Penjualan Mobil Menciut, Harga Saham Astra Susut

Penjualan Mobil Menciut, Harga Saham Astra Susut
Ilustrasi, Daihatsu Xenia terbaru di IIMS 2019 - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – Saham seperti tertera dalam aplikasi RTI Business, pada penutupan perdagangan, Jumat (30/8/2019) sepanjang Agustus kemarin harga saham PT Astra International Tbk (ASII) turun 5,65% sehingga harga bertengger di Rp 6.675 per lembar. Data RTI juga menyebab selama bulan itu, saham ini dilepas asing sebanyak Rp 547,41 miliar.

Susutnya penjualan mobil di Tanah Air yang turun sepanjang semester pertama atau Januari – Juni lalu, khususnya mobil yang dijajakan agen pemegang merek di bawah grup Astra disinyalir menjadi salah satu penyebabnya. Data yang dikompilasi Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukan, total penjualan mobil merek-merek yang berada di grup ini – Toyota, Daihatsu, Isuzu, dan Peugeot-  tercatat hanya 253.489 unit.

Jumlah ini turun 5,5% dibanding enam bulan pertama tahun 2018 yang masih sebanyak 268.483 unit. Data berbicara, pada Januari total penjualan merek di bawah grup Astra sebanyak 42.204 unit, Februari  41.715 unit, Maret 50.368 unit, April 47.516 unit, Mei 45.147 unit, dan Juni tersungkur dan hanya 26.539 unit.

Ilustrasi, Isuzu MU-X I Series, tipe baru SUV 7 kursi Isuzu MU-X yang dipasarkan oleh salah satu anak perusahaan Grup Astra, yakni PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) – dok.Motoris

Namun, di bulan Juli, ada lonjakan yang cukup signifikan pada penjualan merek-merek tersebut, terutama dimotori Toyota. Di bulan ketujuh itu, total penjualan grup sebanyak 44.357 unit atau membubung hingga 67,13% dibanding bulan Juni yang sebanyak 26.539 unit.

Toyota tercatat sebagai merek yang memberi kontribusi penjualan terbanyak, yakni 29.499 unit. Sedangkan Daihatsu melego 13.013 unit, Isuzu 1.838 unit, dan Peugeot 7 unit.

Dugaan penurunan saham Astra (ASII) terkait dengan penjualan produk otomotif – terutama mobil – menguat karena laporan keuangan perseroan yang dirilis beberapa waktu lalu menunjukan laba yang turun. Disebutkan, per semester I-2019 pendapatan ASII tercatat Rp 116,18 triliun.

Ilustrasi, LCGC Toyota Agya, salah satu mobil yang dipasarkan anak perusahaan Grup Astra yakni PT Toyota Astra Motor dipamerkan di IIMS 2019 – dok.Motoris

Sementara, pada periode yang sama, laba turun 6,77% dibanding semester pertama tahun lalu sehingga menjadi Rp 12,3 triliun. Disebutkan pula, susutnya laba disebabkan oleh turunnya kinerja pada segmen otomotif, agribisnis dan teknologi informasi.

Meski begitu, laporan keuangan Astra terbaru menyebutkan sepanjang Agustus pendapatan bersih masih tumbuh 3% bila dibanding bulan yang sama tahun lalu. (Fer/Ara)

 

CATEGORIES
TAGS
Share This