Renault Triber Tantang Avanza Cs? Sudah Cukup Modal?

Renault Triber Tantang Avanza Cs? Sudah Cukup Modal?
Renault Triber baru akan dijual beberapa bulan mendatang - dok.Money Control

Jakarta, Motoris – Pabrikan asal Prancis, Renault, Rabu (19/6/2019) kemarin resmi memperkenalkan Low MPV Triber di India, dan mulai menjualnya beberapa bulan mendatang. Di Indonesia melalui PT Maxindo Renault Indonesia (MRI), mobil itu akan dijajakan yang berarti bakal berhadapan dengan Toyota Avanza, Mitsubishi Xpander, Suzuki Ertiga, dan kawan-kawan.

Menariknya, Chief Operating Officer MRI, Davy Tuilan – di sela acara Buka Puasa Bersama, Rabu (29/5/2019) – akan diluncurkan di Tanah Air dua pekan setelah peluncuran di India (atau di hajatan GIIAS 2019 yang berlangsung Juli nanti). Dia juga memastikan harga low MPV tujuh penumpang ini bakal bersaing. Artinya, dibanding para kompetitor di segmennya, banderolnya lebih murah.

“Ini low MPV tetapi dengan harga seperti LCGC (mobil murah ramah lingkungan seperti Toyota Calya dan Daihatsu Sigra),” kata dia.

Lantas, akankah Triber benar-benar mampu “menyerobot” kue di segmen pasar yang telah dihuni Avansa Cs? Benarkah mobil Renault ini memiliki daya tarik dan keunggulan lebih atau minimal sepadan dengan Avanza Cs? Sudah cukupkah modal – keunggulan spesifikasi, citra merek (brand image), hingga layanan purnajual – Renault secara umum, dan Triber secara khusus?

Interior Renault Triber – dok.Money Control

Jawabnya memang relatif. Waktulah yang akan menentukan. Namun, jika melihat realita, kita bisa mengukurnya.

Mesin dan harga
Seperti dilaporkan media lokal lokal India, antara lain India Today, Hindustan Times, dan NDTV, Triber dibekali mesin 1.0 liter (atau tepatnya 999 cc) yang bertenaga 72 hp pada putaran mesin 6.250 rpm dengan torsi 96 Nm pada 3.500 rpm. Mesin ini mirip dengan mesin yang diusung saudaranya – mobil murah ramah lingkungan LCGC – Renault Kwid.

Tenaga tersebut disalurkan ke roda dengan menggunakan transmisi maual lima tingkat percepatan. Renault berjanji baru pada pertengahan tahun 2020 nanti menyuguhkan varian berransmisi otomotis lima tingkat percepatan degan mesin 1.0 liter plus turbo.

Tetapi yang pasti, saat ini, para pesaing yang akan dibidik di Indonesia yakni Avanza, Xpander, Ertiga, Mobilio, Xenia, dan Wuling Confero, telah mengusung mesin 1.3 – 1.5 liter. Tentu, semburan tenaga mesin mereka juga jauh lebih besar.

Kedua, Renault India seperti diungkapkan CEO Renault, Thierry Bollore, dan Senior Vice President Desain Groupe Renault, Laurens van den Acker, juga telah melengkapi Triber dengan sederet fitur kekinian. Mulai dari empat Airbag, hingga LCD 3,5 inci di instrument cluster, dan sistem infotainment layar sentuh delapan inci.

Ilustrasi, Renault Kwid versi facelift – dok.Autoportal

Namun, bagaimana dengan harga jika dijajakan di Indonesia? Sekadar catatan, Renault India meberi ancar-ancar banderol Triber itu di rentang 500 – 650 ribu rupee atau sekitar Rp 103 – 133 jutaan. Tapi, ini belum termasuk pajak impor dan lainnya jika dibawa ke Indonesia.

Jika bicara harga bakal dipatok lebih kompetitif? Lantas berapa besarannya? Bicara harga di bawah Rp 200 jutaan, di jajaran Wuling Confero masih ada tipe yang dibanderol tersebut.

Penjualan dan citra merek
Bicara soal penjualan tentu juga menjadi pertanyaan besar, terutama setelah Renault di Indonesia berganti tangan pengelolanya, dari Indomobil Group Nusantara ke MRI sejak Februari lalu. Maklum, dalam beberapa tahun terakhir penjualan Renualt di Indonesia bisa dibilang nelangsa.

Sekali lagi, fakta berbicara. Sejak tahun 2002 – seperti terungkap dari data penjualan ke diler yang dikompilasi di data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) penjualan (wholesales) Renault tak pernah menyentuh angka 1.000 unit. Penjualan terbanyak hanya terjadi di tahun 2017 lalu yakni 511 unit. Namun, penjualan kembali ambles di tahun 2018 dengan volume tak lebih dari 239 unit.

Catatan muram juga ditunjukan oleh Renault Kwid yang nota bene LCGC Renault di Indonesia. Sejak diluncurkan tahun 2016, hingga kini penjualan mobil tersebut masih suram. Data berbicara, sepanjang tahun 2017, atau setahun setelah diluncurkan, Kwid hanya laku 163 unit dan di tahun 2018 hanya terjual 49 unit.

Toyota Avanza saat diajak melibas genangan air di Toyota Driving Experience – dok.PT TAM

Mari kita bandingkan dengan para pesaing. Di tahun yang sama, Toyota Calya terjual 63.970 unit Daihatsu Sigra 50.907 unit, Honda Brio Satya 46.900 unit, Toyota Agya 29.106 unit, dan Daihatsu Ayla 26.952 unit. Sedangkan Datsun Go 4.782 unit, Suzuki Wagon R 4.564 unit
serta Datsun Go+ 3.263 unit.

Lantas apa penyebabnya? Persepsi konsumen terhadap brand Renault adalah salah satunya. “Brand value atau nilai dari sebuah merek bukan hanya sebatas kualitas atau spesifikasi dari produk. Banyak faktor yang determinant factor sebagai dasar pengambilan keputusan konsumen saat membeli produk tersebut. Mulai dari performa, harga, gaya desain, fitur, layanan purna jual, hingga harga jual kembali,” tutur Kepala Riset Eternity Marketing Ressearch Specialist, Garibaldy Warlinan, saat dihubungi, Kamis (20/6/2019).

Mitsubishi Xpander menjadi bintang di booth Mitsubishi Motors Indonesia di ajang IIMS 2019 – dok.Motoris

Jadi, bagaimana dengan modal Triber untuk menantang Avanza Cs? Fakta yang juga perlu dicatat, Avanza, masih menjadi penguasa segmen pasar Low MPV di tahun lalu. Begitu pula dengan Xpander yang penjualannya masih santer.

Avanza membukukan penjualan sebanyak 82.167 unit. Kemudian Mitsubishi Xpander 75.075 unit, Suzuki Ertiga 32.592 unit, Daihatsu Xenia 29.521 unit, dan Honda Mobilio 23.561 unit (Fan/Ara)

 

 

CATEGORIES
TAGS
Share This