Beda Pilihan Strategi, Wuling Langsung Cling dan DFSK Merayap
Glory 580 di GIIAS 2018 - dok.Motoris

Beda Pilihan Strategi, Wuling Langsung Cling dan DFSK Merayap

Jakarta, Motoris – Dua pabrikan asal Cina yakni melalui kepanjangan tangannya yakni PT SGMW Motors Indonesia (Wuling Motors Indonesia) dan PT Sokonindo Automobile (DFSK) – SGMW dan Dongfeng Sokon – menggarap pasar otomotif Indonesia. Hanya keduanya, memiliki strategi pendekatan berbeda.

Wuling Motors begitu beroperasi dan menjamah pasar mobil di Tanah Air pada Juli 2017 langsung menyuguhkan varian Low MV Wuling Confero. Sedangkan DFSK menyodorkan kendaraan komersial varian pikap Sokon Supercab.

Seiring perjalanan waktu, portofolio varian pun ditambah demi menerangsek segmen yang ada di pasar sekaligus memenuhi permintaan masyarakat konsumen. Wuling masih istikomah menyuguhkan MPV tetapi untuk segmen kelas berbeda, yakni medium MPV.

Bahkan setelah itu, varian kendaraan komersial – yakni blind fan dan minibus Wuling Formo – pun dia sodorkan ke pasar menjelang akhir 2018. Walhasil, hingga tutup tahun 2018, portofolio varian yang dimiliki Wuling terdiri dari Low MPV Wuling Confero, medium MPV Wuling Cortez, dan kendaraan komersial Wuling Formo.

Ilustrasi Wuling Cortez – dok.Motoris

Hasil strategi ini ternyata tokcer. Hingga akhir 2018 lalu, jumlah populasi kendaraan Wuling telah mencapai 22.000 unit lebih di Indonesia. Jika ditelisik, jumlah ini terdiri dari 5.000 unit lebih dari hasil penjualan selama Juli – akhir 2017, dan 17.002 unit sepanjang 2018.

“Populasi Wuling yang mencapai 22.000 unit lebih, menandakan brand Wuling bisa mendapatkan tempat di hati masyarakat. Karena varian yang kami tawarkan selain berkualitas, fitur terkini, juga sesuai dengan kebutuhan mereka,” kata Brand Manager Wuling Motors Indonesia, Dian Asmahani, saat ditemuis usai peluncuran resmi SUV Wuling Almaz, di Jakarta, Rabu (27/2/2019) lalu.

Mari kita bandingkan dengan DFSK yang melakoni kiprahnya di pasar otomotif Indonesia berbarengan dengan Wuling. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukan sepanjang September – November 2017 penjualan DFSK hanya 83 unit.

Tambah portofolio
Sementara, setelah menambah portofolio varian yang dijajakan yakni SUV DFSK Glory 580, penjualannya juga masih jauh dibanding Wuling. Data Gakindo menunjukan, sepanjang tahun 2018 lalu barang dagangan PT Sokonindo Automobile (DFSK) hanya laku 1.222 unit.

Jumlah itu terdiri dari 614 unit SUV DFSK Glory 580 dan 608 unit pikap DFSK Supercab. Sedangkan di Januari-Februari data penjualan DFSK di data Gakindo tidak nongol.

Sementara, Wuling di saat yang sama membukukan penjualan (wihlesales) sebanyak 360 unit. Bahkan, ketika Wuling Motors Indonesia menyodorkan SUV Wuling Almaz, sejak 23 Januari – pekan pertama pemesanannya telah mencapai 1.200 unit lebih.

Wuling Almaz saat dites jalan di area pantai Pangandaran, Jawa Barat – dok.Motoris

Bahkan, hingga pekan ketiga jumlah pemesanan SUV bermesin 1.5 L Turbo dengan banderol Rp 318,8 juta itu lebih dari 1.200 unit.
“Sampai sekarang (Rabu, 20 Maret 2019), bahkan SPK (Surat Pemesanan Kendaraan) sudah lebih dari itu. Kalau waktu kita ketemu – di sela acara tes drive Wuling Almaz di Tasikmalaya, Selasa 12 Maret – kan masih 1.200 unit lebih SPK, sekarang sudah bertambah dan lebih dari itu. Tapi angka persisnya musti saya cek. Yang pasti terus bertambah,” papar Dian saat dihubungi Rabu (20/3/2019) malam.

Ketepatan strategi
Moncernya penjualan Wuling itu tak lepas dari pilihan strategi yang dipilih dalam pendekatan ke masyarakat atau pasar Indonesia. Dia memilih varian low MPV yang merupakan segmen pasar terbesar di Tanah Air.

“Pertama, secara budaya orang Indonesia seperti masyarakat di Cina, yang senang bepergian bersama keluarga atau kerabat, sehingga membutuhkan kendaraan yang luas seperti MPV. Kedua, masyarakat menginginkan harga yang terjangkau. Karena itulah kami tawarkan MPV, sebagai pembangun citra merek Wuling. Pada saat bersamaan, kami terus genjot pembangunan jaringan diler untuk penjualan dan layanan purna jual,” papar Brand & Marketing Director Wuling Motors (waktu itu) Jason Ding saat ditemui di sela perkenalan Wuling Almaz di GIIAS 2018, akhirAgustus 2018.

Faktanya, seperti dikatakan Ketua I Gaikindo, Jongkie Sugiarto, pasar MPV merupakan segmen paling gemuk di pasar otomotif Indonesia. Porsinya bisa mencapai 30-40% dari total pasar.

SUV yang diduga sebagai Glory 560 yang akan diluncurkan di Indonesia oleh Dongfeng Sokon (DFSK) pada Selasa, 26 Maret 2019- dok.Istimewa

“Kalau SUV memang di kisaran 16-17%. Karena memang secara profil market, target yang dibidik juga berbeda. Meskipun ada kategori kelasnya muali dari low SUV, medium SUV, dan high hingga premium SUV, yang pasti harga jual SUV lebih mahal dibanding MPV. SUV bisa dikatakan sebagai second vehicle atau kendaraan kedua bagi keluarga,” papar Jongkie saat dihubungi Senin (25/3/2019). (Fer/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )