Bank Dunia: Ekspor Otomotif RI Tidak Kompetitif

Bank Dunia: Ekspor Otomotif RI Tidak Kompetitif
Ilustrasi, Toyota Innova yang diangkut mobil gendong menuju pelabuhan untuk diekspor- dok.TMMINToyota Innova yang diekspor - dok.TMMIN

Jakarta, Motoris – Laporan hasil riset Bank Dunia yang dipaparkan di hadapan Presiden Joko Widodo, 2 September lalu menyebut pemberian sejumlah insentif dan pembebasan pajak tetap tidak akan membuat produk manufaktur Indonesia menjadi kompetitif di pasar ekspor. Termasuk ekspor produk otomotif.

Pasalnya – laporan bertajuk “Global Economic Risks and Implications for Indonesia” – itu menyebut, ada sejumlah persoalan yang menghambat impor bahan baku yang digunakan produk yang diekspor tersebut. Bahkan – karena masalah itu pula, Indonesia sulit terlibat di rantai pasok global.

“Pemberian insentif pajak dan pembebasan pajak tidak akan mengoreksi persoalan tersebut dan membuat Indonesia kompetitif di pasar internasional, terutama di sektor otomotif, tekstil, elektronik, farmasi, dan industri manufaktur lainnya,” demikian bunyi laporan yang juga telah beredar di publik, dan dikutip Senin (9/9/2019).

Menurut lembaga keuangan global itu, rendahnya ekspor dan keterlibatan Indonesia di rantai pasok dunia bukan semata-mata dikarenakan minimnya insentif. Namun, ada beberapa persoalan impor barang yang dibutuhkan bagi produksi barang yang akan diekspor.

Ilustrasi, mobil yang akan diekspor di terminal pelabuhan yang dikelola PT IKT – dok.Istimewa

Inspeksi barang impor yang berbelit dan lama, pengenaan tarif, dan lainnya membuat proses impor menjadi mahal. Selian itu, biaya logistik dan harga listrik yang lebih mahal dan kurang bisa diandakan pasokannya dibanding negara-negara tetangga Indonesia.

Aturan dan pelaksanaannya yang kerap berbeda, juga dinilai sebagai penghambat dan menjadi persoalan besar bagi kegiatan ekspor. (Ara)

 

CATEGORIES
TAGS
Share This