Avanza Terjual 1,8 Juta Unit, Apa Kabar Xenia?

Avanza Terjual 1,8 Juta Unit, Apa Kabar Xenia?
Ilustrasi, Daihatsu Xenia di GIIAS 2019 - dok.Motoris

Jakarta, Motoris – Tepat 11 Desember 2019, Toyota Avanza telah genap 16 tahun malang melintang di pasar mobil Indonesia, dan membukukan penjualan sebanyak 1,8 juta unit. Lantas bagaimana dengan sang kembaran Daihatsu Xenia? Apakah penjualan juga setara atau minimal mendekati?

Ternyata, data menunjukan fakta lain. Penjualan di antara keduanya – meski tercatat sebagai mobil kembar – ternyata jomplang, dengan selisih yang tak kepalang.

Fakta berbicara, hingga tahun 2018 lalu – atau setelah keberadaan keduanya di pasar genap 15 tahun- Toyota Avanza terjual 1,7 juta unit, sedangkan Daihatsu Xenia baru hampir setengahnya.

Fakta itu diakui oleh President Director PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Tetsuo Miura, di acara peluncuran Grand New Xenia di Astra Biz Center, BSD City, Serpong, Tangerang, Banten, Selasa (15/1/2019). “Selama 15 tahun, Xenia telah terjual lebih dari 643 ribu unit,” kata dia.

Kini, setelah usia keduanya bertambah satu tahun di pasar nasional – yakni 16 tahun tepat 11 Desember lalu – PT Toyota Astra Motor (TAM) mengklaim penjualan Avanza kian melaju, dengan total 1,8 juta unit.

Marketing Director TAM, Anton Jimmi Suwandy, dalam siaran pers, Kamis (12/12/2019), menyebutkan, sepanjang 2019 penjualan Avanza tumbuh sebesar 6,9% dibandingkan tahun lalu, di tengah penurunan permintaan pasar sebesar 11,1% pada segmen Low MPV.

Baca juga: Toyota Avanza dan Innova Masih Paling Moncer di Pasar Mobkas

Ilustrasi, Daihatsu Xenia – dok.Motoris

“Terima kasih banyak kami ucapkan kepada pelanggan, khususnya kepada lebih dari 1,8 juta pengguna Avanza yang semakin memberikan kepercayaan kepada Avanza untuk menjadi MPV terlaris di Indonesia dan sekaligus menjadi Part of Indonesia Greatness,” kata Anton.

Selisih masih jauh
Lantas, bagaimana dengan penjualan sepanjang tahun ini? Ternyata selisih penjualan keduanya masih jauh. Data yang dikompilasi Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukan, dalam rentang waktu Januari – Oktober lalu, penjualan dari pabrik ke diler (wholesales) Daihatsu Xenia tercatat sebanyak 18.232 unit.

Penjualan (wholesales) yang dibukukan Xenia di 10 bulan pertama itu, ambrol hingga 26,5% dibanding kurun waktu yang sama tahun 2018. Pada saat itu, wholesales Xenia masih 24.807 unit.

Catatan wholesales Avanza di periode itu setali tiga uang dengan Daihatsu, yakni ambles. Jika di Januari – Oktober 2018 wholesales masih sebanyak 41.900-an unit, tahun ini menjadi 38.000-an unit.

Meski, sama-sama ambrol, namun penjualan Avanza masih dua kali lipat penjualan Xenia. Soal penjualan Xenia yang tak semencorong kembarannya – Avanza – Marketing Director ADM, Amelia Tjandra menyebut hal itu dikarenakan kapasitas produksi di pabrik Daihatsu yang berada di Sunter, Jakarta Utara, terbatas.

Baca juga: Kesenjangan Penjualan Xenia – Avanza Masih Menganga

Ilustrasi, Festival Avanza-Veloz Sebangsa – dok.TAM

Sementara, Daihatsu juga harus memprioritaskan proses produksi model-model yang ditujukan untuk pasar ekspor. Alhasil, produksi Xenia pun “mengalah”.

“Kami tidak bisa memproduksi karena permintaan lebih besar. Lebih prioritas untuk ekspor, kemudian kami prioritas juga untuk model lain. Shingga Xenia menjadi prioritas yang lebih rendah (bukan prioritas utama),” kata dia di Jakarta, Senin (7/10/2019).

Pertanyaannya, apakah sikap mengalah ini memang dilakukan sejak Daihatsu Xenia lahir? Sebab, fakta menunjukan, penjualan Low MPV Daihatsu itu hampir sepanjang umurnya di bawah penjualan kembarannya, Toyota Avanza. (Mud/Fer/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This