Sales Operation, Rahmat Samulo ,dalam keterangan tertulis, Rabu (8/8/2018) sempat berujar penjualan ritel D-Max sepanjang semester pertama 2018 – di segmen pikap 4×4 – naik signifikan 21%. Kenaikan itu, kata dia, seiring membaiknya harga komoditas tambang dan perkebunan di Indonesia.

Mengutip data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Samulo mengatakan  di rentang waktu Januari-Juni 2018 itu D-Max terjual 232 unit. Naik 15% dibanding periode sama tahun sebelumnya  yang sebanyak 192 unit.

“Jika dilihat dari growth yang lebih tinggi dari pasar itu (kenaikan 15%). Jelas sekali D-Max bisa diterima dengan baik oleh konsumen,” kata Samulo.

Nasib Panther Tak Menentu
Sementara, soal nasib Isuzu Panther yang penjualannya terus menurun, IAMI terkesan pasrah. Menurut General Manager Marketing Division PT IAMI, Attias Asril, sejatinya sejak 2016 lalu sudah ada konsep desain Panther baru, hanya hingga kini belum bisa terwujud.

Baca juga: Teknologi Jadul Bikin Ekspor Isuzu Panther Terhenti

Click me for more cool graphics…

“Sebenarnya, waktu itu kami sudah mempunyai blue print gambar desain New Panther. Bahkan, tahun ini juga sudah ada informasinya. Tapi belakangan kan tren pasar medium MPV menurun terus, (konsumen) banyak mulai switching ke SUV,” tutur Attias di Jakarta, Kamis (24/1/2019).

Terlebih, kini pemerintah sudah woro-woro aturan tentang standar Euro 4 untuk kendaraan bermotor bermesin diesel bakal berlaku efektif tahun 2021. Tentu, untuk menghasilkan produk dengan standar itu dibutuhkan investasi yang tidak kecil.

Isuzu Panther penjualannya terus merosot- dok.Istimewa

“Secara investasi besar. (Sehingga kalau diproduksi dengan standar Euro 4) harga Panther baru akan sangat tinggi sekali. Kasarnya bisa-bisa di atas harga SUV,” kata Asril.

Kini, IAMI mengalir saja menjual Isuzu Panther. Itu pun di dalam negeri, karena di pasar ekspor, pemerintah Filipina sejak Januari 2018 sudah ogah menerima kiriman Isuzu Panther karena tak menenuhi syarat standar emisi Euro 4. (Fer/Ara)

 

CATEGORIES
TAGS
Share This