CX-30 dan Beratnya Penjualan Mazda di Indonesia
Mazda CX-30 diluncurkan di Indonesia - dok.Motoris

CX-30 dan Beratnya Penjualan Mazda di Indonesia

Jakarta, Motoris – PT Eurokars Motor Indonesia (EMI) yang berperan sebagai distributor mobil Mazda di Indoesia sejak Februari 2017 lalu, Selasa (28/1/2020) kemarin meluncurkan crossover anyar, Mazda CX-30. Model yang diposisikan di antara Mazda CX-3 dan Mazda CX-5 itu ditawarkan dalam dua varian – yakni GT dan Touring – dengan harga Rp478 – 522,8 juta on the road Jakarta.

“Ini posisinya di atas entry level (crossover Mazda CX-3) dan medium (Mazda CX-5). Target market-nya, kelompok usia muda tetapi bukan mobil yang pertama (menengah atas),” ungkap Managing Director PT EMI, Ricky Thio, saat ditemui di sela peluncuran mobil tersebut.

EMI tak main-main dengan target penjualan, setidaknya di sepanjang tahun 2020 ini, crossover anyar itu ditagetkan laku 500 – 600 unit. “Dari target penjualan sebanyak itu, kita harapkan 70% (penjualan) berasal dari tipe GT dan sisanya dari tipe touring,” terang dia.

Dua varian itu dimodali mesin yang sama yakni bensin Skyactiv-G 2.000 cc dengan transmisi otomatis enam tingkat percepatan Skyactiv-Drive. Semburan tenaga dari mesin diklaim mencapai 152,8 hp pada putaran mesin 6.000 rpm dengan torsi 200 Nm pada 4.000 rpm.

Mazda CX-30 ditargetkan terjual 500 – 600 unit sepanjang tahun 2020 ini – dok.Motoris

Sebuah modal yang cukup oke tentunya. Terebih, fitur-fitur – baik keamanan maupun kenyamanan- yang disuguhkan juga terbilang lumayan.

EMI, kata Ricky, memang fokus menjualan varian SUV di Indonesia. Sebab, seperti halnya di pasar global, segme pasar SUV di Tanah Air juga bertumbuh, meski tak segegap gempita penjualan MPV.

“Tahun 2019 kemarin, 80% penjualan kita merupakan model SUV,” ucap dia.

Data yang dikompilasi Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukan, sepanjang tahun itu, dari total penjualan sebanyak 4.884 unit, SUV All New Mazda CX-5 menyumbang penjualan ritel sebanyak 1.486 unit. Sedangkan penjualannya ke diler (wholesales) sebanyak 1.759 unit.

Mazda CX-30 diposisikan di atas Mazda CX-3 dan di bawah Mazda CX-5 – dok.Motoris

Tapi, jika dibanding merek lain seperti Honda CR-V dan Wuling Almaz, Mazda CX-% masih jauh tertinggal. Honda CR-V di tahun itu terjual sebanyak 10.395 unit dan Wuling Almaz 9.743 unit.

Beratnya penjualan
Kembali lagi ke soal target penjualan Mazda CX-30 yang sebanyak 500 – 600 unit, memang tidaklah banyak dan cukup realistis. Hanya, lagi-lagi, tantangan yang harus dihadapi juga berat, karena model ini harus berhadapan dengan Toyota C-HR yang dibanderol Rp 506 – 508,1 jutaan dan Mitsubishi Eclipse Cross yang berbanderol Rp 481 – 486 jutaan.

Para lawan yang tidak bisa dipandang sebelah mata tentunya. Selain kesohoran nama atau merek, keduanya juga dipasarkan oleh agen pemegang merek dengan jaringan yang kuat dan mapan.

Selain itu, fakta juga menunjukan, penjualan merek Mazda di Tanah Air memang masih belum bisa banyak berbicara seperti merek-merek Jepang lainnya. Lagi-lagi, data dari Gaikindo menunjukan, pangsa pasar yang berhasil dicuil merek ini hingga kini masih di bawah 1%.

Kita ambil contoh dalam 10 tahun terakhir. Fakta berbicara, pada tahun 2011 dari total penjualan yang sebanyak 894.180 unit, Mazda hanya membukukan penjualan sebanyak 8.933 unit, atau mencuil sekitar 1% pangsa pasar. Saat itu, Mazda masih dijajakan oleh PT Mazda Motors Indonesia.

Ilustrasi, Mazda CX-5 yang selama ini menjadi salah satu tulang punggung penjualan Mazda di Indonesia- dok.Car and Driver

Tahun berikutnya, atau tahun 2012, pangsa pasar Mazda naik sedikit enjadi 1,11% atau terjual 12.931 unit, sedangkan penjualan mobil kala itu sebanyak 1.116.224 unit. Tahun 2013, terjual 11.239 unit dengan pangsa pasar 0,91%, tahun berikutnya 9.230 unit atau 0,76%, dan tahun 8.895 unit atau 0,88% dari total penjualan mobil yang sebanyak 1.013.291 unit.

Sedangkan di tahun 2017 – setelah sejak Februari tahun itu dipegang PT EMI – mobil Mazda terjual 4.000 unit, dengan pangsa pasar yang juga di bawah 1%. Sementara sepanjang tahun 2018 – di rentang waktu Januari hingga November – EMI mencatatkan penjualan mobil Mazda sebanyak 5.244 unit atau naik 47,55% dibanding periode sama tahun 2017.

Saat itu, Mazda CX-5 terjual sebanyak 1.543 unit, dan Mazda CX-3 terjual 771 unit atau susut dibanding 11 bulan pertama tahun 2017 yang sebanyak 797 unit. Meski ada kenaikan, namun penjualan Mazda masih jauh dibanding para pesaing, bahkan jumlahnya meleset dari target 8.000 unit yang dipatok.

Kehadiran Mazda CX-30 menambah portofolio produk Mazda di Indonesia yang kini menyatakan diri fokus menggarap segmen pasar SUV dan crossover – dok.Motoris

Lantas, akankah Mazda CX-30 mampu memenuhi target yang ditetapkan dan menjadikan penjualan Mazda di Indonesia lebih cemerlang? Waktulah yang akan menjawabnya. (Fms/Ara)

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )