Penjualan Ritel LCGC Grup Astra Ambrol 11,9%

Penjualan Ritel LCGC Grup Astra Ambrol 11,9%
Ilustrasi, LCGC Toyota Agya - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – Penjualan mobil murah ramah lingkungan (LCGC) sepanjang Januari – Oktober 2019 masih melempem seperti segmen atau kategori lain yang berada di atasnya. Grup Astra yang menguasai pasar si mobil murah, harus merasakan ambrolnya penjualan yang cukup dalam, yakni 11,9%.

Data yang dikompilasi Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), menunjukan, penjualan ritel LCGC Grup Astra – yakni yang dijajakan PT Toyota Astra Motor (TAM) dan PT Astra Daihatsu Motor (ADM)– selama sepuluh bulan pertama itu sebanyak 126.060-an unit. Alhasil, pangsa pasar yang digenggam pun menyusut dari 72% di tahun lalu, susut menjadi 69% di tahun ini.

Marketing Director PT TAM, Anton Jimmi Suwandy yang ditemui di sela acara Toyota Jamboree 2019, di Econvention, Ancol, Jakarta Utara, Minggu (17/11/2019) lalu mengakui ada tren penurunan pasar LCGC. Menurut dia, hal itu terjadi bukan karena model LCGC yang tak diminati lagi oleh masyarakat.

Baca juga: Peraturan Baru PPnBM Terbit, LCGC Kena Pajak 3%

Ilustrasi, Daihatsu Ayla – dok.Istimewa

“Tetapi saya kira, inilah volume pasar dari LCGC yang sebenarnya. Penjualan ini merupakan permintaan yang riil dari LCGC. Itu titik equilibrium (titik keseimbangan atau permintaan riil dari pasar LCGC). Kalau di awal-awal (lahirnya) LCGC itu ada euforia (permintaan), kalau sekarang benar-benar normal, ya segitu,” papar dia.

Daya beli
Pernyataan serupa diungkapkan Ketua I Gaikindo, Jongkie Sugiarto. Dia menyebut, jika sepanjang tahun ini pembelian LCGC oleh masyarakat susut, hal itu dikarenakan faktor daya beli yang melemah.

“Faktor daya beli menjadi penyebab utama. Kan market LCGC itu, yang terbanyak first buyer, mereka transisi dari pengguna kendaraan roda dua (sepeda motor) ke mobil. Nah, kalau kita lihat segmen ini (first buyer), banyak jumlahnya di masyarakat. Artinya, LCGC itu ada pasarnya. Dan kalau sekarang turun (penjualannya susut) bukan karena tidak dimianti, tapi karena daya belinya yang turun,” ungkap dia saat dihubungi Motoris, Rabu (20/11/2019).

Baca juga: Tarif BBN Jakarta Naik, Penjualan LCGC Bisa Makin Tercekik

Ilustrasi, LCGC Toyota New Calya – dok.Motoris

Fakta lain yang terungkap dari data Gaikindo adalah, penjualan LCGC dari pabrik ke diler (wholesales) di sepanjang Januari – September ternyata juga ambles 20,8%, yakni dari 168.756 unit di tahun lalu, menjadi 156.642 unit. Pada periode ini, wholesales Honda Brio Satya yang terbanyak yakni 38.406 unit, disusul Daihatsu Sigra 38.283 unit, Toyota Calya 36.592 unitdan Daihatsu Ayla 18.558 unit.

Di belakangnya, terdapat Toyota Agya yang terjual ke diler sebanyak 17.928 unit. Kemudian disusul Suzuki Karimun Wagon R sebanyak 3.318 unit, Datsun Go 2.344 unit, serta Datsun Go+ yang dibeli diler sebanyak 1.213 unit. (Fer/Ara)

 

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS