Pendapatan Jeblok, Renault Sebut Terbebani Nissan

Pendapatan Jeblok, Renault Sebut Terbebani Nissan
Ilustrasi, Renault Kwid - dok.IBTimes India

Paris, Motoris – Produsen mobil asal Prancis, Renault, menyatakan perolehan laba sepanjang tahun ini diperkirakan menyusut 3-4% dibanding tahun 2018 lalu. Kempisnya laba tersebut selain dikarenakan penjualan mobil buatannya yang ambles di pasar global, juga terbebani kinerja mitra aliansinya – Nissan dan Daimler – yang penjualannya muram.

Seperti dilaporkan Reuters, Jumat (25/10/2019), Renault telah merevisi proyeksi penurunan penjualan yang sebelumnya diperkirakan hanya  sebesar 3%, kini diramal menjadi 4%. Ini dilakukan setelah manajejen pabrikan melihat penjualan di pasar global terus terkikis, dan yang terakhir di kuartal ketiga (Juli – September) lalu ambles 4,4%.

Renault menyatakan pendapatannya di kuartal ketiga mengkerut 1,6% dibanding kuartal sebelumnya. Kali ini hanya 11,296 miliar euro yang berhasil diraup.

Itu pun dibukukan dari penjualan mobil sebanyak 852.198 unit. Jumlah penjualan ini susut 4,4% dibanding periode tiga bulan sebelumnya.

Ilustrasi, jalinan kongsi Renault-Nissan – dok.Nikkei Asia Review

Sementara, Renault tak menyebut berapa penjualan mitra aliansinya itu sehingga, ikut melemparkan beban ke perusahaan. Tetapi yang pasti, seorang pejabat Renault mengatakan penjualan mobil diesel tengah anjlok.

Hingga saat ini, Renault menggenggam 43,4% saham Nissan Motor Company. Alhasil, jika kinerja pabrikan itu jebok, maka Renault akan merasakan beratnya dampak yang ada.

Awal bulan ini, Nissan menunjuk chief executive baru dan beberapa hari kemudian CEO Renault Thierry Bollore – yang ditunjuk sebagai pengganti Ghosn – dilengeserkan. Dia digantikan Direktur Keuangan Renault, Clotilde Delbos. (Ara)

 

CATEGORIES
TAGS
Share This