Soal Ekspor Mobil, RI Masih Jauh dari Thailand

Soal Ekspor Mobil, RI Masih Jauh dari Thailand
Ilustrasi, proses produksi mobil di Thailand - dok.Nikkei Asian Review

Jakarta, Motoris – Meski ekspor mobil Indonesia sepanjang Januari – Oktober tahun ini tercatat meningkat 28,23% dibanding periode sama tahun lalu, namun jumlahnya masih jauh tertinggal dari Thailand. Padahal, di kurun waktu itu, ekspor mobil secara utuh yang dibukukan Negeri Gajah Putih itu melorot 4,8%.

Data dari The Federation of Thai Industries (FTI) yang dilansir laman Marklines dan Trading Economics, Jumat (29/11/2019) lalu menunjukan sepanjang Januari – Oktober 2019, ekspor mobil CBU Thailand hanya 906.653 unit. Mobil-mobil buatan negeri ini dikirimkan ke sejumlah negara di kawasan Asia, Amerika, Afrika, Australia, hingga Eropa.

“Berkontraksinya perekonomian di negara pasar ekspor telah berpengaruh kepada pengiriman kendaraan dikarenakan lemahnya permintaan,” bunyi keterangan FTI.

Pada rentang waktu yang sama, jumlah mobil yang diproduksi oleh semua merek kendaraan di Thailand mencapai 1.725.414 unit. Jumlah ini susut 4,2% dibanding kurun waktu yang sama tahun 2018.

Baca juga: Genjot Ekspor, Pemerintah Bangun Pelabuhan Khusus Mobil di Subang

Prosesi ekspor Toyota Hilux yang diproduksi di Thailand ke Jepang – dok.The Bangkok Post

Namun, yang pasti, jumlah ekspor Thailand – yang disebut-sebut sebagai saingan berat Indonesia dalam penjualan domestik itu – ternyata masih jauh di atas Indonesia. Bahkan masih sekitar tiga kali lipatnya total ekspor Indonesia.

Seperti tercatat di data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), di rentang Januari – Oktober ekspor mobil CBU Indonesia meningkat 28,23% dibanding, sepuluh bulan pertama 2018. Total jumlahnya mencapai 275.364 unit.

Daya saing
Soal ketertinggalan dalam ekspor ini, Ketua I Gaikindo Jongkie Sugiarto mengakui daya saing produk Thailand memang jauh lebih tinggi dibanding Indonesia. Daya saing bukan hanya sebatas kualitas maupun teknologi, tetapi juga harga produk.

“Produk Thailand banyak yang telah mengadopsi teknologi tinggi dengan standar yang lebih tinggi, sehingga bisa masuk ke berbagai pasar tujuan ekspor di dunia. Mulai dari Eropa, Amerika, Asia, Australia, dan lainnya. Standar emisi misalnya, sudah di atas Euro IV atau bahkan sudah Euro VI,” papar dia saat dihubungi, Selasa (3/12/2019).

Baca juga: Toyota Dominasi Ekspor via IPCC, Fortuner Paling Moncer

Sedan Honda yang dibuat di Thailand siap diekspor – dok.The Bangkok Post

Keunggulan lainnya dari Thailand adalah, memproduksi varian atau model mobil yang jauh lebih banyak – mulai dari kendaraan penumpang hingga komersial – dan sesuai dengan permintaan pasar. Negeri itu memproduksi pikap, pikap double cabin, sedan, MPV dan lain-lain.

“Sedan, pikap, hatchback. merupakan mobil-mobil yang banyak diminta negara tujuan ekspor,” ucap Jongkie.

Merek-merek yang ada di dunia juga tertarik membuat produknya di Thailand karena insentif investasi yang diberikan pemerintah negeri yang dikenal dengan nama Siam itu, juga banyak. Mulai dari perpajakan hingga ketenagakerjaan. Alhasil, produk yang dihasilkan juga memiliki daya saing tinggi. (Fer/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This