Peserta Asyik Jualan, Gaikindo Ogah Sebut Nilai Transaksi di GIIAS

Peserta Asyik Jualan, Gaikindo Ogah Sebut Nilai Transaksi di GIIAS
Ilustrasi, suasana di GIIAS 2019 pada akhir pekan - dok.Motoris

Tangerang, Motoris – Meski baru berakhir Minggu (28/7/2019) ini, namun hajatan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019, secara resmi telah ditutup pada Sabtu (27/7/2019) kemarin. Kendati kegitan penjualan lebih riuh dan menonjol di hajatan “Auto Show” ini, namun Gaikindo sebagai penyelenggara hajatan tak bersedia menyebutkan berapa nilai transaksi yang telah terjadi.

Ketua Penyelenggara GIIAS 2019, Rizwan Alamsjah, hanya menyebut rekaman data pengunjung yang hingga Sabtu (27/7/2019) kemarin yang katanya mencapai 400.000 orang. Tahun lalu, hingga hari terakhir penyelenggaraan, jumlah pengunjung mencapai 450.000 orang.

Tapi, Rizwan mengatakan penyelenggaraan GIIAS 2019 masih terisa satu hari, yakni Minggu (28/7/2019). Sehingga, kata dia, jumlah pengunjung juga masih bisa bertambah.

Faktanya, sejak hari pertama penyelengaraan hingga sehari menjelang berakhir, tak ada “ledakan” jumlah pengunjung yang fantastis. Kalau ada pertmabahan terjadi di akhir ekan, itu pun tak penuh sesak.

Wakil Presiden Jusuf Kalla berkeliling ke booth-booth peserta GIIAS 2019 seusai membuka resmi pameran otomotif tahunan itu, di ICE, BSD City, Serpong, Tangerang, Kamis 18 Juli 2019 – dok.Motoris

“Target kami sebenarnya bukan jumlah, tetapi memeratakan jumlah pengunjung yang datang pada hari-hari biasa dengan hari-hari di akhir pekan,” tutur Rizwan, di arena GIIAS, ICE, Serpong, Tangerang, Sabtu (27/7/2019).

Pernyataan Ketua Umum Gaikindo, Yohannes Nangoi, setali tiga uang. Dia tak bersedia menyebutkan nilai transkasi yang terjadi, dengan alasan hal itu bukan target utama hajatan GIIAS.

Dia menyebut hajatan tahun ini terbulang sukses. Pasalnya, di tengah suasana “relaksasi” setelah hajatan politik pemilihan umum, pameran berhasil meluncurkan 41 mobil. “Transaksi bukanlah target kami,” kata dia.

Sebelumnya, sejumlah pengunjung GIIAS 2019, kepada Motoris mengaku heran dengan konsep GIIAS yang merupakan gelaran Auto Show. Menurut mereka, hajatan Auto Show merupakan ajang pamer teknologi baru, mobil konsep, diskusi tentang gagasan, edukasi kepada pubik tentang sarana mobilitas dan sebagainya.

Asyik berjualan
Seperti diungkapkan Mathias – pengunjung yang juga warga Giri Loka, BSD, Serpong, Tangerang Selatan – nuansa bursa mobil begitu terasa ketika dirinya bertandang ke booth-booth yang ada di gelaran tersebut.

“Begitu masuk, dan melihat ke sebuah mobil, sambutan pertama datang dari sales. Mereka langsung mengucapkan tawaran, boleh Pak, MPV, SUV, ini. Bisa dibantu….Itu terjadi di hampir semua booth. Artinya, memang pameran ini untuk jualan,” ungkap pria yang berprofesi sebagai arsitek itu saat berbincang dengan Motoris di sudut restoran Hotel Santika yang berada di areal ICE, Serpong, tempat hajatan GIIAS 2019 digelar, Rabu (24/7/2019) petang.

Presiden Direktur Seven Event – penyelenggara hajatan GIIAS – Romi menyanggah bahwa penyelenggara memang sengaja membuat pameran ini sebagai sarana untuk penjualan kendaraan.

Kegiatan penjualan masih menonjol di GIIAS 2019, para tenaga sales lebih aktif – dok.Motoris

Seven selaku penyelenggara, kata Rommi, bersama  bersama Gaikindo dalam berbagai kesempatan tidak pernah menyatakan ada target penjualan. Dia pun menyebut sejumlah merek peserta GIIAS yang membawa mobil kobsep, dan  teknologi terbaru.

“Ada mobil baru yang ingin dikenalkan. Kemudian kita undang anak-anak sekolah, mahasiswa, komunitas untuk edukasi terkait dunia otomotif terkini dan masa depan Indonesia. Makanya, kita ambil tema “Future in Motion” untuk penyelenggaraan kali ini,” papar dia saat dihubungi Motoris, Selasa (23/7/2019). (Ara)

 

CATEGORIES
TAGS
Share This