Xenia Tertinggal Pesaing dan Ketendang Wuling, Ini Kata Daihatsu

Xenia Tertinggal Pesaing dan Ketendang Wuling, Ini Kata Daihatsu
Ilustrasi, Daihatsu Xenia di GIIAS 2019 - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – Sejak tahun 2018 hingga Agustus lalu, penjualan Daihatsu Xenia masih berada di urutan keempat dalam daftar penjualan Low MPV di Indonesia, bahkan di bulan Juli dan Agustus penjualannya “ketendang” Wuling Confero. Namun, soal lemotnya penjualan Xenia ini PT Astra Daihatsu Motor (ADM) sebagai penjual Xenia, mempunyai alasan tersendiri.

Seperti diungkapkan Marketing Director PT Astra Daihatsu Motor Amelia Tjandra, kecilnya penjualan ke diler (wholesales) – khususnya di Juli dan Agutus – itu bukan karena Xenia tak bisa diterima oleh pasar. Namun, kata dia, hal itu terjadi karena jumlah produksi yang tak memenuhi permintaan.

Jumlah produksi, kata Amelia, sedikit mengalah untuk pasar ekspor. “Tapi di Xenia itu sebenarnya karena masalah kapasitas produksi di Sunter yang sangat terbatas. Kami tidak bisa memproduksi karena permintaan lebih besar. Lebih prioritas untuk ekspor, kemudian kami prioritas juga untuk model lain, sehingga Xenia menjadi prioritas yang lebih rendah,” papar Amelia di sela sebuah acara yang digelar di Grand Indonesia, Jakarta, Senin (7/10/2019).

Akibat kecilnya jumlah produksi ini, wholesale pun juga lebih sedikit. Terutama di bulan Agustus yang menurutnya hanya 1.000 unit lebih sedikit. “Tapi kemarin (September) Xenia sudah lumayan suplainya. Kapasitas produksi Xenia bisa lebih dari 1.500 unit. Agustus yang jelek banget,” ucap dia.

Ilustrasi, Daihatsu Xenia terbaru di IIMS 2019 – dok.Motoris

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) berbicara, selama Juli, wholesales Xenia hanya 676 unit. Alhasil, dalam jumlah penjualan ke diler ini, Xenia “ketendang” low MPV besutan Wuling Motors – Confero – yag terjual sebanyak 728 unit.

Xenia kembali “ketampol” Confero, pada bulan berikutnya atau bulan Agustus. Di bulan kedelapan itu, Xenia terjual ke diler hanya sebanyak 462 unit, dan Confero 638 unit.

Mendekam di urutan empat
Ternyata tak hanya “ketendang” Wuling, Xenia juga diasapi para pesaing. Dan itu tak hanya terjadi tahun ini, tetapi tahun-tahun sebelumnya. Di  segmen pasar Low MPV, kembaran Toyota Avanza ini, pamornya memang sudah redup tak seperti saudaranya itu.

Bahkan, dia tertinggal jauh oleh Low MPV yang datang belakangan, dan harus rela mendekam di urutan keempat. Adalah data Gaikindo yang mengungkap fakta tersebut. Selama Januari hingga Agutus kemarin, Xenia hanya laku 14.431 unit.

Sedangkan Toyota Avanza terjual 55.680 unit, Mitsubishi Xpander 43.808 unit, dan Suzuki Ertiga16.868 unit. Artinya Xenia berada di urutan keempat dengan jarak ketertinggalan yang signifikan.

Artinya, Xenia masih belum beranjak. Karena, di tahun 2018 lalu, dia juga berada di urutan tersebut. Saat itu, Low MPV Daihatsu ini hanya membukukan penjualan sebanyak 29.521 unit. Jauh tertinggal Toyota Avanza yang terjual sebanyak 82.167 unit, Mitsubishi Xpander 75.075 unit, dan Suzuki Ertiga 32.592 unit.

Ilustrasi, Wuling Confero S ACT – dok.Motoris

Padahal, di saat awal meluncur di Tanah Air bersama Avanza – dalam beberapa tahun – dia selalu berada di urutan kedua. Namun, kondisi berubah pada tahun 2013, ketika Low MPV Suzuki Ertiga datang.

Saat itu, Toyota Avanza terjual sebanyak 213.458 unit dan menggenggam pangsa pasar sebesar 49,2%. Suzuki Ertiga – yang saat itu merupakan pendatang baru – sudah terjual 63.318 unit dan dengan meraup14,6% pangsa pasar. Sedangkan Daihatsu Xenia  – yang masih di urutan edua – hanya laku 64.611 unit dan mencuil 14,9% pangsa pasar. (Las/Ara)

 

CATEGORIES
TAGS
Share This