GIIAS 2019 Hanya Jualan Mobil

GIIAS 2019 Hanya Jualan Mobil
Ilustrasi, suasana di GIIAS 2019 pada akhir pekan - dok.Motoris

Tangerang, Motoris – Seperti tahun-tahun sebelumnya, kegiatan transaksi jual beli mobil jauh lebih kental ketimbang sebuah pameran teknologi dan edukasi di hajatan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019. Perilaku masyarakat yang menganggap pameran otomotif identik dengan bursa mobil turut menciptakan kondisi seperti itu.

Seperti diungkapkan Mathias – pengunjung yang juga warga Giri Loka, BSD, Serpong, Tangerang Selatan – nuansa bursa mobil begitu terasa ketika dirinya bertandang ke booth-booth yang ada di gelaran tersebut.

“Begitu masuk, dan melihat ke sebuah mobil, sambutan pertama datang dari sales. Mereka langsung mengucapkan tawaran, boleh Pak, MPV, SUV, ini. Bisa dibantu….Itu terjadi di hampir semua booth. Artinya, memang pameran ini untuk jualan,” ungkap pria yang berprofesi sebagai arsitek itu saat berbincang dengan Motoris di sudut restoran Hotel Santika yang berada di areal ICE, Serpong, tempat hajatan GIIAS 2019 digelar, Rabu (24/7/2019) petang.

Tak hanya Mathias. Chandra, pengunjung lainnya juga menyebutkan pengalaman serupa. Mahasiswa Swiss-German University itu mengaku mendapatkan tawaran harga terbaik dengan potongan dalam nominal yang cukup menarik di hampir sebuah booth merek peserta GIIAS.

Kegiatan penjualan masih menonjol di GIIAS 2019, para tenaga sales lebih aktif – dok.Motoris

“Ya, barangkali konsep auto show di Indonesia masih sebatas penjualan mobil. Toh, basis produksi, apalagi R & D (pusat penelitian dan pengembangan) merek-merek itu memang enggak di Indonesia. Jadi, mau apa lagi. Tapi, pastinya, pameran kita masih jauh dibanding dengan negara lain,” ungkap dia saat ditemui di arena GIIAS 2019, Selasa (23/7/2019).

Ya, tak usah jauh-jauh menengok Frankfurt Motor Show, Geneva Motor Show, atau Paris Motor Show. Cukup membandingkannya dengan Tokyo Motor Show atau Bangkok Motor Show, dimana sudah taka da lagi kegiatan jual beli.

Presiden Direktur Seven Event – penyelenggara hajatan GIIAS – Romi menyanggah bahwa penyelenggara memang sengaja membuat pameran ini sebagai sarana untuk penjualan kendaraan.

Suasana GIIAS di hall yang berisi kendaraan komersial dan karoseri – dok.Motoris

“Kami selaku penyelenggara bersama Pak Yo (Yohannes Nangoi) dalam berbagai kesempatan tidak pernah menyatakan ada target penjualan sekian-sekian. Jadi, penjualaoba, kalau kita lihat ada brand-brand yang membawa mobil kobsep, ada teknologi terbaru, ada mobil baru yang ingin dikenalkan. Kemudian kita undang anak-anak sekolah, mahasiswa, komunitas untuk edukasi terkait dunia otomotif terkini dan masa depan Indonesia. Makanya, kita ambil tema “Future in Motion” untuk penyelenggaraan kali ini,” papar dia saat dihubungi Motoris, Selasa (23/7/2019).

Faktanya, memang ada sejumlah merek peserta GIIAS yang menyuguhkan mobil konsep. Begitu pun dengan teknologi-teknologi baru. Namun, semua itu terasa tebggelam karena tersapu promo penjualan yang ditawarkan.

Mendongkrak penjualan
Romi tak menampik kenyataan adanya transaksi jual beli sepanjang hajatan GIIAS 2019 digelar. Hal itu terjadi, karena di booth juga ada diler yang bersama agen pemegang merek hadir dan berpartisipasi.

Kehadiran mereka juga tidak lepas dari keinginan dan kebutuhan masyarakat untuk membeli kendaraan baru di pameran. “Harus jujur kita akui, masyarakat menanggap pameran itu identic dengan penjualan. Sehingga, setiap ada pameran mereka bermaksud mencari mobil idaman. Apalagi, informasi di media, internet, dan lainnya juga menyajikan informasi mobil-mobil baru,” kata dia.

Pernyataan serupa diungkapkan oleh Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Jongkie Sugiarto. Menurut dia, sebenarnya GIIAS merupakan ajang untuk memperkenalkan teknologi dan model-model baru atau terkini.

Ilustrasi, booth Suzuki di GIIAS 2019 – dok.Motoris

“Tetapi para peserta pameran juga minta untuk diizinkan menjual produk-produknya. Ya kami tidak keberatan. Sekalian untuk mendongkrak angka penjualan (nasional). Kejadian seperti ini sudah terjadi sejak dulu. Jadi bukan tahun ini saja,” jelas Jongkie dalam pesan elektronik kepada Motoris, Rabu (24/7/2019).

Mantan Presiden Direktur Hyundai Indonesia itu juga memastikan, kegiatan auto show dengan sisipan kegiatan penjualan itu juga diketahui oleh Organisation Internationale des Constructeurs d’Automobiles (OICA), yakni Organisasi Internasional Pembuat Kendaraan Bermotor yang ada Paris, Prancis, tempat GIIAS berafiliasi.

Suasana di GIIAS 2019 yang berlangsung di ICE Serpong, Tangerang, 18-28 Juli 2019 – dok.Motoris

“Boleh kok (diizinkan OICA). Ya nanti pelan-pelan (nuansa GIIAS) juga akan berubah. Semua mengikuti perkembangan dunia, globalisasi. Sekarang kan juga dipamerkan produk-produk terbaru, dan juga teknologi-teknologi terkini, concept atau futuristic car,” papar Jongkie. (Fer/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This