Xenia Terguling Disundul Wuling, Ertiga Bergeming

Xenia Terguling Disundul Wuling, Ertiga Bergeming
Ilustrasi, konsep Xenia Sport di GIIAS 2019 - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – Kehadiran Low MPV Wuling, yakni Wuling Confero telah menjadi tantangan tersedii bagi merek-merek lain – khususnya mereka asal Jepang – yang terlebih dahulu bercokol di segmen tersebut. Fakta juga membuktikan, Low MPV besutan Wuling Motors itu ternyata telah mampu mengungguli mobil sejenis dan sekelas dari Jepang, bahkan Daihatsu Xenia.

Fakta ini terungkap dari data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang menunjukan sepanjang Juli lalu, Daihatsu Grand New Xenia harus “terguling” karena tersundul Wuling Confero. Di bulan ketujuh tersebut Xenia hanya laku 676 unit, sedangkan Wuling Confero terjual 808 unit.

Jika ditilik lebih cermat, ternyata profil mobil yang dibeli oleh konsumen juga memiliki kemiripan yakni tipe paling rendah. Di jajaran Wuling Confero yang terlaris adalah tipe Wuling Confero S 1.5 M/T yakni laku 333 unit. Sedangkan di keluarga Daihatsu Grand New Xenia yang terlaris adalah 1.3 R M/T. Tipe ini laku sebanyak 335 unit.

Berbeda dengan Daihatsu Xenia, Low MPV Suzuki, yakni All New Ertiga ternyata masih kebal dari serangan Wuling Confero. Menurut, 4W Marketing Director PT Suzuki Indomobil Saes (SIS), Donny Saputra, sampai Juli lalu, Ertiga masih bertengger I atas Wuling Confero.

Wuling Confero S ACT – dok.Motoris

Dia menyebut, banyak konsumen yang memilih Ertiga bukan hanya melihat dari sisi tampilan dan fitur semata. Begitu juga tak hanya melihat dari aspek harga, tetapi dari seluruh paket yang ditawarkan.

Paket dan penyegaran
Donny mengatakan, Suzuki sangat menyadari bahwa faktor positioning produk yang dipasarkan menjadi titik tumpuan awal bagi merek untuk melangkah dalam menjual produk yang bersangkutan. Dengan positioning itu pula, ditetapkan target pasar yang dibidik, harga yang pas untuknya, berikut paket-paket yang ditawarkan dalam layanan purna jual.

“Memang, masing-masing merek memiliki pendekatan dan penawaran yang berbeda-beda. Tetapi bagi kami, kalau bicara mobil harus memiliki paket komplet. Artinya, mulai dari penjualan, layanan purna jual, biaya perawatannya, ketersediaan suku cadang, sampai ke resale value-nya. Nah, di kami, semua itu ada. Karena itulah, Alhamdulillah Ertiga ini masih positif terus trennya,” papar dia di sela-sela “All New Ertiga Tripventure” di Cirebon, Jawa Barat, Selasa (27/8/2019).

Terlebih, lanjut dia, Suzuki Indonesia juga memiliki strategi khusus, yakni saban tahun melakukan “penyegaran” di Ertiga. Sehingga, selalu ada sesuatu yang baru pada Low MPV tersebut. Dengan kata lain, selalu ada Ertiga baru di setiap tahunnya.

All New Ertiga Suzuki Sport
– dok.Motoris

Alhasil, ritme penjualan juga terus terjaga. Termasuk masih bergeming alias tidak terpegaruh (arti kata bergeming menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah “kondisi yang tidak berubah atau tidak terganggu oleh kondisi yang tengah terjadi”) oleh kehadiran Low MPV besutan merek asal Cina, Wuling Motors itu.

Data menunjukan di bulan Juli itu, Ertiga terjual sebanyak 2.265 unit. Jumlah ini setara dengan dua kali lipat lebih dibanding jumlah penjualan Wuling Confero. (Lut/Ara)

 

CATEGORIES
TAGS
Share This