Penjualan Rontok, Toyota Indonesia Masih Produksi Sienta

Penjualan Rontok, Toyota Indonesia Masih Produksi Sienta
Ilustrasi, Toyota New Sienta versi khusus yang dipmaerkan di Indonesia Trade Expo 2018 di ICE, BSD City, Tangerang - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – Kendati rekam jejak penjualannya menunjukan tren penyusutan sejak beberapa tahun lalu hingga kini di dalam negeri Indonesia, namun PT Toyota Indonesia Motor Manufacturing (Toyota Indonesia) memastikan produksi MPV Toyota Sienta masih tetap berjalan. Pasalnya, produksi tak cuma ditujukan untuk pasar lokal tetapi juga pasar ekspor.

“Produksi masih terus berjalan. Baik untuk memenuhi pasar domestik (Indonesia) maupun ekspor. Bahkan yang ekspor ini, antara lain ke Singapura dan Thailand masih terus berlangsung, sudah standar Euro 6 malah,” ungkap Director Administration, Corporate & External Affairs TMMIN, Bob Azam, saat dihubungi Motoris, Kamis (11/4/2019).

Di pasar ekspor, lanjut Bob, pengiriman Sienta rata-rata saban tahunnya mencapai 8.000 unit. Tahun 2018 lalu, kata dia, ekspor mencapai 7.900 unit lebih. “Artinya, masih oke. Nah kalau kita tinggalin kan sayang sekali,” kata dia.

Lebih dari itu, keberadaan Sienta juga memiliki arti strategis bagi Toyota dalam menjaga brand image atau citra merek, sebagai produsen dengan portofolio varian produk yang lengkap. Artinya, dengan rangkaian varian produk yang ada, Toyota menjadi sebuah pabrikan yang mampu melayani keutuhan di semua segmen.

Toyota Sienta dok.Istimewa

Soal penjualan di dalam negeri, Bob menyebutnya sebagai sesuatu yang lumrah jika ada naik turun. Pasalnya, hal itu terkait dengan tren yang terjadi dan persepsi.

Bob menyebut, Sienta yang merupakan MPV dengan sliding door yang dirancang untuk benar-benar memenuhi kebutuhan keluarga. Di keluarga barangkali ada anggota keluarga yang sudah lanjut usia, atau difabel.

“Nah, Sienta secara fungsi itu memenuhi kebutuhan seperti itu. Apalagi ruang kabin lapang, kursi belakang bisa dilipat sejajar dengan dek. Mungkin, ini belum dilihat. Tapi ke depan tren meihat aspek fungsional seperti ini akan terjadi,” jelas dia.

Sementara itu, data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukan, sepanjang tahun 2018 lalu, penjualan sienta dari pabrik ke diler (wholesales) sebanyak 5.113 unit. Jumlah ini menurun jauh dibanding penjualan tahun 2017 yang sebanyak 14.968 unit.

Kursi Roda bisa masuk ke bagasi Toyota Sienta  – dok.Motoris

Bahkan, tahun 2016 itu juga sudah rontok dibanding tahun sebelumnya. Data menunjukan, penjualan Sienta di tahun itu sebanyak 17.931 unit. (Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This