Demi Ambisi Taksi Listrik, Blue Bird “Bakar” Duit Rp 40 M

Demi Ambisi Taksi Listrik, Blue Bird “Bakar” Duit Rp 40 M
Ilustrasi, BYD e6, mobil listrik produksi pabrikan asal Cina BYD - dok.Paultan

Jakarta, Motoris – Blue Bird Holdings – operator jasa layanan taksi – menghabiskan dana sekitar Rp40 miliar dari divisi R&D untuk mewujudkan ambisi menjadi perusahaan transportasi pertama di Indonesia yang mengoperasikan taksi listrik. Tak hanya, armada mobil listrik yang disiapkan, tetapi juga sarana atau infrastruktur pengecasan baterai mobil.

Seperti dikatakan Presiden Direktur Blue Bird Group, Noni Poernomo, saat peluncuran taksi listrik di Jakarta, Senin (22/4/2019), Blue Bird mendatangkan 30 unit mobil listrik dari luar negeri. Mereka, terdiri dari 25 unit mobil impor dari Cina, yakni BYD e6, dan dari Inggris yaitu Tesla Model X.

Namun, itu bukanlah langkah terakhir. Masih ada langkah lain untuk mewujudkan ambisi besar perusahaan berlambang burung biru itu.

Tahun depan, Blue Bird bakal mengoperasikan 200 unit taksi listrik. Bahkan di rentang waktu 2020 – 2025 operator taksi ini mengharapkan bisa mengoperasikan 2.000 unit taksi listrik.

BYD e6 yang digunakan sebagai armda taksi listrik Blue Bird – dok.Kompas.com

“Blue Bird bersedia dan membuka kesempatan yang sama buat yang ingin bekerja sama mempelajari platform mobil listrik,” kata Noni.

Hanya memang, soal keuntungan menggunakan armada mobil bersumber tenaga dari arus setrum ini, masih dalam proses dipelajari. Blue Bird, ujar Noni, masih mempelajari keuntungan dan kelebihan pengoperasian taksi listrik.

Hitung-hitungan matang soal bisnis dikatakan lagi disiapkan sembari mendapat pengalaman baru. Artinya, duit senilai Rp 40 miliar itu, benar-benar “dibakar” untuk mendapatkan pengalaman sekaligus mempelajari keuntungan, dalam rangka mewujudkan ambisi.

Namun, salah satu catatan penting yang diungkap Blue Bird adalah, setiap mobil, e6 ataupun Model X, punya kemampuan jelajah menggunakan baterai terisi penuh sampai 340 – 400 km. Jarak itu dikatakan lebih jauh dibanding operasional taksi reguler dengan mesin pembakaran dalam.

Ilustrasi, armada Taksi Blue Bird yang menggunakan mobil konvensional Toyota Transmover- dok.Istimewa

Saat taksi listrik itu mulai beroperasi, yakni pada 1 Mei 2019, jam operasionalnya hanya pada pagi hingga sore. Sedangkan malam digunakan untuk pengecasan. Sekali lagi, ini masih teori dan tengah dipelajari. (Ins)

CATEGORIES
TAGS
Share This