Harga Xpander Termahal dan “Diasapi” Avanza, MMKSI Masih Pede

Harga Xpander Termahal dan “Diasapi” Avanza, MMKSI Masih Pede
Ilustrasi, Mitsubishi Xpander di IIMS 2019- Dok.Motoris

Jakarta, Motoris – PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) mengakui harga Xpander saat ini paling mahal di segmen Low MPV di Indonesia. Meski begitu, agen pemegang merek Mitsubishi di Tanah Air ini masih percaya diri, karena mobil ini mampu merebut 26,6% pangsa pasar.

Pun di saat fakta menunjukan, ternyata penjualan Xander asih di bawah pesaing terkuatnya – Toyota Avanza – hingga sampai kini. Seperti terungkap dalam data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), sepanjang Mei lalu Xpander terjual 5.101 unit, sementara – pada saat yang sama – Toyota Avanza laku 7.362 unit.

“Ya memang (penyebab performa penjualan itu) banyak faktor. Tapi dengan penjualan angka segini, market share kita masih cukup tinggi. Kemarin (Mei) 26,6%. Jadi, untuk (sebuah mobil) pendatang baru, demand sebesar itu masih cukup tinggi-lah,” tutur Head of Sales & Marketing Group MMKSI Imam Choeru Cahya, di Jakarta, Selasa (2/7/2019).

Harga Xpander saat ini memang tercatat termhal di antara mobil sejenis dan sekelas, setelah – tercatat – enam kali banderol tersebut dikerek sejak pertama diluncurkan. Kini harga Xpander termurah Rp 210,3 juta dan termahal yakni tipe Ultimate Rp 265,1 juta.

Ilustrasi, pengunjung Xpander Pinter Bener Family Festival 2019 tengah melihat-lihat Mitsubishi Xpander modifikasi – dok.Motoris

Seperti halnya Imam Director of Sales MMKSI, Irwan Kuncoro, yang ditemui di tempat yang sama mengatakan, harga Xpander masih sesuai dengan isi kantong masyarakat. Lebih dari itu, klaim Irwan, total cost ownership (TCO) Low MPV Mitsubishi ini jika dhitung secara cermat masih lebih urah dibanding pesaing.

“Dari hitung-hitungan yang ada, dalam pemakaian hingga jarak 100.000 kilometer TCO Xpander itu lebih murah 20% dibanding pesaing,” ucap dia.

Memang, lanjut Irwan, jika dilihat dari harga saat pembelian terlihat mahal. Namun, konsumen juga harus melihat bagaimana biaya perawatan hingga nilai jual kembali.

Belum sentuh varian 1.3

Seperti halnya Imam, Irwan mengaku pencapaian Xpander dalam merebut pangsa pasar hingga 26,6% itu cukup besar. Pasalnya, Xpander hanya “beramin” di ceruk pasar 1.5 liter. Hal ini berbeda dengan Toyta Avanza yang sebagian besar penjualannya disumbang oleh varian bermesin 1.3 liter.

“Tetapi kalau kita lihat segmen 1.5 liter saja, pangsa pasar Xpander itu sudah 40%. Lumayan itu,” ujar Imam.

Lantas mengapa MMKSI tidak masuk ke segmen 1.3 liter juga, padahal segmen pasar ini cukup besar dan menjanjikan? Baik Imam maupun Irwan, mengaku bukan tidak tertarik, tetapi masih terus mempelajarinya.

New Toyota Avanza yang dilucurkan 15 Januari 2019 saat tes drive dari Cirebon menuju Semarang – dok.Istimewa

“Kalau kita lihat pasarnya, 1.3 liter itu kan fleet ya. Selama ini kita juga membidik fleet, dengan 1.5 juga tetapi dengan benefit-benefit yang beda tentunya. Intinya, kita masih pelajari,” imbuh Imam. (Kpr/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This