Kandungan Lokal Wuling Almaz Belum Sampai 50%

Kandungan Lokal Wuling Almaz Belum Sampai 50%
SUV Wuling Almaz resmi diperkenalkan ke mdia lokal Indonesia - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – PT SGMW Indonesia atau Wuling motors Indonesia telah meluncurkan dan menjual Sport Utility Vehicle (SUV) Wuling Almaz di Tanah Air dengan harga di Jakarta dan sekitarnya Rp 318,8 juta. Namun, bicara kandungan lokal, hingga saat ini, masih sekitar 40%.

Porsi kandungan lokal yang masih sebesar itu diakui oleh Brand Manager Wuling Motors Indonesia, Dian Asmahani, di sela peluncuran Almaz di Jakarta, Kamis (27/2/2019) lalu. “Iya, local content (kandungan lokal) Almaz saat ini 40%, tetapi pasti nanti akan terus bertambah. Karena memang kita menargetkan semua produk Wuling memiliki kandungan lokal yang lebih banyak. Karena itu (kandungan lokal) juga menyangkut daya saing kita,” kata dia.

Sebelumnya, saat acara “Media First Impression” Wuling Almaz yang digelar di kawasan Sentul, Jawa Barat, Rabu (23/1/2019), After Sales Director Wuling Motors Taufik S Arief menyebut mesin Almaz memang masih diimpor dari negara asalnya yakni Cina.Begitu pun  dengan beberapa komponen penting lainnya yang diimpor dari sejumlah negara.

Salah satunya, transmisi. “Tetapi untuk bodi, dan lain-lain sudah kita rakit di sini. Ke depan, komponen lokal ini pasti ditingkatkan. Karena komitmen Wuling kan tumbuh dan berkembang bersama dengan Indonesia,” ungkap Taufik.

Kehadiran SUV Wuling Almaz menarik perhatian masyarakat – dok.Motoris

Sedikit mundur ke belakang. Ketika menghadiri peresmian meresmikan operasional pabrikWuling Motors di Cikarang, Jawa Barat, Selasa (11/7/2019) Wakil Presiden Jusuf Kalla sudah mewanti-wanti soal kanungan lokal.

“Saya sekali lagi mengharapkan agar dalam waktu yang tidak lama, local content dari pada industri diperbesar lagi. Karena saya yakin industri di indonesia akan mampu bersaing dengan industri  dari negara-negara lain,” papar Kalla.

Sebab, dengan peningkatan kandungan lokal akan memberikan dampak terhadap roda perekonoian nasional dan penyerapan tenaga kerja. “Apalagi untuk Jabar (Jawa Barat)  yang merupakan provinsi terbesar di Indonesia. Penduduknya juga banyak. Jadi wajar jika memberi contoh kepada industri-industri lain di wilayah ini (Jawa Barat),” imbuh Kalla. (Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This