Diharap Jadi Andalan, Penjualan Sedan Masih Muram

Diharap Jadi Andalan, Penjualan Sedan Masih Muram
Ilustrasi, sedan Toyota yang selesai diproduksi - dok.Toyota

Jakarta, Motoris – Sejumlah kalangan termasuk industri otomotif dan lembaga pemerintah yang terkait dengan industri berharap mobil jenis sedan buatan Indonesia bisa menjadi produk andalan ekspor karena sesuai dengan minat pasar global. Hanya sayang hingga kini, penjualan pasar sedan di Tanah Air masih belum sesuai harapan.

Masih muramnya penjualan sedan diakui Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Jongkie Sugiarto, saat dihubungi akhi pekan kemarin. “Pasar sedan masih tetap kecil. Yak arena minat masyarakat masih belum mebesar. Dulu awal-awalnya karena pajak. Karena tarif pajak sedan itu lebih besar dibanding model lain seperti MPV dan SUV. Nah, sekarang MPV dan SUV-nya berkembang, di masyarakt semakin berkembang mindset mobil yang pas di Indonesia itu ya MPV atau SUV,” papar dia.

Akibatnya, populasi sedan dan penyerapan produk sedan di Indonesia juga terus menciut. Karena populasi yang menciut dan penjualan yang terus ambles, sejumlah produsen atau merek yang beroperasi di Tanah Air pun tak tertarik untuk memproduksinya .

“Kan untuk mempoduksi sebuah model itu juga melihat skala ekonominya. Feasible (layak secara ekonomi) enggak. Kalau cuma sedikit, buat apa diproduksi (di lokal). Makanya, ekspor kita kan kecil. Padahal, kalau mau memacu ekspor, kita harus bikin sedan. Kenapa? Pasar luar negeri itu, di mana-mana, terutama Eropa dan Amerika, yang terbesar masih sedan. Termasuk Australia yang pasarnya, 1,2 juta unit setiap tahun,” papar Jongkie.

Honda City – dok. Timchew

Pernyataan serupa diungkapkan Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika, Harjanto. “Makanya, dengan harmonisasi pajak, yang regulasinya nanti ada di Peraturan Pemerintah (PP) terkiat PPnBM (Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM), tarif pajak sedan ini nantinya mudah-mudahan juga turun atau setidkanya sama dengan MPV dan SUV. PP-nya kabar terakhir menyebutkan akan terbit sebelum kabinet baru (diumumkan),” papar Harjanto saat ditemi usai penbukaan Indonesia Modification Expo, di Jakarta, belum lama ini.

Seperti halnya Jongkie, dia menyebut tren penjualan sedan masih belum membaik. Pangsa pasarnya masih kecil dan tertinggal dibanding MPV dan SUV. “Mungkinan faktor harga, karena pajaknya yang tinggi. Nah, dengan harmonisasi nanti, pajaknya lebih rendah, pebyerapan sedan juga membesar. Industri produksi di sini, juga untuk ekspor,” kata dia.

Sementara, Jongkie menyebut pangsa pasar sedan hingga saat ini masih di bawah 1% dari total penjualan mobil. “Saya enggak hafal angkanya, tetapi sampai September memarin masih di bawah 1%, atau malah di bawah 0,6%,” ucap dia.

Toyota All New Corolla Altis hadir dengan serangkaian keunggulan baru yang ditawarkan – dok.Motoris

Data Gaikindo menyebut sepanjang Januari-Juli lalu, penjualan sedan hanya sebanyak 3.356 unit, atau hanya 0,6% dari total pasar domestik yang sebanyak 570.331 unit. Namun, tren penurunan penjualan sedan yang mencolok terihat sejjak tahun 2013.

Saat itu, penjualan sedan tercatat sebanyak 24.000-an. Setahun kemudian susut menjadi 21.000-an unit, dan tahun 2015 ambrol menjadi 17.000-an. Longsor terus terjadi di tahun 2016, sehingga penjualan hanya 2016 penjualan sedan masih sebanyak 13.000-an unit.

Di tahun 2017, penjualan kembali ambrol, sehingga hanya 9.000 unit. Bahkan di tahun 2018 lalu, penjualan tercatat hanya 5.750 unit atau tak lebih dari 0,5% dari total penjualan mobil yang sebanyak 1,15 juta unit. (Fan/Ara)

 

CATEGORIES
TAGS
Share This