Janji Manis Mitsubishi Bikin R&D di Indonesia yang Terlupakan

Janji Manis Mitsubishi Bikin R&D di Indonesia yang Terlupakan
Ilustrasi, pabrik mitsubishi di Bekasi, Jawa Barat. dok. MMKSI

Jakarta, Motoris – Mitsubishi Motors Corporation (MMC) tidak pernah mengelak kalau menyebut Indonesia merupakan pasar terbesar mereka di dunia. Namun, alasan ini ternyata tidak cukup kuat untuk membangun pusat riset dan pengembangan produk (R&D Center) di Indonesia. Setidaknya tidak dalam waktu dekat ini.

Pasalnya, hanya lewat R&D Center, porsi transfer teknologi prinsipal bisa dilakukan, bukan sekadar menjadikan Indonesia pasar untuk jualan saja. Hanya lewat fasilitas ini SDM Indonesia bisa berperan lebih dari sekadar operator, tetapi menjadi seorang kreator.

Ucapan keinginan membangun R&D Center sesungguhnya sudah terucap oleh Osamu Masuko, Chief Executive Officer (CEO) Mitsubishi Motors Corporation (MMC) kala itu, tepatnya di Tokyo, Oktober 2017 lalu. Osamu tidak menampik, keberhasilan Xpander merupakan hasil riset 3 tahun di Indonesia dan mendorong untuk segera merealisasikan keinginannya itu.

“Tentu akan lebih baik jika ada R&D. Jadi kami akan punya R&D untuk mengembangkan kendaraan. Nantinya insinyur Indonesia akan bisa mengembangkan kendaraan,” kata Osamu, waktu itu.

Baca juga: Mitsubishi Mau Punya R&D di Indonesia

Xpander Cross yang memadukan karakter MPV dengan SUV diklaim sebagai jawaban atas keinginan dan kenutuhan masyarakat konsumen diluncurkan oleh Mitsubishi Motors Indonesia- dok.Motoris

Janji prinsipal Mitsubishi untuk mendirikan R&D Center di Indonesia tak terlepas dari keberhasilan Xpander yang meluncur sejak akhir 2017 lalu. Terbukti kalau dengan model yang tepat dan mengandalkan pasar Indonesia, mampu menopang kinerja perusahaan secara global.

Kinerja Penjualan

Rekam jejak kinerja penjualan retail Mitsubishi di Indonesia, mengutip data Gaikindo, berhasil mencapai angka tertinggi sepanjang sejarah, hingga 140.191 unit pada 2018. Hasil ini utamanya disebabkan oleh model andalan Xpander yang nyeburdi pasar terbesar di Indonesia low multi purpose vehicle (LMPV).

Hasil terburuk Mitsubishi tercatat pada 2016, ketika hanya berhasil menjual 65.415 unit. Angka ini pun sudah termasuk penjualan kendaraan komersial, seperti truk ringan Colt Diesel yang fenomenal itu. Setahun selanjutnya, 2017, mengandalkan Pajero Sport, penjualan Mitsubishi cukup menjanjikan dengan kenaikan menjadi 103.642 unit, juga ditopang peluncuran Xpander di penghujung tahun.

Baca juga: Penjualan Lemot, Mitsubishi Pangkas 67% Target Laba

Mitsubishi Mi-Tech cncept membetot perhatian pengunjung hajatan Tokyo Motor Show 2019 – dok.Motoris

Kini, setelah dua tahun berselang, tongkat estafet pimpinan MMC beralih dari Osamu ke Takao Kato. Kato-san yang sebelumnya menjabat sebagai Presiden Direktur PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Motors Indonesia (MMKI)-pabrik Mitsubishi di Cikarang-punya rencana lain perihal rencana pembangunan R&D Center di Indonesia.

“Saat ini, kami sudah punya fasilitas R&D yang besar di Thailand. Jika mau dibangun di Indonesia, harus ada perbedaan antara kedua fasilitas ini. Dalam waktu dekat belum ada rencana (untuk) R&D Center di Indonesia,” ucap Kato di Jakarta, Selasa (12/11/2019).

Penjelasan Kato-san memastikan kalau belum ada rencana pembangunan fasilitas R&D Center di Indonesia dalam waktu dekat ini. Meskipun, Kato menilai, perkembangan pasar otomotif di Indonesia masih terbuka luas di masa depan, rencana ini bisa tetap berlangsung jika kinerja tetap positif.

“Populasi antara Thailand dan Indonesia akan lebih besar Indonesia, dalam hal penjualan dan volume. Ke depan jika semakin besar, tentu kami akan membuat R&D Center,” beber Kato-san.

Sebagai perbandingan, Daihatsu juga mengandalkan Indonesia, karena statusnya juga sebagai pasar terbesar merek Jepang ini di seluruh dunia. Alasan ini juga yang membuat PT Astra Daihatsu Motor (ADM) membangun fasilitas R&D Center di Karawang, Jawa Barat, lengkap dengan fasilitas uji coba. (Sna)

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS