Jualan Minim, “Brand Awareness” Terra Masih Lemah

Jualan Minim, “Brand Awareness” Terra Masih Lemah
Ilustrasi, Nissan Terra di GIIAS 2018 - dok.Motoris

Tangerang, Motoris – PT Nissan Motor Indonesia (NMI) kini terus berupaya keras meningkatkan brand awareness atau pengenalan merek SUV Nissan Terra kepada masyarakat agar penjualan mobil ini bisa tancap gas. Maklum, penjualan SUV yang diluncurkan Agustus 2018 lalu itu masih terbilang minim.

Masih perlunya brand awareness di masyarakat terhadap Nissan Terra perlu dipoles secara tersirat terungkap dari pernyataan President Director NMI, Isao Sekiguchi. “Sebagai model baru di pasar SUV, Terra mulai meningkatkan brand awareness-nya. Sehingga, penjualan setiap bulannya kami harapkan juga meningkat,” kata dia di sela Media Experience Program The All-New Nissan Terra di Tangerang Selatan, Senin (4/3/2019).

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukan, di rentang waktu Agustus hingga Desember 2018 lalu, penjualan Terra dari pabrik ke diler tercatat hanya 793 unit. Artinya, saban bulannya hanya 198 unit yang dikirim ke diler.

Sementara, di rentang waktu Januari-Desember penjualan dari pabrik ke diler Toyota Fortuner mencapai 21.459 unit. Dengan kata lain, saban bulannya unit yang dikirim ke diler mencapai 1.788 unit.

Sedangkan SUV Mitsubishi Pajero Sport di rentang waktu yang sama membukukan penjualan dari pabrik ke diler sebanyak 20.974 unit. Sehingga, jika dirata-rata saban bulannya terjual sekitar 1.748 unit.

Nissan Terra – dok.NMI

Dengan melihat penjualan rata-rata saban bulan itu, terbukti penjualan Nissan Terra masih jauh di bawah rata-rata para pesaingnya. Memang, alasan sebagai pendatang baru sehingga brand awareness masyarakat terhadap Terra masih rendah bisa dimaklumi.

Walhasil, NMI memang harus kerja keras untuk membangun pengenalan merek Nissan Terra itu ke benak masyarakat. Upaya yang dibutuhkan sepertinya keras, karena tantangan yang dihadapi segmen pasar SUV ini juga semakin berat di tahun ini.

Seperti yang diungkapkan Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Jongkie Sugiarto, pasar SUV high tahun ini diprkirakan masih sama dengan tahun lalu. Kondisi perekonomian yang diproyeksi masih sama dengan tahun lalu, 5,1-5,3%, menjadi alasannya.

Segmen pasar ini, kata Jongkie, berbeda dengan segmen low SUV yang faktor daya beli menjadi alasan membeli atau tidak. Pada segmen high SUV itu bukan faktor daya beli yang  bisa menjadi persoalan, melainkan kondisi makro ekonomi dan politik. “Proyeksi pertumbuhan ekonomi kan sama dengan tahun lalu. Ekonomi tetap sama, dan ada pemilu yang tentu dampak-dampak ikutannya terhadap ekonomi juga mereka cermati. Jadi kemungkinan tahun ini sama dengan tahun lalu,” papar dia saat dihubungi, Selasa (5/3/2019).

Tampilan samping New Nissan Terra – dok.Motoris

Meski, lanjut Jongkie, prospek SUV high di Indonesia di masa mendatang cukup menjanjikan. Hal itu sejalan dengan potensi perekonomian nasional yang berpeluang terus berkembang karena sumberdaya alam  dan sektor industri yang meningkat. Walhasil, tingkat pendapatan masyarakat juga berpotensi meningkat.

Sementaara itu, upaya lain yang akan digeber NMI dalam meningkatkan volume penjualan produknya adalah menambah jumlah jaringan penjualan atau diler. Namun, soal penambahan jumlah diler itu belum disebutkan angkanya. Sedangkan saat ini diler yang dimiliki sebanyak 106 unit. (Fan/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This