Penjualan Mobil Ambrol 12,04%, Grup Astra Susut 6,6%

Penjualan Mobil Ambrol 12,04%, Grup Astra Susut 6,6%
Ilustrasi, Toyota Innova yang dipajang di GIIAS 2019 - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – Penjualan kendaraan bermotor roda empat atau lebih sepanjang Januari – September tercatat sebanyak 753.594 unit atau ambles 12,04% dibanding rentang waktu sama tahun lalu yang masih sebanyak 856.755 unit. Dengan kondisi seperti ini, penjualan Grup Astra menciut 6,6% dibanding tahun 2018.

Data yang dikompilasi Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukan grup yang menaungi merek Toyota, Daihatsu, Isuzu, serta Peugeot ini, di sembilan pertama ini hanya menjual sebanyak 396.138 unit. Padahal, di kurun waktu yang sama tahun lalu, masih mampu membukukan penjualan sebanyak 424.406 unit.

Dua penopang utama grip Astra di pasar otomotif roda empat atau lebih – yakni Toyota, Daihatsu, dan Isuzu – penjualannya di periode tersebut terkikis. Toyota misalnya, membukukan penjualan 245.515 unit atau ambles 6,2%, dan Daihatsu mencatatkan penjualan yang ambrol hingga 10,2% atau hanya 132.988 unit.

Ilustrasi, Daihatsu Xenia di GIIAS 2019 – dok.Motoris

Namun, kinerja dua jagoan Astra ini masih lebih bagus dibanding pesaing – yang saat ini – terdekatnya, yakni Mitsubishi Motors Indonesia. Merek berlambangtiga berlian ini di saat yang sama hanya membukukan penjualan sebanyak 122.481 unit, alias longsor 19,7%.

Tak hanya mobil menengah ke atas yang penjualannya ambrol, tetapi juga segmen pemula alias entrylevel, yakni Low Cost Green Car (LCGC). Penjualan mobil kategori ini di sembilan bulan itu hanya 156.642 unit, alias susut 7,1% dibanding periode yang sama tahun lalu yang masih sebanyak 168.756 unit.

Data yang dirilis oleh PT Astra International Tbk, meski penjualan merek-merek di bawah naungannya ambles, namun penguasaan pangsa pasar grup ini masih cukup mengkilap. Bahkan naik 2% menjadi 52% dibanding tahun lalu.

Ilustrasi, Mitsubishi Xpander  – dok.Motoris

Astra juga mencorong di pasar LCGC.Di segmen mobil murah ramah lingkungan ini, grup tersebut berjasil menaikan cengkeraman terhadap pangsa pasar 1% sehingga menjadi 71%.

Ihwal penyebab masih letoinya penjualan hingga akhir kuartal III itu, Ketua I Gaikindo, Jongkie Sugiarto menyebut karena faktor daya beli. Perang dagang Amerika Serikat – Cina yang membawa dampak lesunya ekonomi di berbagai negara membuat harga komoditas andalan ekspor Indonesia belum juga membaik.

Ilustrasi, All New Ertiga Suzuki Sport
– dok.Motoris

“Selain itu, proyek infrastruktur yang melandai, sektor manufaktur yang menurun, menjadikan daya beli melemah. Apalagi, kemarin ada Pemilu (pemilihan umum) yang bikin orang menunda pembelian (kendaraan), jadi wajar kalau turun,” kata dia saat dihubungi, Kamis (17/10/2019). (Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This