Penjualan Suram, Daihatsu Hi-Max Terancam Wasalamm

Penjualan Suram, Daihatsu Hi-Max Terancam Wasalamm
Daihatsu Hi-Max-dok.Istimewa

Jakarta, Motoris – PT Astra Daihatsu Motor (ADM) diprediksi bakal menghentikan produksi dan penjualan pikap kecil Hi-Max. Maklum, selama tiga tahun dipasarkan, penjualannya terkesan hidup segan mati tak mau.

Fakta berbicara, sejak diluncurkan pada 10 November 2016, penjualan pikap bermesin 1.0 liter itu hanya jedar di permulaan. Itu pun juga tak banyak-banyak amat, hanya 1.047 unit dalam rentang waktu November – Desember 2016.

Pada tahun berikutnya, pejualan langsung terjun bebas alias bonyok total. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukan, sepanjang tahun 2017, Daihatsu Hi-Max hanya laku 440 unit atau rata-rata saban bulannya 36 unit.

Kondisi semakin miris pada tahun 2018 lalu. Penjualan pikap yang diklaim “jagonya di jalanan sempit” itu hanya 85 unit . Jumlah itu terdiri dari penjualan Hi-Max standar sebanyak 47 unit, dan Hi-Max AC sebanyak 38 unit.

Lantas apa penyebab morat-maritnya penjualan pikap ini? Direktur Pemasaran ADM Amelia Tjandra punya alasan tersendiri. Menurutnya, sejak 2017 jalur produksi Hi-Max memang dialihkan untuk produksi Daihatsu Terios dan Toyota Rush yang permintaannya memang tengah ‘booming’.

Daihatsu Hi-Max. dok. ADM

Terlebih, penjualan Hi-Max tengah suram. Jika, masih ada produksi Hi-Max, hal itu dilakukan tak lebih dari upaya menjaga jumlah stok saja.

Kini, hingga bulan ketiga di 2019 penjualan yang tercatat hanya 15 unit saja. Itu pun model yang dibuat pada tahun 2018 lalu. Maklum, di tahun 2019 ini belum ada produksi Hi-Max.

“Line (produksinya) itu bisa dipakai buat yang lain. Bisa dipakai buat Terios waktu itu, makanya bisa ekspor,” tutur Amelia saat ditemui di Karawang, Jawa Barat, Rabu (6/3/2019).

Termakan Gran Max
Alasan lain yang disodorkan Amelia adalah, Hi-Max “termakan” saudaranya, Daihatsu Gran Max. Maklum, saat meluncur pada November 2016, posisi harga Hi-Max hanya lebih murah Rp20- 30 juta dari Gran Max.

Lebih dari itu, ternyata, cicilan kredit kedua produk tersebut hanya beda ratusan ribu rupiah saja. Akibatnya, konsumen lebih tertarik membeli Gran Max yang mempunyai kapasitas angkut lebih besar karena lebih panjang dan lebih lebar. Varian yang disuguhkan Daihatsu di Gran Max yakni bermesin 1.3L dan 1.5L juga turut mempengaruhi pilihan konsumen.

Pikap Daihatsu Hi-Max – dok.sisidunia.com

“Karena Gran Max sama Hi-Max cicilan per bulan bedanya Rp 100 ribu – Rp 200 ribu, orang mendingan ambil Gran Max. Karena begini, DP itu kan lumayan gede, terus ditambah lagi cicilannya lima tahun, uangnya kan enggak terlalu beda. Kan bedanya dibikin Rp 20-30 juta, ternyata itu dibagi menjadi bulanan, enggak berasa buat orang-orang itu,” kata Amelia. (Ins)

 

CATEGORIES
TAGS
Share This