Urusan Ekspor, Honda Disebut Masih Kalah dari Yamaha

Urusan Ekspor, Honda Disebut Masih Kalah dari Yamaha
Urusan Ekspor, Honda Disebut Masih Kalah dari Yamaha

Jakarta, Motoris – Penjualan sepeda motor di Indonesia sejak tahun 2018 lalu kembali naik, dan kenaikan ini diiringi naiknya jumlah unit yang diekspor secara signifikan. Meski jumlah ekspor masih jauh dibanding jumlah yang diserap pasar domestik.

Data yang dilansir Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) menunjukan, sepanjang januari – Agustus kemarin, total penjualan kendaraan bermotor roda dua itu mencapai Januari – Agustus 2019 sebanyak 4,350,158 unit. Jumlah ini naik 4,4% dibanding tahun lalu yang mencatatkan 4.164.558 unit didistribusikan di Tanah Air.

Jumlah penjualan di tahun 2018 tersebut, tercatat juga meningkat 9,7% dibanding Januari – Agustus 2017. Tetapi, yang menarik adalah meski jumlah ekspor yang dibukukan pabrikan motor yang beroperasi di Indonesia – Honda, Yamaha, Suzuki, Kawasaki, TVS – itu mengalami peningkatan, namun dari pengusaaan porsi, khususnya antara Yamaha dan Honda masih tetap sama.

Selama Januari – Agustus tahun ini jumlah sepeda motor yang dikirim ke luar negeri mencapai 520.279 unit. Jumlah ini naik signifikan dibanding periode delapan bulan pertama tahun lalu yang sebanyak 369.304 unit.

Ilustrasi, Honda Vario yang tengah diproduksi – dok.AHM

“Memang, industri kita menargetkan ekspor sebanyak 10% dari total produksi tahun ini. Artinya, kita targetkan produksi sekitar 6,2 –  6,74 juta unit, ya berarti (target ekspor sebanyak) 620.000 – 640.000-an unit lah,” tutur Ketua Bidang Komersial AISI, Sigit Kumala saat dihubungi, Selasa (14/10/2019).

Hanya sayang, Sigit tak bersedia merinci angka ekspor yang dibukukan oleh masing-masing merek. Bahkan, siapa yang paling jago ekspor di rentang waktu delapan bulan tahun ini. Meski, dia tak menampik pemain terbesar di pasar ekspor masih Yamaha dan Honda.

Honda masih tertinggal Yamaha
Secara kelembagaan, AISI juga tak menyuguhkan rincian data siapa saja yang menjadi jagoan ekspor sepeda motor tahun ini. Data tahun lalu menunjukan, dari dari total 630.621 unit motor yang diekspor, 341.240 unit atau 54,1% merupakan motor Yamaha. Honda hanya mengekspor 181.742 unit atau menyumbang 28,8% ke total ekspor.

Di urutan berikutnya, Suzuki dengan jumlah motor yang diekspor sebanyak 52.629 unit atau 8,3%. TVS berada di urutan keempat dengan jumlah 36.283 unit. Sedangkan Kawasaki berada di posisi paling buncit dengan jumlah 18.727 unit atau hanya 3% dari total ekspor.

Untuk tahun ini, data AISI di Januari – Februari 2019 menyebut, di rentang dua itu, ekspor Yamaha tercatat sebanyak 60.371 unit. Di saat yang sama, ekspor Honda hanya sebanyak 37.335 unit. Secara total, jumlah ekspor Yamaha disebut masih yang terbanyak hingga akhir Agustus lalu.

“Sampai September kemarin, posisinya masih belum berubah kalau dilihat dari urutan merek yang terbanyak ekspor. Yamaha, masih terbanyak dan Honda kedua. Maaf, kalau rincian datanya, diminta ke AISI saja, karena laporan yang diberikan disebutkan bukan untuk konsumsi publik. Yamaha masih yang terbanyak, baru kemudian Honda,” kata kolega Motoris di Kementerian Perindustrian, tanpa bersedia menyebut rincian angkanya, saat dihubungi, Selasa (14/10/2019).

Pelepasan ekspor motor Yamahayang ke-1.5 juta unit oleh Presiden Joko Widodo di Jakarta, 3 Desember 2018 – dok.Warta Ekonomi

Sebelumnya, Yamaha Indonesia juga mengklaim masih unggul dari Honda, dalam hal ekspor motor. “(Untuk urusan ekspor) Kami masih nomor satu dan terus mengalami kenaikan signifikan,” ujar Presiden Director PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), Minoru Morimoto di Jakarta, April lalu.

Pernyataan itu diamini Executive Vice President and Chief Operation Officer PT YIMM, Dyonisius Beti. Dia menegaskan, sepanjang tahun 2018 lalu Yamaha mengekspor 350.000-an unit motor dalam wujud utuh (CBU) dan jutaan dalam bentuk terurai (CKD)..

“Jadi tahun lalu, waktu Pak Jokowi ke pabrik (Yamaha, pada 3 Desember 2018), kami sudah bukukan (ekspor) 350.000-an unit CBU dan jutaan CKD. Tahun ini kami target 430.000 unit,” ujar Dion.

Beberapa waktu lalu, PT Astra Honda Motor mengklaim dari total ekspor motor secara nasional dalam kondisi utuh atau Completely Built Up (CBU) sepanjang Agustus yang sebanyak 81.497 unit, pihaknya menyumbang 37%. Porsi itu setara dengan 30.342 unit.

General Manager Overseas Business Division PT AHM, Kurniawati Slamet dalam siaran pers, Kamis (19/9/2019) mengatakan, ekspor terbanyak di bulan itu dibukukan oleh motor skutik yaitu 28.893 unit. Kemudian diikuti sport sebanyak 1.329 unit, dan segmen motor bebek 120 unit. (Fan/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This