Sejarah Baru, Merek Cina Berhasil Injak Jepang di Indonesia

Sejarah Baru, Merek Cina Berhasil Injak Jepang di Indonesia
Setelah berhasil menusuk lewat dua MPV, kini Wuling mau acak-acak segmen SUV yang dikuasai merek Jepang. dok. Motoris

Jakarta, Motoris – PT SGMW Motors Indonesia alias Wuling Motors cukup mengejutkan para pemain otomotif di Indonesia. Merek kolaborasi antara SAIC, General Motors, dan Wuling itu mencatatkan sejarah baru di Indonesia, dengan menjadi merek Cina yang berhasil menginjak Jepang untuk pertama kalinya di industri otomotif.

Mengacu data termutakhir Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), sepanjang 2018 lalu, Wuling berhasil menemplok ke peringkat 6 besar, dalam daftar merek mobil terlaris di Indonesia, untuk kategori kendaraan penumpan. Sementara untuk lima besar, masih terisi oleh nama-nama lama, mulai Toyota, Daihatsu, Honda, Mitsubishi, dan Suzuki.

Data wholesale menunjukkan kalau Wuling berhasil jualan 17.002 unit mobil. Sedangkan, untuk kinerja retail, merek yang baru mengandalkan tiga model ini, yakni Confero, Cortez, dan Formo, mencatatkan hasil 15.162 unit.

“Kuda hitam baru, Wuling, perlahan mulai merangkak naik dengan andalan MPV bergelimpang fitur,” kata Vivek Vaidya, Associate Partner and Senior Vice President of Mobility at Frost & Sullivan, dalam presentasinya, Jumat (25/1/2019).

Baca juga: Almaz, Senjata Ampuh Wuling Acak-acak Pasar SUV

Wuling Almaz, jagoan baru di segmen SUV dari Cina. dok. IG @MotorisIndonesia

Sementara merek yang harus terinjak-injak oleh Wuling, tidak lain adalah Nissan dan Datsun. Kedua wakil Jepang ini lagi merana dengan penurunan penjualan yang begitu tajam, sepanjang 2018 lalu.

Datsun harus puas berada di peringkat ke 7, sedangkan Nissan mengikuti di belakangnya dengan posisi 8. Hebatnya lagi, prestasi ini ditorehkan Wuling Motors dalam waktu singkat, efektif hanya dua tahun berjalan, sejak pertama kali memulai bisnis jualan mobil di Indonesia.

Motoris menilai, pemilihan model yang jitu dengan mengumbar sejumlah fitur menarik, plus harga yang relatif lebih terjangkau ketimbang kompetitor jadi penentu kesuksesan Wuling. Kolega Motoris yang juga salah satu eksekutif perusahaan otomotif di Indonesia, mengatakan, Wuling ini modalnya begitu kuat sehingga berani merugi untuk bersaing di Indonesia.

“Pada dasarnya Wuling bakar duit di Indonesia, tapi di Cina, dia (Wuling) begitu kuat (dananya). Jadi memang tujuan prinsipalnya jelas,” kata sang kolega.

Baca juga: Penjualan Wuling Menggelinding, DFSK Masih Seret

Salah satu varian DFSK Glory 580 – dok.Motoris

Nasib DFSK

Gemilangnya Wuling di pasar otomotif domestik Indonesia, ternyata tidak diikuti oleh rekan senegaranya, DSFK alias Sokonindo. Merujuk data Gaikindo yang sama, DSFK harus puas duduk di peringkat 14 penjualan merek mobil di Indonesia, kategori kendaraan penumpang.

DFSK hanya mengandalkan model tunggal, bersaing di segmen Sport Utility Vehicle (SUV) menengah, lewat Glory 580. Sedangkan, di pasar komersial ada Sokon yang menawarkan pikap.

DFSK hanya berhasil menjual 839 unit kendaraan di lingkup retail, sedangkan wholesale tercatat 1.222 unit.

Data Penjualan Wholesale dan Retail Passanger Car Gaikindo 2018:

  1. Toyota WS 325.161 unit – RS 356.063 unit
  2. Daihatsu WS 202.738 unit – RS 200.178 unit
  3. Honda WS 162.170 unit – RS 162.956 unit
  4. Mitsubishi Motors WS 142.861 unit – RS 146.805 unit
  5. Suzuki WS 118.014 unit – RS 116.688 unit
  6. Wuling WS 17.002 unit – RS15.162 unit
  7. Datsun WS 10.433 unit – RS 9.823 unit
  8. Nissan WS 6.885 unit – RS 6.999 unit
  9. Mazda WS 5.657 unit – RS 5.957 unit
  10. Chevrolet WS 2.509 unit – RS 2.444 unit

Ket: WS (wholesale), RS (retail sales)

Sumber: Gaikindo

(sna)

CATEGORIES
TAGS
Share This