Bonyok Total, Renault Indonesia Tetap Jajakan Kwid

Bonyok Total, Renault Indonesia Tetap Jajakan Kwid
Ilustrasi, Renault kwid outsider. dok. Motor1.com

Jakarta, Motoris – Sejak diluncurkan akhir tahun 2016 lalu, penjualan Renault Kwid masih megap-megap menghadapi para pesaing, bahkan di tahun 2018 lalu penjualannya bonyok total hanya 49 unit saja. Meski begitu  Maxindo Renault Indonesia (MRI) – pemegang merek Renault yang baru dan menggantikan Indomobil – tetap bertekad untuk menjajakannya.

Seperti dinyatakan Chief Operation Officer MRI, Davy Tuilan, pihaknya akan melakukan pengembangan Kwid agar sesuai dengan selera konsumen Indonesia. Meski, dia tak menjelaskan apakah pengembangan tersebut berarti minor change atau perubahan total.

“Tetapi yang pasti, (Renault) Kwid yang nanti dimasukan (ke Indonesia) betul-betul dari Maxindo, dan akan ada improvement,” tutur Davy di peresmian Diler Maxindo Mobil Indonesia Pluit, Jakarta, Minggu (24/2/2019).

Dia tak merinci apa saja yang bakal diubah dari Kwid yang selama ini diimpor dari India itu, untuk disesuaikan dengan selera pembeli di Tanah Air. Namun, yang pasti, lanjut dia, konsumen Indonesia banyak menyukai mobil bertransmisi otomatis, sedangkan Kwid tak memiliki varian seperti itu.

Renault Kwid versi anyar sedang dites- dok.Financial Express

“Sederhananya begini, Kwid itu belum mempunyai (varian transmisi) matic. Kit tahu konsumen, terutama di kota-kota besar, itu kan suka mobil matic. Karena itu, kalau mau sesuai, ya tentunya kami harus punya (varian) matic,” ungkap pria yang pernah menjadi bagian dari dewan direksi Suzuki Indonesia itu.

Dengan kata lain, Kwid yang ada di Indonesia nantinya akan berbeda dengan yang ada di India atau negara lain. Meski, dasar atau platformnya tak berbeda.

Di India, seperti dilaporkan Autoportal, Senin (4/2/2019), Renault telah menyodorkan versi facelift dari Kwid. Mobil bermesin 1.000 cc tiga silinder itu ditawarkan dalam beberapa varian, dengan varian tertinggi Climber yang bertransmisi otomatis banci alias AMT.

Renault Kwid versi facelift – dok.Autoportal

Sejumlah fitur antar disematkan Renault di Kwid anyar itu agar bisa mematuhi peraturan keselamatan di India. Di antaranya, kantong udara penumpang depan, ABS dengan EBD, peringatan sabuk pengaman yang berlaku untuk supir dan penumpang, dan peringatan kecepatan. Semua fitur tersebut ada di semua varian.

Sementara, data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonsia (Gaikindo) menunjukan, sepanjang tahun 2017, atau setahun setelah diluncurkan, Kwid hanya terjual 163 unit. Sedangkan di tahun 2018 dari total penjualan Renault Indonesia yang sebanyak 239 unit, Kwid hanya laku 49 unit. (Fan/Ara)

 

CATEGORIES
TAGS
Share This