Kecelakaan Maut Cipularang, Investigasi Hino Timbulkan Teka-teki

Kecelakaan Maut Cipularang, Investigasi Hino Timbulkan Teka-teki
Truk yang terlibat dalam kecelakaan di Tol Purbaleunyi, Cipularang, KM 91 arah ke Jakarta, Senin 2 September 2019 - dok.JasaMarga

Jakarta, Motoris – Menindaklanjuti penyelidikan penyebab kecelakaan maut di tol Purbaleunyi (Cipularang) KM 91 arah Jakarta yang terjadi Senin (2/9) lalu PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) ikut melakukan investigasi bersama petugas kepolisian. Maklum, tabrakan beruntun ini melibatkan dua truk Hino dan 18 kendaraan lainnya yang menyebabkan 8 orang meninggal dan puluhan lainnya terluka.

“Kami sangat prihatin atas kejadian kecelakaan tersebut. Atas nama manajemen dan keluarga besar Hino Indonesia kami turut berduka dan berbelasungkawa yang sedalam-dalamnya atas jatuhnya korban jiwa dan luka. Semoga diberikan tempat terbaik di sisi-Nya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan” tutur Direktur Sales & Promosi HMSI, Santiko Wardoyo, dalam siaran pers, Rabu (12/9/2019).

Hasil investigas, lanjut Santiko, menunjukan bermula saat dump truk (Hino) dengan nomor polisi B 9763 UIT (truk 1) mengalami kecelakaan tunggal. Truk tersebut terguling di jalan tol Cipularang arah Jakarta Km 91. Tertutupnya ruas jalan mengakibatkan antrian kendaraan dibelakangnya.

“Kemudian dari arah belakang dump truk (yang juga Hino) dengan nomor polisi B 9410 UIU (truk 2) menabrak antrian kendaraan tersebut yang berakibat fatal,” terang Santiko.

Ilustrasi, uji kemampuan mengemudi, salah satu bagian dari rangkaian Hino National Safety Driving Competition 2019 – dok.Motoris

Hasil penelitian para investigator Hino, menunjukan, tidak ada masalah dengan sistem pengereman truk tersebut. ”Tim kami telah melakukan pengecekan terhadap dua unit tersebut di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Temuan di lapangan menunjukkan bahwa semua sistem rem dan kemudi pada kedua truk tersebut dalam keadaan standar dan berfungsi normal (tidak blong),” ujar Senior Executive Officer Technical & Service HMSI, Irwan Supriyono.

Namun, baik Irwan mauun Hino Indonesia tak menyebutkan secara tegas dan terus terang, mengapa truk tersebut bisa nyelonong tak terkendali jika ternyata rem tidak blong. Secara tersamar Irwan hanya mengimbau agar pengoperasian kendaraan sesuai dengan ketentuan dan kondisi jalan.

Karena, kata dia, apabila kendaraan dengan muatan penuh dikendarai dengan kecepatan tinggi, terlebih di jalan menurun, tentu akan sangat sulit untuk dikendalikan. “Gaya gravitasi mengakibatkan momentum kendaraan yang semakin besar. Sehingga pengereman menjadi berat dilakukan apalagi jika hanya mengandalkan rem kaki (pedal brake)” terang Irwan.

Ilustrasi, salah satu Dump Truck Hino – dok.HMSI

Tetapi yang pasti, keterangan Hino soal hasil investigasi ini justeru menimbulkan teka-teki. Apakah para supir yang lalai? Tak paham? Muatan yang melebihi kapasitas, sehingga sistem rem tak blong pun tak mampu menahan? Atau muatan yang yang maksimal tapi sesuai ketentuan tapi truk terkendali? Semua kembali jadi misteri. (Ara)

 

 

CATEGORIES
TAGS
Share This