Ekspor Sedan Diharap Jadi Andalan, di Lokal Masih Gelagapan

Ekspor Sedan Diharap Jadi Andalan, di Lokal Masih Gelagapan
Ilustrasi mobil sedan yang akan diekspor - dok.katadata.co.id

Jakarta, Motoris – Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian menargetkan ekspor kendaraan bermotor roda empat atau lebih tahun ini sebanyak 400.000 – 450.000 unit atau naik sekitar 15-16% dibanding ekspor tahun lalu yang sebanyak 346.000 unit. Optimisme penaikan angka ekspor itu didasari fakta semakin bersaingnya harga mobil asal Indonesia seiring dengan bertambah banyaknya Tingkat Kandungan Dalam Negeri.

Target ini diungkapkan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dalam siaran pers, Senin (1/4/2019) lalu. Pemerintah, kata Airlangga, juga menginginkan ekspor meningkat dengan target utama Indonesia sebagai pemasok kendaraan sedan dan Sport Utility Vehicle (SUV).

Pernyataan seperti itu juga diungkapkan Airlangga dalam sambutannya di pembukaan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019 Surabaya, Jumat (29/3/2019). “Ekspor kita tahun ini (2019) diharapkan mencapai 400.000 – 450.000 unit dengan target besarnya sebagai pemasok kendaraan jenis sedan dan SUV,” ungkap dia.

Ihwal sedan dan SUV yang diharapkan mendapatkan porsi terbesar ini dinilai Ketua I Gaikindo, Jongkie Sugiarto sebagai pilihan tepat. “Karena kalau kita lihat, faktanya, mobil yang diminati pasar global itu sedan dan SUV. Bisa dikatakan 80% pasar mobil dunia itu sedan dan SUV. Lha kalau kita mau genjot ekspor, enggak ngikuti tren itu ya mana bisa,” ungkap Jongkie saat dihubungi, Selasa (2/4/2019).

Ilustrasi proses produksi mobil sedan – dok.Autoevolution

Menggenjot produksi sedan, bagi pabrikan sejatinya bukanlah perkara sulit. Sebab, teknologi dan perangkat pendukung lainnya sudah siap. Hanya, lanjut dia, penyerapan produk sedan di dalam negeri juga harus sesuai dengan skala ekonomi bagi industri.

“Karena kan industri meproduksi bukan hanya untuk pasar ekspor saja. Mereka akan semangat memproduksi kalau penyerapan di pasar domestik juga besar. Ini mudah-mudahan harmonisasi pajak (PPnBM) yang sudah disiapkan pemerintah segera berdampak, bisa menjadikan harga sedan lebih bersaing, biar penyerapan produk (sedan) banyak,” kata Jongkie.

Gelagapan di lokal
Fakta berbicara, penjualan sedan di Tanah Air  selama ini masih gelagapan di pasar lokal. Dari tahun ke tahun penjualannya terus merosot. Bahkan bisa disebut telah berada di ambang kepunahan.

Data Gaikindo menunjukan, sepanjang tahun 2018 lalu penjualan sedan tercatat sebanyak 6.704 unit. Jumlah unit menyusut 19,47% dibanding tahun sebelumnya yang sebanyak 9.000 unit.

Padahal penjualan di tahun 2017 itu juga sudah ambrol 34% dibanding penjualan tahun 2016 yang sebanyak 13 ribuan unit. Sementara penjualan tahun 2016 tercatat telah longsor dari dibanding tahun 2015 yang masih sebanyak 17.000-an unit.

Ilustrasi mobil sedan produksi Indonesia yang akan diekspor – dok.CNBC Indonesia

Tahun 2014, Gaikindo mencatat penjualan sedan sebanyak 21.000-an unit. Jumah ini pun sejatinya telah anjlok dibanding tahun 2013 yang tercatat masih sebanyak 24.000-an unit. (Fer/Ara)

 

CATEGORIES
TAGS
Share This