DFSK Super Cab Masih Gelagapan Kejar Suzuki Carry Cs

DFSK Super Cab Masih Gelagapan Kejar Suzuki Carry Cs
Pikap DFSK Super Cab - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – Kinerja penjualan pikap Dongfeng Sokon (DFSK) Super Cab di Indonesia yang dijajakan PT Sokonindo Automobile di tahun 2019 – dari Januari hingga Mei – memang cukup lumayan, dan menjadi kontributor penjualan terbesar. Hanya, untuk mengejar para pesaing, DFSK perlu kerja ekstra keras.

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukan, di rentang waktu Januari – Maret atau di kuartal pertama tahun ini, Supercab terjual 316 unit. Jumlah ini naik 40,44% dibanding kurun waktu yang sama di tahun lalu.

Sementara, seperti diungkapkan Marketing General Manager PT Sokonindo, Permata Islam, di sela peresmian diler baru DFSK di Serang, Banten, Kamis (27/6/2019) lalu, sepanjang Januari-Mei, Super Cab menjadi pencetak rekor penjualan. Dari sekitar 1.200-an unit mobil DFSK yang terjual di kurun waktu itu, Supercab paling laris.

“Sepanjang Januari-Mei penjualan (wholesales) DFSK Supercab sebanyak 612 unit. Glory 580 sebanyak 494 unit, dan Glory 560 sebanyak 160 unit,” kata dia.

Sebelumnya, Director of Sales Center PT Sokonindo, Franz Wang, menegaskan pikap Supercab diyakini akan terus bertumbuh penjualannya. Dia beralasa pikap ini memiliki keunggulan tersendiri.

Pikap Sokon Super Cab dalam aplikasi mobil boks – .Motoris

“Kami membawa Super Cab ini telah melalui studi yang komprehensif. Kami menyadari bahwa konsumen menginginkan pikap bermesin yang kuat, dengan daya angkut besar, termasuk tiga tempat duduk di kabin,” tuturnya seperti dikutip Bisnis.com beberapa waktu lalu.

Pikap yang diluncurkan sejak Juli 2017 ini disuguhkan dalam dua varian mesin yakni 1.3L diesel dan mesin 1.5L besin. Artinya, jika dilihat di pasar, dia – varian bermesin 1.5L bensin – bersaing langsung dengan pikap Suzuki New Carry yang juga bermesin 1.5L dengan kapasitas kabin tiga orang.

Masih jauh
Jika dilihat dari data di atas kertas tentang spesifikasi, ternyata Super Cab di atas Suzuki New Carry. Semburan tenaga Super Cab 1.5L disebut 102 PS di 6.000 rpm dengan torsi 140 Nm pada 3.200 – 4.000 rpm.

Sementara, mesin Carry yakni 1.5L bensin K15B-C 97 PS di 5.600 rpm dan energi untuk berakselerasinya 135 Nm pada 4.400 rpm. Padahal, Carry selama ini dikenal sebagai “penguasa” pasar segmen low pickup di Tanah Air.

Hanya memang, kendati mempunyai keunggulan performa – meski di atas kertas – namun DFSK Supercab masih harus bekerja ekstra keras. Sebab, hingga kini penjualannya masih sangat jauh dibanding para pesaing.

Lagi-lagi data Gaikindo menyebut, di tahun 2018 lalu, penjualan Super Cab hanya 608 unit. Jumlah ini setara dengan 0,42% dari total penjualan kendaraan pikap saat itu yang sebanyak 143.473 unit.

Suzuki Carry masih menjadi penguasa pasar low pickup di Indonesia – dok.Motoris

Bandingkan dengan Suzuki Carry yang kala itu terjual 54.942 unit atau mencengkeram 38,29% pasar. Atau Daihatsu Gran Max yang terjual 42.534 unit atau 29,65%, atau dengan Mitsubishi T120SS – yang saat itu masih dijual – yang membukukan penjualan 36.468 unit atau merebut 25,42% pangsa pasar.

Di tahun ini, dalam rentang waktu Januari-Mei pikap Suzuki Carry membukukan penjualan 19.334 unit (2.600 unit diantaranya New Carry yang dijual mulai April-Mei). Pada saat yang sama, Daihatsu Gran Max terjual 16.839 unit.

Artinya, dengan penjualan 612 unit (wholesales), pikap DFSK Supercab masih perlu kerja keras agar tak gelagapan mengejar pesaing. (Tam/Fer/Ara)

 

CATEGORIES
TAGS
Share This