Daihatsu, Anggota Astra yang Paling Boncos di Januari

Daihatsu, Anggota Astra yang Paling Boncos di Januari
Ilustrasi, Daihatsu Sigra membukukan penjualan yang meningkat di segmen LCGC sepanjang 2018 - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – Penjualan mobil di Indonesia sepanjang Januari lalu tercatat sebanyak 81.218 unit atau ambles 15,3% dibanding bulan yang sama di tahun 2018. Bahkan, grup besar – Astra – pun mencatatkan penurunan yakni dari 45.760 unit di tahun 2018, menjadi 42.204 unit.

Namun, dari anggota grup Astra – Toyota, Isuzu, Daihatsu, dan Peugeot – yang penjualannya ambrol paling dalam adalah Daihatsu. Data yang dilansir Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukan, di bulan pertama itu, penjualan PT Astra Daihatsu Motor hanya 14.769 unit.

Jumlah tersebut turun lebih dari 4.000 unit dibanding penjualan Januari 2018 yang sebanyak 18.788 unit. Sedangkan mobil-mobil Toyota yang dipasarkan PT Toyota Astra Motor penjualannya turun tipis, yakni dari 25.410 unit di tahun 2018 menjadi 25.092 unit.

Bahkan, merek Peugeot yang Januari 2018 lalu nihil dalam penjualan, tahun ini mencatatkan ada penjualan. Meski penjualan tersebut hanya satu unit.

Ilustrasi, model LCGC Toyota yakni Toyota Agya dengan dandanan sport – dok.Motoris

Anggota grup Astra lainnya yang mencatatkan kenaikan penjualan adalah merek Isuzu yang dijajakan oleh PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI). Di Januari kemarin, IAMI berhasil melego 2.343 unit, atau naik hampir 100% dibanding Januari 2018 yang sebanyak 1.561 unit.

“Tahun ini kami mengawali dengan baik. Penjualan Isuu di Januari 2019 untuk angka ritail sales-nya sebanyak 2.048 unit,, Infrastruktur, pertambangan, logistik, dan perkebunan masih menjadi penyerap terbanyak produk kami,” tutur Presiden Direktur PT IAMI kepada Motoris melalui pesan elektronik, akhir pekan lalu.

Sementara, soal turunnya penjualan model-model Toyota, General Manager PT Toyota Astra Motor, Fransiscus Soerjopranoto menyebut karena faktor tahun politik. Tak sedikit calon pembeli yang bersikap menunggu perhelatan pemilihan umum selsai.

“Orang menunggu bagaimana dampak pemilu terhadap perekonomian. Ini juga berpengaruh. Selain itu, soal pasokan. Kami juga terus berkoordinasi dengan pabrik untuk meningkatkan pasokan,” ungkapnya kepada Motoris, akhir pekan kemarin. (Ara)

 

CATEGORIES
TAGS
Share This