Mimpi Hyundai Indonesia Ubah Keadaan dengan Kona

Mimpi Hyundai Indonesia Ubah Keadaan dengan Kona
Hyundai Kona yang dipasarkan di Amerika Serikat - dok.Istimewa

Jakarta, Motoris – PT Hyundai Mobil Indonesia (HMI) berencana meluncurkan SUV kompak Hyundai Kona di hajatan Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019 yang bakal berlangsung 25 April – 5 Mei mendatang. Meski ditargetkan bisa menjadi tulang punggung penjualan, namun kehadiran Hyundai Kona ini tak akan menggelembungkan pangsa pasar Hyundai di pasar mobil nasional.

Menurut Deputy Marketing Director HMI Hendrik Wiradjaja, Hyundai Kona yang bakal digelonotorkan ke pasar Indonesia itu merupakan jawaban atas kebutuhan masyarakat. Mereka, lanjut Hendrik, menginginkan kenyamanan berkendara dengan mobil berfitur terkini dan aspek keamanan yang tidak bisa dikompromikan.

“Hyundai Kona akan menjadi salah satu backbone (tulang punggung penjualan) kami di tahun 2019 ini. Kami optimis, industri otomotif secara umum dapat terus tumbuh di tahun 2019, tentu saja dengan tetap memperhatikan faktor-faktor eksternal yang penting, seperti kebijakan pajak, fleksibilitas pembiayaan, pertumbuhan kelas menengah, serta pertumbuhan ekonomi,” tutur Hendrik dalam siaran pers, Senin (1/4/2019) lalu.

Syarat umum di faktor eksternal dari optimisme yang diungkap Hendrik tentu saja bukan syarat yang berpengaruh besar ke Hyundai saja, tetapi juga ke merek-merek lain yang menawarkan produk sejenis da sekelas. Artinya, faktor itu – jika tak terwujud – juga memiliki dampak yang juga besar terhadap merek-merek itu.

Ilustrasi, Hyundai Kona pertama kali diluncurkan tahun 2017 sebagai model yang dijual di pasar global oleh Hyundai – dok.Istimewa

Dengan kata lain, syarat dan kondisi itu merupakan kondisi umum. Tetapi yang ingin kita soroti adalah akankah kehadiran Kona bakal mampu mendongkrak penjualan total Hyundai di Indonesia?

Bukan ceruk pasar besar
Mari kita lihat fakta di lapangan. Selama ini pangsa pasar SUV di Indonesia yang porsinya masih 7-8% dari total penjualan mobil.
Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukan pasar SUV memang terus naik sejak tahun 2014 lalu.

Tercatat di tahun itu penjualan varian ini sebanyak 53.855 unit atau 4,46%. Tahun berikutnya menjadi 5,35%, dan tahun 2016 melonjak menjadi 6,83%, meski di tahun 2017 sedikit melandai menjadi 6,8 dan tahun 2018 melonjak lagi menjadi hampir 7,2%.

Artinya, ceruk pasar SUV memang masih relatif kecil. Sehingga, jika Hyundai ingin memperbesar total penjualannya, maka semestinya bukan SUV lagi yang digelontorkan tetapi MPV segmen low MPV yang kini memang tengah merajai pasar Indonesia.

Hyundai Kona, ada kemungkinan diproduksi di Indonesia – dok.Istimewa

Sekadar catatan, data Gaikindo menunjukan penjualan Hyundai – di pasar nasional – di tahun 2018 lalu hanya sebanyak sebesar 1.447 unit. Dari jumlah ini sekitar 40% dibukukan oleh SUV Santa Fe dan Tucson, 30% oleh MPV Hyundai H-1, dan sisanya oleh Hyundai i10 dan i20.

Penjualan itu  sedikit naik dibanding penjualan tahun 2017 yang sebanyak 1.271 unit. Sedangkan di tahun 2016, penjualan sekitar 1.400-an unit.

Memang, bisa jadi kehadiran Hyundai Kona – yang bakal bersaing dengan Honda HR-V dan bisa menyikut Toyota Rush dan Daihatsu Terios – bisa memantik perhatian dan minat calon pembeli di Indonesia. Namun, untuk melejitkan total pangsa pasar Hyundai di Tanah Air sepertinya masih berat.

Terlebih, merek-merek lain juga tak tinggal diam, Mereka juga berlomba-lomba menggelontorkan model anyar atau versi anyar dari model yang telah dimiliki. Lini layanan penjualan maupun purna jual – dengan pemutakhiran berbasis teknologi digital – juga terus mereka benahi. (Jib/Ara)

 

CATEGORIES
TAGS
Share This