Sembilan Bulan, Mitsubishi Lebih Jeblok dari Toyota dan Daihatsu

Sembilan Bulan, Mitsubishi Lebih Jeblok dari Toyota dan Daihatsu
Ilustrasi, kampanye Xpander Pinter Bener Family Festival di Bekasi, Jawa Barat, Sabtu, 29 Juni 2019 - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – Seperti merek-merek lainnya, sepanjan Januari hingga September lalu penjualan mobil Mitsubishi di Indonesia juga menciut. Namun, tingkat penurunan penjualan yang dibukukan merek berlambang tiga berlian itu lebih parah dibanding dua pesaingnya yang dibawah naungan grup Astra,Toyota dan Daihatsu.

Data yang dihimpun Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) dan dirilis Grup Astra, Kamis (17/10/2019) menunjukan, di rentang waktu itu, penjualan Mitsubishi sebanyak 122.481 unit. Jumlah ini ambles hingga 19,7% dibanding periode sama tahun lalu.

Pada saat yang sama, Toyota – yang dipasarkan PT Toyota Astra Motor – terjual sebanyak 245.515 unit. Jumlah ini juga menyusut, yakni hingga 6,2%. Tetapi jelas, besaran penurunan penjualan itu tak sebesar penurunan penjualan Mitsubishi.

Adapun penjualan mobil Daihatsu – yang dijajakan PT Astra Daijatsu Motor – di sembilan bulan pertama itu tercatat 132.988 unit, atau turun 10,2%. Lagi-lagi, bila dibanding Mitsubishi, penurunan penjualan yang dicatatkan Daihatsu masih lebih kecil.

Ilustrasi, SUV Mitsubishi Pajero Sport – dok.Motoris

Soal lesunya pasar, Ketua I Gaikindo Jongkie Sugiarto menyebut karena imbas perhelatan politik – Pemilihan Umum – di Tanah Air yang menjalar hingga akhir semester satu. Pada saat yang bersamaan, kondisi perekonomian nasional juga terkena dampak kondisi glonal, sehingga produk anadalan ekspor komoditas tak bisa “berperan” banyak untuk mendongkrak perekonomian nasional.

“Ya dengan kondisi seperti itu, penjualan kendaraan bermotor (roda empat atau lebih) juga menurun. Makanya, kita (Gaikindo) beberapa waktu lalu sudah merevisi target (dari 1,15 juta unit) menjadi 1 juta unit. Mudah-mudahan ini tercapai karena masih ada waktu tiga bulan kan (Oktober – Desember),” papar dia saat dihubungi, Jumat (18/10/2019).

Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Faisal Basri menyebut, penurunan pembelian mobil baru oleh masyarakat semakin membuktikan bahwa sektor konsumsi di Tanah Air melambat.

Ilustrasi, New Astra Daihatsu Sigra yang merupakan model terlaris di jajaran mobil Daihtasu hingga September lalu – dok.ADM

“Kenapa, karena 58% penopang pertumbuhan ekonomi nasional kita itu dari sektor konsumsi, dan dari konsumsi ini sekitar 40%  merupakan konsumsi rumah tangga, termasuk konsumsi barang non primer (barang kebutuhan dasar, seperti kendaraan bermotor),” kata dia, saat dihubungi, Kamis (17/10/2019).

Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS) hingga akhir kuartal kedua lalu (Juni) pertumbuhan konsumsi rumah tangga hanya sebesar 5,17%. Artinya, tingkat pembelanjaan oleh rumah tangga juga mengalami penurunan. (Fan/Fer/Ara)

 

CATEGORIES
TAGS
Share This