Penjualan Makin Rontok, Nasib Isuzu Panther Belum Jelas

Penjualan Makin Rontok, Nasib Isuzu Panther Belum Jelas
Isuzu Panther penjualannya terus merosot- dok.Istimewa

Jakarta, Motoris – Meski tenggat pemberlakukan standar Euro 4 bagi kendaraan bermesin diesel di Indonesia sudah semakin mendekat – yakni April tahun 2021 – namun, PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) masih belum memutuskan apakah MPV Isuzu Panther masih akan terus diproduksi atau berganti generasi. Maklum, mobil ini belum berstandar Euro 4 dan penjualannya pun terus rontok dari tahun ke tahun.

General Manager Marketing Division IAMI, Attias Asril, berdalih pihaknya masih terus mempelajari bagaimana kelanjutan dari mobil yang sempat berjuluk “Rajanya Diesel” itu. Meski, kata Attias, IAMI juga paham bahwa tahun 2021 nanti pemerintah sudah memberlakukan standar Euro 4.

Intinya, IAMI masih menunggu aba-aba dari Isuzu Motor Jepang, apakah melanjutkan atau mengakhiri kiprah Panther. Tentu, untuk melanjutkan kelangsungan hidup mobil itu dbutuhkan investasi baru, yang nilainya tidak kecil. Maklum, mesin yang disandang tentunya juga harus baru.

“Tapi, saat ini kita masih memproduksi (Panther),” kata Attias ketika ditemui di sela acara buka puasa bersama di Jakarta, Selasa (21/5/2019).

Isuzu Panther asal Indonesia yang dijual di Filipina dan sejak Januari 2018 dsetop penjualannya karena tak memenuhi standar Euro4 – dok.Autoindustrya

Bahasa yang lebih gamblang, telah diungkapkan Direktur Marketing LCV PT IAMI Joen Budi Putra. Dengan tegas dia mengatakan, pihaknya belum memiliki rencana soal Panther. Kondisinya, lanjut dia, saat ini menunggu Isuzu Motor di Jepang.

“Isuzu itu basisnya kendaraan komersial, dan saat ini hanya ada di Indonesia saja. Jadi, bagaimana ke depannya. Tentu butuh investasi baru. Kalau di negara lain ada (Panther), tentu investasinya akan lebih ringan (secara nilai,” papar Joen, di Jakarta, Kamis (24/1/2019) lalu.

Penjualan Panther memang hanya di Indonesia. Ekspornya telah benar-benar mampet. Terakhir, sejak sejak Januari 2018, Filipina sudah ogah menerima kiriman Panther dari Indonesia karena sudah tak memenuhi syarat standar emisi di negeri itu.

Sementara, penjualan MPV ini terus merana. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukan, di rentang waktu Januari-April kemarin, penjualan Panther hanya 184 unit dari distribusi yang sebanyak 238 unit.

Isuzu Panther – dok.Istimewa

Bahkan sebelumnya di sepanjang tahun 2018, total penjualan Panther cuma 950 unit atau ambles 17,2% dibanding tahun 2017 yang sebanyak 1.147 unit. Padahal penjualan di tahun 2017 ini sudah menciut 12,5% dibanding tahun 2016.

Mirisnya lagi, penjualan tahun 2016 itu pun sudah rontok dibanding tahun 2015 yang masih sebanyak 1.495 unit. Sedangkan penjualan selama tahun 2015 ini, telah rontok dibanding tahun 2014 yang masih sebanyak 2.994 unit. (Mul/Ara)

 

 

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS