Terlempar dari 10 Besar, Nissan Ogah Bicara Angka

Terlempar dari 10 Besar, Nissan Ogah Bicara Angka
All New Nissan Livina yang merupakan kembaran Xpander resmi diluncurkan 19 Februari 2019-dokMotoris

Jakarta, Motoris – Tak seperti tahun-tahun lalu, kini PT Nissan Motor Indonesia (NMI) enggan untuk berbicara soal data penjualan mobil, termasuk bicara soal target penjualan. Alasan yang disodorkan pun klasik, yakni peraturan dari prinsipal.

Meski telah meluncurkan dua MPV anyar – yakni All New Nissan Livina (yang kini di posisi Low MPV) dan Nissan Serena (medium MPV) – namun agen pemegang mereka Nissan di Indonesia itu tak mau bicara soal target penjualannya. Padahal, keduanya terbilang model atau versi anyar.

“Kami serahkan semuanya (target penjualan) kepada konsumen, tapi kami tetap optimis dengan Livina ini,” tutur Presiden Direktur NMI, Isao Sekiguchi di Djakarta Thrater, Jakarta Pusat, Selasa (19/2/2019) lalu.

Soal target penjualan – Livina dan Serena – itu, dia hanya mengatakan sebanyak-banyaknya. Tetapi, yang pasti, data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukan, sepanjang tahun 2018 lalu penjualan Nissan Grand Livina muram. Dia  hanya terjual 2.437 unit dan berada di urutan terakhir dari tujuh MPV di kelasnya yang dijajakan tujuh merek di Tanah Air.

Nissan Serena versi terbaru atau Nissan Serena C27 yang diluncurkan di Indonesia 19 Februari 2019 – dok,Motoris

Angka penjualan yang dibukukan jauh di bawah dari para pesaingnya seperti Toyota Avanza yang terjual 82.167 unit, Mitsubishi Xpander yang laku 75.075 unit, dan Suzuki Ertiga yang terlego 32.592 unit. Dia juga jauh tertinggal oleh Daihatsu Xenia yang laku 29.521 unit, dan Honda Mobilio yang terjual 23.561 unit, Bahkan dengan pendatang baru, Wuling Confero yang laku 11.062 unit.

Memblenya penjualan juga dicatatkan Nissan Serena. Dalam dua tahun terakhir yakni 2017 dan 2018 penjualan MPV ini jeblok. Data berbicara, jika di tahun 2017 Serena masih mampu membukukan penjualan sebanyak 1.305 unit, tahun berikutnya ambles. Penjualan di tahun 2018 hanya 572 unit.

Berkebalikan dengan itu, Toyota Voxy yang berhadapan head to head dengan Serena laku 5.272 unit. Penjualannya meroket dibanding tahun 2017 yang hanya 977 unit.

Total penjualan
Fakta juga berbicara, sepanjang tahun 2018 Total penjualan Nissan Indonesia 6.885 unit (wholesales) atau longsor hingga 52,5% dibanding tahun 2017 yang sebanyak 14.488 unit. Sedangkan secara ritel, penjualannya ambrol 55,2% yakni dari 15.613 unit menjadi 6.999 unit.

Walhasil, merek ini terlempar dari daftar 10 besar penjualan mobil terlaris di Republik Indonesia. Dia berada di urutan ke-11.

Bahkan, di Januari 2019, Nissan posisi Nissan masih berada tertinggal dibanding merek-merek pemain lawas di pasar otomotif Indonesia. Dia berada di posisi tujuh dengan selisih penjualan yang jauh.

Nissan Grand Livina yang diboyong ke ajang IIMS 2018 – dok.indonesianmotorshow.com

Lagi-lagi data mengungkap, di bulan pertama 2019 ini, produk Nissan hanya laku 387 unit. Sementara Toyota 25.092 unit, Mitsubishi 16.383 unit, Daihatsu 14.769 unit, Honda 10.064 unit, Suzuki 8.271 unit, dan Isuzu 2.343 unit.

Jadi ogah bicara angka karena minder? tak percaya diri? atau memang bagian dari strategi menjaga rahasia perusahaan? entahlah.(Kpr/Ara)

 

 

CATEGORIES
TAGS
Share This