Awali Jualan PHEV di RI, Tapi Mitsubishi Investasi di Thailand

Awali Jualan PHEV di RI, Tapi Mitsubishi Investasi di Thailand
Mobil Plug-in Hybrid, Mitsubishi Outlander PHEV diluncurkan secara resmi di GIIAS 2019 - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) menyebut mobil hybrid (termasuk Plug-in Hybrid Electric Vehicle/PHEV) merupakan kendaraan yang paling ideal pada saat kondisi infrastruktur pengisian baterai kendaraan listrik masih terbatas. Bahkan, di hari pertama hajatan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) , 18 Juli lalu, MMKSI resmi meluncurkan SUV Mitsubishi Outlander PHEV.

Tetapi, anehnya, meski menyatakan mobil hybrid yang paling ideal untuk Indonesia pada saat ini dan mengawali penjualan Outlander PHEV untuk kawasan Asia TEnggara di Indonesia, Mitsubishi Motors Corporation (MMC) ternyata tak berinvestasi untuk membuat mobil jenis itu di Indonesia. Pabrikan itu justeru akan membuat mobil plug-in hybrid di Thailand mulai awal 2021 nanti.

Seperti dilaporkan Nikkei Asia Review, awal bulan Agustus ini, Chairman MMC Osamu Masuko menyebut, pihaknya akan menggelontorkan investasi senilai 10 miliar yen atau sekitar Rp 1,33 triliun untuk menyiapkan peralatan produksi di pabriknya yang berada di Laem Chabang, Provinsi Chonburi, Thailand untuk memproduksi mobil hybrid.

“Bagian-bagian penting seperti baterai akan dipasok dari Jepang untuk perakitan lokal (di Thailand). Mitsubishi menargetkan produksi tahunan 3.000 unit, yang awalnya akan dijual di Thailand,” tulis Nikkei.

Prosesi pengenalan Outlander PHEV di Jakarta, 9 Juli 2019 – dok.Motoris

Mitsubishi meluncurkan hybrid plug-in pertamanya pada tahun 2013, dan terus eningkatkan jumlah produksinya. Sepanjang 2018 lalu, dia memproduksi sekitar 54.000 unit mobil htbid dan plug-in hybrid di berbagai fasilitas produksi yang berada di Prefektur Aichi, Jepang tengah.

Dari jumlah itu, sekitar 90% diekspor ke Eropa dan sejumlah negara lainnya. Bahkan, pada Juli lalu, Mitsubishi mulai menjual Outlander plug-in hybrid di Indonesia.

Paling ideal saat ini
Soal pilihan ke mobil plug-in hybrid ini, Direktur Penjualan dan Pemasaran MMKSI Irwan Kuncoro memang condong memilih kendaraan hybrid dibanding listrik murni atau berbasis baterai. “Kenapa PHEV, karena paling ideal dengan keterbatasan di Indonesia,” kata Irwan di Jakarta, saat memperkenalkan Outlaner PHEV di hadapan media, Selasa (9/7/2019) malam.

Irwan mengulangi pernyataan itu di sela peluncuran Mitsubishi Outlander PHEV, di booth Mitsubishi GIIAS 2019, ICE, Serpong, Tangerang.

“Pemerintah sudah mengarah ke policy mobil listrik. Tetapi kita masih menunggu aturan perpajakan, rencana membangun infrastruktur charging station. Kita masih menunggu, tetapi Mitsubishi memulainya dari sekarang, dengan Outlander PHEV untuk kondisi keterbatasan tadi itu,” ujar dia.

Mitsubishi Outlander PHEV akhirnya resmi diperkealkan dan dijual di Indonesia setelah pada tahun 2014 lalu dipamerkan di gelaran IIMS 2014 – dok.Motoris

Sebelumnya, Preiden Direktur MMKSI Naoya Nakamura menyebut, peluncuran Mitsubishi Outlander PHEV di Indonesia itu merupakan peluncuran produk berteknologi listrik pertama Mitsubishi di Asia Tenggara. Di Tanah Air, mobil itu dibanderol Rp1,289 miliar.

Pemerintah Thailand memang telah menawarkan insentif pajak untuk mendorong produksi mobil plug-in hybrid dan mobil listrik di dalam negeri. Para pembuat mobil telah diminta mengajukan proposal produksi mobil itu dengan batas waktu hingga pada akhir tahun 2018 kemarin.

Toyota Motor Jepang, Honda Motor, dan Mazda Motor adalah di antara mereka yang mempertimbangkan untuk membuat kendaraan ini di negara ini. Rencana tersebut segera diwujudkan. (Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This